Grup band Slank tampil dalam pertunjukan teater musikal Silver Sober: Samber Gledek di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Slank bersama dokter Aisah Dahlan menggelar teater musikal tersebut untuk memperingati 25 tahun perjalanan pemulihan grup musik itu dari narkoba. (sumber gambar: Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)

Musikal Silver Sober: Samber Gledek Ungkai Perjalanan Slank Menaklukkan Narkoba

29 November 2025   |   23:54 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Pementasan teater musikal Silver Sober Samber Gledek resmi digelar hari ini, Sabtu (29/11/2025) di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta. Pertunjukan ini menjadi penanda penting dalam perjalanan 25 tahun Clean & Sober para personel Slank lepas dari jeratan narkoba.

Musikal Silver Sober Samber Gledek bukan sekadar perayaan. Pementasan ini adalah refleksi panjang atas perjuangan meninggalkan Napza serta ikhtiar membangun budaya pemulihan yang kini diwariskan kepada para penggemar atau Slankers yang sempat terjerat narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Baca juga: Epik! Slank & Sal Priadi Saling Bertukar Lagu di Pestapora 2025

Teater musikal tersebut dibangun berdasarkan konsep edutainment, sebuah pendekatan yang menggabungkan edukasi dan hiburan. Dr. Aisah Dahlan bertindak sebagai sutradara, penulis naskah, sekaligus pemain dengan menggandeng Teater 100 Pecandu dan Teater Keliling.

Melalui pementasan ini, penonton diajak menyaksikan benturan batin antara takwa dan fujur, dua dorongan dalam diri manusia yang kerap memicu perang batin. Konflik itu meliputi dorongan untuk melakukan perbuatan baik maupun keinginan menyakiti diri sendiri serta orang lain.
 

Sejumlah aktor menampilkan pertunjukan teater musikal Silver Sober: Samber Gledek di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Slank bersama dokter Aisah Dahlan menggelar teater musikal tersebut untuk memperingati 25 tahun perjalanan pemulihan grup musik itu dari narkoba.

Sejumlah aktor menampilkan pertunjukan teater musikal Silver Sober: Samber Gledek di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (29/11/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)


Kisahnya menyoroti para Slankers hijau, biru, kuning, dan merah yang tumbuh dalam keluarga fatherless. Situasi tersebut membuat mereka rentan, hingga akhirnya mulai mendekati narkoba setelah mendengar kabar bahwa idola mereka pernah melakukan hal yang sama dan diperkuat oleh bujuk rayu para bandar.

Penulis sekaligus sutradara dr. Aisah Dahlan menyebut pementasan ini sebagai medium penyadaran publik. Ia menilai manusia selalu berada dalam perang bisikan, sebuah tarik-menarik antara dorongan menuju kebaikan dan kelemahan watak.

Konsep tersebut diterjemahkan menjadi adegan-adegan yang merefleksikan perjalanan batin para pecandu. Silver Sober menjadi momen refleksi yang menaut pada sejarah panjang Slank dalam menghadapi narkoba hingga akhirnya mereka berhasil melewatinya meski proses itu penuh rintangan.

"Setiap manusia itu hidup dalam perang bisikan. Ada pembisik jalan kebaikan dan pembisik jalan kejahatan. Itu yang saya munculkan di panggung yaitu fujur sebagai kelemahan watak dan emosi, serta takwa sebagai kekuatan untuk melawannya," ujarnya.

Di beberapa bagian, penonton dibuat terperangah. Terdapat simbol perdagangan narkoba, pencurian, hingga adegan keranda yang melintas menuju arah penonton. Bagi sebagian orang, simbol-simbol itu bukan sekadar atraksi panggung tetapi kilas balik yang pernah menorehkan luka.

Beberapa mantan pecandu yang pernah menjalani program pemulihan juga tampil sebagai aktor. Mereka tidak sekadar memainkan tokoh, sebab yang mereka lakukan adalah memerankan masa lalu mereka sendiri ketika berusaha lepas dari cengkeraman Napza.
 

ag

Grup band Slank tampil dalam pertunjukan teater musikal Silver Sober: Samber Gledek di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (29/11/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Fanny Kusumawardhani)


Slank hadir bukan hanya sebagai band pengisi acara. Pada setiap jeda lagu, mereka menyampaikan pesan yang terasa lebih matang dibanding era debut mereka. Pesan itu muncul bukan dari ruang nostalgia, tetapi dari pengalaman hidup yang dibayar mahal oleh kegagalan dan proses bangkit kembali.

Acara ini turut menjadi persembahan khusus untuk Bunda Iffet, sosok yang berdiri di belakang Slank ketika sebagian publik memilih menjauh. Dari tangan Bunda bersama dr. Aisah Dahlan lahirlah Padepokan Recovery Slankers, sebuah ruang pemulihan yang membantu banyak pecandu menemukan kembali hidup mereka.

Drummer Slank, Bimo Setiawan atau Bimbim, mengaku proses lepas dari narkoba sama sekali tidak mudah. Tanpa bantuan orang-orang terdekat, hal itu mustahil dilakukan. Ia menyebut seorang pecandu ibarat manusia yang tercebur ke dalam sumur dan membutuhkan uluran tangan orang lain untuk naik ke permukaan.

Pemberantasan narkoba juga tidak sederhana. Selain kompleks, bisnis barang haram itu sering melibatkan oknum aparat dan memiliki jaringan sosial yang kuat. Di beberapa wilayah, bandar bahkan dianggap pahlawan karena membagi keuntungan ekonomi kepada penduduk sekitar.

"Kita aja butuh dua tahun tidak memegang ponsel, tidak memegang uang, dan dikawal sampai dua puluh orang. Jadi jangan percaya sama jangki. Mereka pasti bohong. Semua jangki butuh seseorang. Kalau sudah jatuh, mereka tidak bisa bangkit sendiri," kata Bimbim.

Musikal Silver Sober-Samber Gledek digelar dalam dua sesi pementasan, yakni pukul 13.30–16.30 dan 19.00–22.00 WIB. Selain pementasan teater musikal, Slank turut tampil membawakan sejumlah lagu terbaiknya. Kehadiran formasi lengkap Slank juga menambah daya tarik acara yang menyatukan musik, pesan moral, dan pengalaman hidup yang otentik.

SEBELUMNYA

Zootopia 2 dan Wicked: For Good Kuasai Box Office Libur Thanksgiving

BERIKUTNYA

Daftar Pemenang 2025 MAMA Awards: ENHYPEN, IVE, Rosé & Deretan Idola Favoritmu

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga