Sambal Bakar Indonesia Akuisisi Kepemilikan Eat Sambel 100 Persen (sumber : Sambal Bakar Indonesia)

Sambal Bakar Indonesia Group Agresif Garap Segmen FMCG Pasca Akuisisi Eat Sambel

14 December 2025   |   13:37 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Sambal Bakar Indonesia Group kini menggarap bisnis fast moving consumer goods (FMCG) usai mengakuisisi brand sambal siap saji Eat Sambel. Langkah ini menegaskan arah baru SBIG yang memperluas bisnis dari jaringan restoran ke sektor FMCG dengan membangun mesin pertumbuhan berbasis produk rumahan.

CEO Sambal Bakar Indonesia Group, Richard Theodore, menegaskan ekspansi ke FMCG merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. “Akuisisi Eat Sambel bukan sekadar memperbesar bisnis, tapi memperkuat fondasi kami di sektor FMCG. Kami ingin sambal hadir bukan hanya di meja restoran, tetapi juga di dapur rumah tangga Indonesia,” ujar Richard.

Baca juga: Best Eats by FoodieS 2026 Kembali Digelar, Penghargaan 100 Restoran Terbaik Indonesia

Menurutnya, Eat Sambel memiliki karakter yang melengkapi kekuatan SBIG, terutama dari sisi digital dan loyalitas pelanggan. Integrasi kedua entitas ini diharapkan mampu mempercepat skala produksi dan distribusi sambal siap saji.

Director of Corporate Communication & Relations SBIG, Benjamin Master A. Surya, menyebut sinergi pasca akuisisi difokuskan pada efisiensi dan penguatan portofolio produk.

“Kami menyatukan kekuatan inovasi resep, jaringan distribusi, dan rantai pasok. Dengan begitu, lini FMCG bisa tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” kata Benjamin.

Menurutnya, Eat Sambel akan tetap dipertahankan sebagai sub-brand di bawah payung SBIG dengan karakter yang sudah dikenal konsumen digital. “Identitas Eat Sambel tidak kami ubah. Justru kami ingin memperkuat positioning-nya dengan dukungan skala dan infrastruktur SBIG,” ujarnya.
 

Dari sisi distribusi, SBIG menyiapkan strategi omnichannel. Director of Marketing & Branding SBIG, Renaldo Akhira Ruslan, mengatakan penguatan kanal digital menjadi prioritas awal, seiring perubahan perilaku belanja masyarakat.

“Kami memperkuat distribusi di marketplace dan social commerce, sekaligus memperluas penetrasi ke modern retail dan general trade agar produk semakin mudah dijangkau,” tutur Renaldo.

Dengan akuisisi ini, SBIG menargetkan kontribusi penjualan FMCG bisa mencapai lebih dari 50 persen dari total revenue dalam 5–10 tahun mendatang. Saat ini, kontribusi segmen FMCG masih di bawah 10 persen, tetapi integrasi dengan Eat Sambel diprediksi akan menggandakan penjualan dalam 1–2 tahun ke depan.

Iben mengatakan aksi korporasi ini lebih dari sekedar akuisisi bisnis, SBIG membawa misi yang lebih besar yakni menjadikan sambal sebagai identitas kuliner nasional yang modern, berdaya saing, dan dicintai lintas generasi.

"Kami ingin membuktikan bahwa brand kuliner Indonesia bisa naik kelas, menjadi grup nasional yang kuat dan kompetitif secara global dan itu semua dimulai dari satu rasa yang sangat Indonesia yaitu sambal," tutup pria dengan 26 juta pengikut di TikTok.
 
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Penelitian: Detoks Media Sosial Tidak Selalu Kurangi Kebiasaan Cek Ponsel

BERIKUTNYA

Menjelajah Ekowisata Subak Jatiluwih yang Memesona

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga