Awanio Perluas Ekspansi Layanan Cloud, Dorong Kemandirian Teknologi Regional
02 December 2025 |
20:30 WIB
Awanio, perusahaan komputasi asal Indonesia yang bergerak di bidang virtualisasi dan cloud platform, semakin mantap memperluas kiprahnya di kawasan regional. Perusahaan ini resmi menjalin kerja sama strategis dengan dua pemain teknologi digital terkemuka Malaysia, Techna-X Berhad dan PMBI Technology Sdn. Bhd.
Kemitraan ini disebut membuka jalan bagi kolaborasi yang tidak sekadar bertukar teknologi, tetapi juga membangun pondasi pengembangan inovasi bersama. CEO Awanio, Irfan Yuta Pratama, menegaskan bahwa kolaborasi ini berangkat dari semangat kebersamaan sebagai negara serumpun.
Baca juga: Cek Manfaat Teknologi Cloud untuk Pelaku Usaha Kecil dan Menengah
“Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan, salah satunya kebutuhan mendorong kemajuan infrastruktur komputasi awan,” ujarnya, dikutip Hypeabis.id, Selasa (2/11/2025).
Ketiga perusahaan akan berfokus pada pembentukan pusat inovasi regional yang dirancang untuk mempercepat riset dan pengembangan, menyusun kurikulum pelatihan, hingga pertukaran talenta di bidang komputasi awan, virtualisasi, dan kecerdasan buatan. Tujuannya jelas, yakni memperluas adopsi cloud modern dan infrastruktur jaringan yang lebih efisien, baik di sektor swasta maupun lembaga pemerintah.
PMBI Technology sendiri merupakan bagian dari ekosistem besar yang melibatkan Inspur Group, PMB Investment Berhad, dan MQ Technology Berhad. Dengan latar belakang kuat di sektor perangkat komputasi, perangkat lunak, cloud services, dan big data, perusahaan ini menjadi mitra yang dianggap selaras dengan ambisi Awanio untuk mendorong pertumbuhan industri teknologi lokal.
Awanio membawa rekam jejak yang tak kalah solid. Dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 98,68 persen, perusahaan ini sebelumnya telah bekerja bersama Inspur Group dalam memadukan hardware global dengan teknologi kedaulatan digital.
Integrasi tersebut menghasilkan platform komputasi yang aman dan efisien, salah satunya diterapkan pada ekosistem sistem Bursa Efek Indonesia. Saat ini lebih dari 5.000 pengguna, termasuk instansi pemerintah, memanfaatkan platform Awanio sebagai bagian dari infrastruktur kritikal nasional.
Awanio kini telah beroperasi di Indonesia, Singapura, dan Belanda. Irfan menambahkan bahwa langkah ini menjadi momentum untuk mendorong kemandirian teknologi regional dan investasi talenta antar negara. Dengan platform yang telah mengadopsi AI-Powered Virtualization, Awanio disebut siap menghadirkan otomasi dan efisiensi operasional yang dibutuhkan di era kecerdasan buatan.
“Dengan ditandatanganinya kerjasama strategis ini, kami bertujuan tidak hanya meningkatkan kompetensi industri lokal namun juga mendorong go-to market regional untuk terus berekspansi,” tuturnya.
Selain di pasar Asean, Awanio juga melirik kawasan Asia Timur, terutama Jepang untuk menjadi wilayah ekspansi berikutnya. Awanio telah menunjuk country director lokal dan mulai membangun jaringan mitra integrator.
Langkah tersebut diambil karena Jepang memiliki kebutuhan tinggi terhadap platform orkestrasi yang efisien, berkualitas, sekaligus sesuai standar keamanan nasional.
Selain Jepang, Awanio juga membidik Australia dan Timur Tengah. Kedua kawasan ini tengah mengalami pertumbuhan pesat pada sektor data center, layanan cloud privat, serta percepatan transformasi digital.
“Dengan platform Awanio yang sudah didukung oleh AI-Powered Virtualization, kami mampu menghadirkan otomasi dan efisiensi operasi infrastruktur untuk era AI. Awanio menghadirkan platform yang aman dan efisien,” jelas Irfan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kemitraan ini disebut membuka jalan bagi kolaborasi yang tidak sekadar bertukar teknologi, tetapi juga membangun pondasi pengembangan inovasi bersama. CEO Awanio, Irfan Yuta Pratama, menegaskan bahwa kolaborasi ini berangkat dari semangat kebersamaan sebagai negara serumpun.
Baca juga: Cek Manfaat Teknologi Cloud untuk Pelaku Usaha Kecil dan Menengah
“Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan, salah satunya kebutuhan mendorong kemajuan infrastruktur komputasi awan,” ujarnya, dikutip Hypeabis.id, Selasa (2/11/2025).
Ketiga perusahaan akan berfokus pada pembentukan pusat inovasi regional yang dirancang untuk mempercepat riset dan pengembangan, menyusun kurikulum pelatihan, hingga pertukaran talenta di bidang komputasi awan, virtualisasi, dan kecerdasan buatan. Tujuannya jelas, yakni memperluas adopsi cloud modern dan infrastruktur jaringan yang lebih efisien, baik di sektor swasta maupun lembaga pemerintah.
PMBI Technology sendiri merupakan bagian dari ekosistem besar yang melibatkan Inspur Group, PMB Investment Berhad, dan MQ Technology Berhad. Dengan latar belakang kuat di sektor perangkat komputasi, perangkat lunak, cloud services, dan big data, perusahaan ini menjadi mitra yang dianggap selaras dengan ambisi Awanio untuk mendorong pertumbuhan industri teknologi lokal.
Awanio membawa rekam jejak yang tak kalah solid. Dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 98,68 persen, perusahaan ini sebelumnya telah bekerja bersama Inspur Group dalam memadukan hardware global dengan teknologi kedaulatan digital.
Integrasi tersebut menghasilkan platform komputasi yang aman dan efisien, salah satunya diterapkan pada ekosistem sistem Bursa Efek Indonesia. Saat ini lebih dari 5.000 pengguna, termasuk instansi pemerintah, memanfaatkan platform Awanio sebagai bagian dari infrastruktur kritikal nasional.
Awanio kini telah beroperasi di Indonesia, Singapura, dan Belanda. Irfan menambahkan bahwa langkah ini menjadi momentum untuk mendorong kemandirian teknologi regional dan investasi talenta antar negara. Dengan platform yang telah mengadopsi AI-Powered Virtualization, Awanio disebut siap menghadirkan otomasi dan efisiensi operasional yang dibutuhkan di era kecerdasan buatan.
“Dengan ditandatanganinya kerjasama strategis ini, kami bertujuan tidak hanya meningkatkan kompetensi industri lokal namun juga mendorong go-to market regional untuk terus berekspansi,” tuturnya.
Selain di pasar Asean, Awanio juga melirik kawasan Asia Timur, terutama Jepang untuk menjadi wilayah ekspansi berikutnya. Awanio telah menunjuk country director lokal dan mulai membangun jaringan mitra integrator.
Langkah tersebut diambil karena Jepang memiliki kebutuhan tinggi terhadap platform orkestrasi yang efisien, berkualitas, sekaligus sesuai standar keamanan nasional.
Selain Jepang, Awanio juga membidik Australia dan Timur Tengah. Kedua kawasan ini tengah mengalami pertumbuhan pesat pada sektor data center, layanan cloud privat, serta percepatan transformasi digital.
“Dengan platform Awanio yang sudah didukung oleh AI-Powered Virtualization, kami mampu menghadirkan otomasi dan efisiensi operasi infrastruktur untuk era AI. Awanio menghadirkan platform yang aman dan efisien,” jelas Irfan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.