Studi Ungkap Manfaat Tidur Teratur Setiap Malam, Dapat Turunkan Tekanan Darah
28 November 2025 |
08:30 WIB
Kebiasaan tidur pada jam yang sama setiap malam ternyata bukan hanya membuat tubuh lebih segar, tetapi juga dapat menurunkan tekanan darah. Temuan ini berasal dari sebuah studi kecil yang menunjukkan bahwa menjaga waktu tidur yang konsisten mampu membantu mengendalikan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Sleep Advances dan menjadi perhatian para ahli kesehatan. Dalam penelitian tersebut, para peneliti melibatkan 11 orang dengan kondisi hipertensi. Tujuh di antaranya perempuan dan empat laki-laki, dengan rentang usia 45 hingga 62 tahun.
Baca juga: 62% Anak Indonesia Kurang Tidur, Ini Pentingnya Memahami Ritme Sirkadian Si Kecil
Semua peserta memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang tergolong obesitas, namun tidak memiliki penyakit kronis lain. Sebelum penelitian dimulai, waktu tidur peserta berubah-ubah setiap malam hingga selisih 30 menit. Setelah menjalankan pola tidur teratur selama dua minggu, selisih tersebut menurun menjadi hanya 7 menit.
Selama penelitian, peserta diminta untuk tidur pada waktu yang sama setiap malam dan tidak tidur siang. Tekanan darah mereka kemudian dipantau secara terus-menerus selama 48 jam melalui metode ambulatory blood pressure monitoring.
Hasilnya cukup mengejutkan, tekanan darah sistolik (angka atas) turun sekitar 4 poin, sedangkan diastolik (angka bawah) turun sekitar 3 poin. Penurunan ini terutama terjadi pada tekanan darah malam hari, yang sangat penting bagi kesehatan jantung. Lebih dari separuh peserta menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan.
Menurut para peneliti, ketidakteraturan waktu tidur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan fungsi kardiovaskular. Normalnya, tekanan darah menurun pada malam hari saat tidur.
Jika tubuh tidak mengalami penurunan tekanan darah di malam hari, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dapat meningkat. Bahkan, penurunan tekanan darah malam sebesar lima poin saja dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga lebih dari 10%.
Meskipun studi ini masih berskala kecil dan tanpa kelompok pembanding, para ahli menilai bahwa hasilnya cukup penting. Dr. Cheng-Han Chen, seorang ahli jantung di California, mengatakan bahwa intervensi sederhana seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten dapat memberikan dampak besar dan perlu diteliti lebih lanjut.
Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Brian Brady dari Universitas Stanford, yang menganggap penelitian ini sebagai langkah awal untuk pengembangan terapi non-obat yang murah dan mudah diterapkan.
Namun, tidak semua ahli sepenuhnya setuju. Sebagian berpendapat bahwa tekanan darah dipengaruhi banyak faktor seperti stres, pekerjaan malam, konsumsi obat, hingga pola makan. Selain itu, bagi penderita insomnia, fokus berlebihan pada jadwal tidur justru bisa menimbulkan kecemasan dan memperburuk kualitas tidur.
Fakta menunjukkan bahwa hampir 120 juta orang dewasa di Amerika Serikat memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi sering berkembang tanpa gejala dan dapat memicu stroke, gagal jantung, gangguan ginjal, hingga penurunan fungsi kognitif jika tidak ditangani. Karena itu, menjaga tekanan darah tetap stabil menjadi hal yang sangat penting.
Selain tidur yang cukup, gaya hidup sehat juga berperan besar dalam mencegah hipertensi. Konsumsi buah dan sayur, membatasi gula dan garam, mengurangi alkohol, menjaga berat badan, serta rutin berolahraga merupakan upaya penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Para ahli juga menyarankan beberapa langkah untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, seperti menghindari layar gadget sebelum tidur, tidak minum kafein di malam hari, tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, serta menciptakan suasana kamar yang gelap dan nyaman.
Tidur yang teratur bukan hanya kebiasaan baik, tetapi juga investasi bagi kesehatan jantung dan tubuh. Kebiasaan sederhana ini bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko hipertensi tanpa harus bergantung pada obat. Sebuah langkah kecil yang bisa berdampak besar.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Sleep Advances dan menjadi perhatian para ahli kesehatan. Dalam penelitian tersebut, para peneliti melibatkan 11 orang dengan kondisi hipertensi. Tujuh di antaranya perempuan dan empat laki-laki, dengan rentang usia 45 hingga 62 tahun.
Baca juga: 62% Anak Indonesia Kurang Tidur, Ini Pentingnya Memahami Ritme Sirkadian Si Kecil
Semua peserta memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang tergolong obesitas, namun tidak memiliki penyakit kronis lain. Sebelum penelitian dimulai, waktu tidur peserta berubah-ubah setiap malam hingga selisih 30 menit. Setelah menjalankan pola tidur teratur selama dua minggu, selisih tersebut menurun menjadi hanya 7 menit.
Selama penelitian, peserta diminta untuk tidur pada waktu yang sama setiap malam dan tidak tidur siang. Tekanan darah mereka kemudian dipantau secara terus-menerus selama 48 jam melalui metode ambulatory blood pressure monitoring.
Hasilnya cukup mengejutkan, tekanan darah sistolik (angka atas) turun sekitar 4 poin, sedangkan diastolik (angka bawah) turun sekitar 3 poin. Penurunan ini terutama terjadi pada tekanan darah malam hari, yang sangat penting bagi kesehatan jantung. Lebih dari separuh peserta menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan.
Menurut para peneliti, ketidakteraturan waktu tidur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan fungsi kardiovaskular. Normalnya, tekanan darah menurun pada malam hari saat tidur.
Jika tubuh tidak mengalami penurunan tekanan darah di malam hari, risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dapat meningkat. Bahkan, penurunan tekanan darah malam sebesar lima poin saja dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga lebih dari 10%.
Meskipun studi ini masih berskala kecil dan tanpa kelompok pembanding, para ahli menilai bahwa hasilnya cukup penting. Dr. Cheng-Han Chen, seorang ahli jantung di California, mengatakan bahwa intervensi sederhana seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten dapat memberikan dampak besar dan perlu diteliti lebih lanjut.
Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Brian Brady dari Universitas Stanford, yang menganggap penelitian ini sebagai langkah awal untuk pengembangan terapi non-obat yang murah dan mudah diterapkan.
Mengapa Tidur Saja Tak Cukup
Namun, tidak semua ahli sepenuhnya setuju. Sebagian berpendapat bahwa tekanan darah dipengaruhi banyak faktor seperti stres, pekerjaan malam, konsumsi obat, hingga pola makan. Selain itu, bagi penderita insomnia, fokus berlebihan pada jadwal tidur justru bisa menimbulkan kecemasan dan memperburuk kualitas tidur.Fakta menunjukkan bahwa hampir 120 juta orang dewasa di Amerika Serikat memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi sering berkembang tanpa gejala dan dapat memicu stroke, gagal jantung, gangguan ginjal, hingga penurunan fungsi kognitif jika tidak ditangani. Karena itu, menjaga tekanan darah tetap stabil menjadi hal yang sangat penting.
Selain tidur yang cukup, gaya hidup sehat juga berperan besar dalam mencegah hipertensi. Konsumsi buah dan sayur, membatasi gula dan garam, mengurangi alkohol, menjaga berat badan, serta rutin berolahraga merupakan upaya penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Para ahli juga menyarankan beberapa langkah untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, seperti menghindari layar gadget sebelum tidur, tidak minum kafein di malam hari, tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, serta menciptakan suasana kamar yang gelap dan nyaman.
Tidur yang teratur bukan hanya kebiasaan baik, tetapi juga investasi bagi kesehatan jantung dan tubuh. Kebiasaan sederhana ini bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko hipertensi tanpa harus bergantung pada obat. Sebuah langkah kecil yang bisa berdampak besar.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.