Pebgunjung menyaksikan senarai karya dalam pameran Potluck di Galeri Sudjojono, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Membaca Ulang Perjalanan Visual DKV IKJ Lewat Potluck 2025

12 December 2025   |   18:43 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ kembali menggelar pameran tahunan Potluck di Galeri Sudjojono, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pameran ini menjadi ajang pertemuan  bagi dosen, mahasiswa, dan alumni yang ingin memperlihatkan perkembangan terbaru dalam dunia desain komunikasi visual.

Mengangkat tema Re:Connect, Potluck tahun ini menyoroti pentingnya menjalin ulang hubungan lintas generasi dan disiplin. Melalui ragam karya yang dipamerkan, pengunjung diajak melihat bagaimana bahasa visual dapat mempertemukan beragam perspektif dalam satu ruang kreatif.

Baca juga: Festival Komik Shikisai 2025 Resmi Digelar, Event Seru Para Pencinta Komik Jepang

Sebanyak 190 peserta terlibat dalam pameran ini, menjadikannya salah satu penyelenggaraan Potluck dengan jumlah karya terbanyak. Karya yang dihadirkan mencerminkan spektrum praktik desain yang luas, dari rancangan komersial hingga eksplorasi visual yang lebih eksperimental.

Menurut kurator Beng Rahadian, sejak pertama kali digelar pada 2023, Potluck dirancang sebagai wadah untuk “mengumpulkan” karya dari seluruh elemen Prodi, sehingga setiap pihak bisa memperlihatkan perkembangan dan capaian mereka dalam satu panggung bersama.

Setelah dua kali penyelenggaraan, Beng juga melihat perbedaan capaian antara dosen, mahasiswa, dan alumni yang justru memperlihatkan dinamika dalam perjalanan pendidikan dan profesi. Dari situ, Potluck mulai berfungsi sebagai indikator perkembangan Prodi dari tahun ke tahun.

“Tahun ketiga tidak hanya menampilkan karya terbaru, tetapi juga menghubungkan ulang karya lama para alumni—termasuk logo, desain sampul, dan proyek yang sudah beredar di masyarakat,” katanya saat dihubungi Hypeabis.id.
 

ahah

Senarai ilustrasi buku dalam pameran Potluck di Galeri Sudjojono, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)


Beng menjelaskan, proses kuratorial pameran tidak hanya mengumpulkan karya, tetapi juga memetakan alumni dan bidang kerja mereka. Menurutnya mayoritas alumni tetap bergerak di ranah visual, baik sebagai freelancer, pekerja agensi, maupun pelaku industri kreatif seperti fashion dan produk.

Pameran ini, paparnya, juga disusun melalui tim yang mengelola pemetaan alumni, karya terbaik, serta karya-karya yang relevan ditampilkan. Garis timeline yang terlihat di pameran merupakan bagian dari usaha “mengoneksikan” perjalanan visual dari masa ke masa.

Memasuki ruang pamer, Genhype akan melihat berbagai elemen visual dengan berbagai medium, seperti poster, buku, narasi visual, logo, zine, hingga desain produk. Keberagaman ini memperlihatkan bagaimana praktik desain tidak lagi terpaku pada satu bentuk, melainkan bergerak mengikuti kebutuhan dan bahasa zamannya.

Pengunjung juga dapat melihat bagaimana para peserta menginterpretasikan tema secara personal maupun kolektif. Ada karya yang mengangkat isu sosial, ilustrasi kuliner, hingga senarai sampul buku. Misalnya karya ilustrator Muhammad Taufiq atau Emte dalam buku Life As I Know It, Melihat Api Bekerja, dan Life As We Know It.

Ada juga karya Beng Rahadian bersama komunitas Jakarta Food Sketchers (JFS) yang membuat ilustrasi untuk buku Kuliner Pesisir karya Prof. Murdjiati. Dalam bagian ini, Beng dan JFS banyak membuat ilustrasi makanan di wilayah pesisir yang diprint di atas kertas lalu ditempatkan di atas piring ataupun dibingkai.
 

j

Karya Puspa Larasati berjudul Komik Bisnis, alam pameran Potluck di Galeri Sudjojono, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)


Di industri media massa, hadir pula karya Puspa Larasati bertajuk Komik Bisnis. Terdiri dari sejumlah panel gambar, karya ini mengelaborasi pendekatan jurnalistik dengan medium komik. Medium ini dipilih, papar Puspa, sebagai cara baru masyarakat mengonsumsi berita dengan pendekatan visual.

Setiap panel disusun laiknya laporan singkat. Walhasil, pembaca dapat mudah menangkap pesan atau informasi yang ingin dibagi terkait isu yang diangkat. “Komik ini terbitnya dua minggu sekali di Instagram @bisniscom, biasanya mengangkat isu-isu yang memang jadi highlight berita kita saat itu,” paparnya.

Berlangsung hingga 13 Desember 2025, pameran ini sekaligus memperlihatkan bagaimana generasi muda DKV IKJ memaknai desain sebagai ruang yang terus berubah. Setiap peserta membawa perspektifnya masing-masing, namun tetap berada dalam satu wadah yang mendorong kebersamaan, termasuk membangun kembali hubungan yang menguatkan komunitas desain.

Baca juga: Komik, Animasi, dan Game Jadi Penggerak Baru Ekonomi Kreatif Nasional

SEBELUMNYA

Menjelajah Jejak Purba di Taman Prasejarah Leang-Leang

BERIKUTNYA

Sambut Akhir Tahun, Bohopanna Rilis Empat Lini Koleksi dari Christmas Hingga Raya Prive 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga