Joko Anwar saat menerima gelar kehormatan Chevalier (Knight) de I’Ordre des Arts et des Lettres oleh pemerintah Prancis. (Sumber gambar: Instagram Joko Anwar)

Sutradara Joko Anwar Dapat Gelar ‘Ksatria’ Seni dari Kementerian Kebudayaan Prancis

15 December 2025   |   21:03 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Sutradara Joko Anwar mencetak prestasi baru. Sineas yang identik dengan film horor dan superhero ini baru saja dianugerahi gelar kehormatan Chevalier (Knight) de I’Ordre des Arts et des Lettres oleh pemerintah Prancis, sebuah penghargaan bergengsi yang menandai pengakuan internasional atas kontribusinya di bidang seni dan budaya.

Penganugerahan tersebut berlangsung pada 11 Desember 2025 di Kementerian Kebudayaan Prancis dan diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati. 

Baca juga: Joko Anwar Umumkan Waktu Tayang Film Legenda Kelam Malin Kundang

Ordre des Arts et des Lettres merupakan penghargaan resmi pemerintah Prancis yang diberikan kepada individu yang dinilai berjasa besar dalam pengembangan seni dan budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dalam tradisinya, gelar Chevalier yang berarti ksatria menjadi salah satu bentuk pengakuan tertinggi dari negara tersebut kepada pelaku budaya lintas disiplin.

Pria yang karib disapa Jokan itu mengatakan, pencapaian ini tidak hanya dimaknai sebagai prestasi personal semata. Dia menekankan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan apresiasi terhadap kemajuan ekosistem seni Indonesia dan peran kolektif para seniman Tanah Air di panggung global. 

“Gelar ini bagi saya bukan pencapaian pribadi, tapi merupakan bentuk pengakuan pemerintah Prancis terhadap kemajuan dan kontribusi para seniman Indonesia untuk dunia,” ujar Jokan, di laman Instagram pribadinya, dikutip Hypeabis.id, Senin (15/12/2025).

Gelar Ordre des Arts et des Lettres selama ini disematkan kepada tokoh-tokoh berpengaruh dunia dari berbagai bidang kreatif. Sejumlah nama besar yang pernah menerimanya antara lain David Lynch, Tim Burton, Pedro Almodóvar, Isabelle Huppert, Meryl Streep, Cate Blanchett, Tilda Swinton, hingga David Bowie.

Kehadiran Joko Anwar dalam daftar penerima tersebut menempatkan sineas Indonesia itu sejajar dengan figur-figur penting dalam lanskap budaya global. 

Sejak debut penyutradaraan lewat Janji Joni pada 2005, Joko Anwar dikenal sebagai sineas yang produktif dan berani mengeksplorasi berbagai genre. Meski namanya kerap identik dengan horor, filmografinya menunjukkan keragaman, mulai dari drama, aksi, hingga superhero, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu pembuat film paling berpengaruh di Indonesia.

Selain horor, Jokan pernah meluncurkan Gundala, film superhero pertama Indonesia yang tayang perdana di Toronto International Film Festival. Tahun ini, dia juga merilis Pengepungan di Bukit Duri, sebuah film aksi yang mendapat respons positif dari publik.

Saat ini, dia tengah mempersiapkan film terbarunya, Ghost in the Cell yang dijadwalkan tayang pada 2026. Pada proyek ini, Joko akan mengombinasikan nuansa komedi dengan elemen supranatural yang kuat. Dua genre ini akan digabungkan oleh Joko dengan ciamik.

Ghost in the Cell akan bercerita tentang dua geng yang berseteru dan terjebak dalam penjara Jakarta yang penuh sesak. Ketegangan di antara mereka semakin meningkat hingga memicu pertikaian di balik jeruji.

Namun, situasi berubah ketika para narapidana mulai tewas satu per satu. Bukan karena perkelahian antar-geng, melainkan akibat teror dari hantu ganas. Kondisi itu memaksa kedua kubu yang awalnya bermusuhan untuk bersatu demi menyelamatkan diri. Film ini direncanakan tayang pada tahun depan.

Baca juga: Sutradara Joko Anwar Gandeng Produser Parasite, Siap Garap Ghost in The Cell
 

SEBELUMNYA

Daftar Aktivis Berpengaruh yang Kritis Terhadap Isu Lingkungan

BERIKUTNYA

5 K-Drama dengan Kisah Kesempatan Kedua yang Paling Menyakitkan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga