Gerai Momoyo (Sumber foto: Momoyo)

Intip Strategi Minuman Kekinian Garap Generasi Muda Hingga Jual Lebih Dari 20 Juta Cup

15 December 2025   |   19:31 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Persaingan industri minuman kekinian di Indonesia kian ketat seiring dengan hadirnya berbagai merek baru dengan konsep dan inovasi yang beragam. Di tengah persaingan tersebut, kemampuan merebut perhatian generasi muda menjadi faktor penentu kemenangan.

Brand tidak lagi bisa hanya menawarkan rasa atau harga, tetapi juga dituntut untuk memiliki strategi yang relevan dengan budaya, perilaku digital, dan gaya hidup generasi muda, khususnya kalangan Gen Z dan milenial.

Baca juga: Sambal Bakar Indonesia Group Agresif Garap Segmen FMCG Pasca Akuisisi Eat Sambel

Dalam dunia tersebut, Momoyo, jaringan minuman teh dan es krim asal Indonesia ini menunjukkan pendekatan berbeda dalam menyasar generasi muda dengan memadukan strategi viral, kolaborasi budaya pop, serta skala bisnis yang agresif.

Yuk intip, bagaimana strategi yang dilakukan oleh Momoyo hingga mampu mengoperasikan lebih dari 1000 gerai hingga Desember 2025 ini serta mampu menjual seri es krim cokelat hingga lebih dari 20 juta cup.


1. Mengubah Peluncuran Produk Menjadi Peristiwa Viral

Momoyo tidak memperlakukan peluncuran produk sebagai agenda rutin. Setiap rilisan baru dikemas sebagai peristiwa brand yang dirancang untuk menciptakan percakapan luas di media sosial.

Peluncuran seri cokelat kolaborasi dengan IP capybara Pimoo, misalnya, tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga membangun momentum FOMO melalui antrean panjang, kehadiran ratusan kreator, dan konten real-time lintas platform. Strategi ini membuat produk langsung relevan di ruang digital sebelum masuk ke fase penjualan massal.


2. Kolaborasi IP sebagai Jembatan Budaya dengan Generasi Z

Kolaborasi Momoyo dengan karakter populer seperti Pimoo menunjukkan pemahaman terhadap cara Generasi Z membangun keterikatan emosional dengan brand. IP tidak sekadar menjadi elemen visual, melainkan identitas yang memperkuat storytelling produk.

“Melalui karakter yang lucu, ekspresif, dan mudah dibagikan, Momoyo menjadikan minuman sebagai objek budaya pop, sesuatu yang ingin difoto, dibagikan, dan dikoleksi, bukan hanya dikonsumsi,” ujar Miranda, CMO Momoyo.

Momoyo menetapkan seri ini sebagai produk unggulan akhir tahun 2025. Kolaborasi antara Momoyo dan capybara Pimoo bukan sekadar kerja sama lisensi visual, melainkan sebuah strategi kolaborasi IP terintegrasi yang menyasar Generasi Z dan pasar anak muda


3. KOL, KOC, dan Konten sebagai Mesin Distribusi

Alih-alih bergantung pada iklan satu arah, Momoyo mengandalkan ekosistem KOL dan KOC sebagai mesin distribusi konten. Keterlibatan lebih dari 200 kreator dalam satu momentum menciptakan efek snowball yakni satu pengalaman di gerai berubah menjadi ribuan sudut pandang konten organik.

Kehadiran pasangan selebritas papan atas Indonesia, Willie dan Vilmei, menjadi puncak kemeriahan acara. Dalam momen spesial tersebut, Willie tampil mengenakan kostum karakter capybara Pimoo untuk memberikan kejutan romantis kepada Vilmei.

Momen “super sweet” ini langsung viral di TikTok, Instagram, dan X, serta menjadi salah satu konten dengan jumlah share tertinggi hari itu. “Fenomena ini turut mengukuhkan perubahan citra Momoyo, dari sekadar brand minuman menjadi brand gaya hidup dan hiburan yang dicintai generasi muda,” jelasnya.


4. Skala Gerai dan Pengalaman sebagai Penguat Konversi

Strategi viral Momoyo ditopang oleh skala bisnis yang memungkinkan konversi cepat dari atensi ke transaksi. Dengan lebih dari 1.000 gerai di Indonesia, setiap kampanye digital memiliki titik temu fisik yang nyata.

Gerai tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga ruang sosial dan latar konten. Kombinasi antara pengalaman offline dan eksposur online inilah yang membuat Momoyo mampu mengonversi tren digital menjadi pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Keempat strategi tersebut menunjukkan bahwa bagi Momoyo, menyasar generasi muda bukan sekadar soal mengikuti tren, melainkan membangun ekosistem yang menghubungkan budaya, komunitas, dan skala bisnis dalam satu strategi terpadu.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Gemini, Album Baru Marion Jola yang Tangkap Fase dan Dinamika Perjalanan Cinta

BERIKUTNYA

Peluncuran Buku Sejarah Indonesia Versi Termutakhir Tandai Penetapan Hari Sejarah 14 Desember

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga