Spotify ( sumber: Unsplash/ Alexander Shatov)

Mengapa Banyak Pengguna Spotify Mendapatkan Listening Age yang Lebih Tua?

09 December 2025   |   15:23 WIB
Image
Bianca Wanda Zakia Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Spotify Wrapped 2025 kembali hadir dengan berbagai data tentang kebiasaan mendengarkan musik penggunanya. Namun, satu fitur baru justru membuat banyak orang mengernyitkan dahi, yaitu listening age atau usia musik. Angka ini diperdebatkan karena hasilnya terasa tidak sesuai dengan kebiasaan mendengarkan lagu selama setahun penuh.

Banyak pengguna yang merasa mendengarkan musik pop modern sepanjang 2025, tetapi listening age mereka justru masuk kategori lanjut usia. Fenomena ini langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan berubah menjadi bahan candaan, mulai dari meme hingga thread panjang tentang “jiwa tua dalam Spotify.”

Baca juga: Spotify Wrapped 2025: Tren Musik Didominasi Bad Bunny, Taylor Swift, hingga K-Pop Demon Hunters

Melansir dari The Guardian, banyak pengguna yang merasa aneh karena Spotify memberikan listening age yang jauh lebih tua dibanding usia sebenarnya maupun selera musik sehari hari. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa seorang penulis yang menghabiskan waktu berjam jam mendengarkan Sabrina Carpenter justru memiliki listening age delapan puluh enam tahun.

Hal ini kemudian memicu rasa penasaran tentang bagaimana sebenarnya algoritma Spotify menentukan angka tersebut. Menurut penjelasan yang disampaikan dalam laporan itu, Spotify menghitung listening age menggunakan pendekatan historis yaitu dengan melihat tahun rilis musik yang paling sering diputar lalu menghubungkannya dengan rentang usia yang secara umum identik dengan masa ketika musik tersebut populer dan memiliki nilai nostalgia.

Spotify sebenarnya tidak berniat menjadikan listening age sebagai metrik ilmiah ataupun representasi psikologis yang tepat mengenai kepribadian musik seseorang. Fitur ini dirancang hanya sebagai elemen hiburan yang bisa mengundang senyum atau kejutan.

Dikutip melalui, Vanity Fair, algoritma akan memasukkan banyak lagu lama ke perhitungan meskipun intensitas mendengarnya mungkin tidak sebanyak lagu lagu baru. Inilah yang menyebabkan pengguna yang hanya sesekali mendengar lagu klasik atau musik lawas bisa mendapatkan usia musik yang sangat tinggi.

Spotify sendiri menegaskan bahwa listening age lebih mirip permainan spekulatif dibandingkan analisis perilaku mendengarkan musik yang akurat.

Meski demikian, fenomena listening age menjadi topik menarik karena menunjukkan bagaimana algoritma bisa menciptakan gambaran yang tidak selalu sejalan dengan realita. Banyak orang yang mendengarkan musik modern, pop, dan artis muda sepanjang tahun, tetapi satu atau dua lagu lawas yang sering diputar dalam periode tertentu dapat memengaruhi hasil akhir dengan cukup signifikan.

Sebagian pengguna merasa fitur ini justru membuat Wrapped semakin seru karena menciptakan kejutan yang tidak terduga, sementara yang lain merasa hal ini membuat data Wrapped menjadi kurang relevan.

Perdebatan mengenai listening age menunjukkan betapa besar pengaruh Spotify dalam membentuk cara orang memahami kebiasaan mendengarkan musik mereka. Dalam banyak kasus, Wrapped dianggap sebagai semacam identitas digital yang mempresentasikan diri seseorang.

Karena itu adanya angka yang tidak sesuai ekspektasi menimbulkan reaksi emosional sekaligus rasa penasaran. Namun jika dilihat dari penjelasan para pakar dan laporan yang melansir dari kedua media tersebut, sangat jelas bahwa fitur ini tidak perlu dianggap terlalu serius.

Listening age hanyalah bagian kecil dari keseluruhan pengalaman Wrapped. Fitur ini memberi warna baru yang dapat memicu tawa, kebingungan, atau rasa ingin tahu. Spotify pun tetap mempertahankan tujuan utamanya yaitu memberi rangkuman menyenangkan tentang perjalanan musik setiap pengguna sepanjang tahun.

Selama pengguna memahami bahwa angka ini bukan indikator mutlak dari selera musik mereka, Wrapped tetap menjadi tradisi tahunan yang layak dinikmati.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

3 Camilan Sehat ala Millie Bobby Brown yang Praktis & Bergizi

BERIKUTNYA

Mengapa Kedekatan dengan Hewan Peliharaan Bisa Meningkatkan atau Menurunkan Kesehatan Mental

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga