Ilustrasi kondisi anak dengan ADHD (Sumber gambar : Freepik)

ADHD Bisa Dikelola, Kenali Gejala dan Langkah Penanganannya

22 November 2025   |   21:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan perkembangan saraf yang dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan fokus, perubahan energi yang cepat, serta perilaku impulsif.

Melansir dari Healthline, Asosiasi Psikiatri Amerika (APA) telah mengakui ADHD sebagai diagnosis medis yang nyata, dan kondisi ini dapat mempengaruhi sekolah, pekerjaan, hubungan sosial, hingga kehidupan keluarga.

Baca juga: 4 Mitos tentang ADHD, Bukan Sekadar Kurang Motivasi Apalagi Malas

Gejala ADHD sangat beragam. Beberapa yang paling sering muncul antara lain kesulitan untuk berkonsentrasi atau menyelesaikan tugas, mudah lupa serta mudah terdistraksi oleh hal-hal kecil di sekitarnya, sulit duduk diam bahkan dalam situasi yang membutuhkan ketenangan, sering menyela pembicaraan orang lain tanpa disengaja, dan kerap bertindak impulsif atau mengambil tindakan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.

Setiap orang bisa memiliki gejala yang berbeda-beda. Ada yang lebih sering tidak fokus, ada yang sangat aktif, dan ada juga yang mengalami kombinasi keduanya.

Hingga kini, penyebab ADHD belum diketahui secara pasti. Namun para ahli percaya bahwa faktor genetik dan kondisi otak memiliki peran besar. Beberapa penelitian menemukan bahwa penderita ADHD memiliki kadar dopamin yang lebih rendah yaitu zat kimia otak yang berperan dalam mengatur pergerakan, emosi, dan respons.

Studi lain juga menunjukkan bahwa ada perbedaan struktur otak, terutama pada bagian yang mengatur pengendalian diri, bicara, dan pengambilan keputusan.

Untuk mempermudah diagnosis, ADHD dibagi menjadi tiga jenis utama:


1. Inattentive Type (Sulit Fokus)

Penderita sulit mengikuti instruksi, tidak menyelesaikan tugas, dan mudah kehilangan konsentrasi. Tipe ini sering tidak terlihat karena mereka jarang mengganggu suasana kelas. Banyak penelitian menunjukkan tipe ini lebih sering terjadi pada perempuan.


2. Hyperactive-Impulsive Type (Hiperaktif dan Impulsif)

Ditandai dengan banyak bergerak, sulit menunggu giliran, sering menyela, dan sulit mengendalikan tindakan. Meski fokus bukan masalah utama, mereka tetap bisa kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi.


3. Combined Type

Ini adalah tipe yang paling sering ditemukan. Penderita menunjukkan gejala sulit fokus sekaligus hiperaktif dan impulsif.


Cara Mengatasi ADHD

Jika Genhype atau keluarga kalian menunjukkan ciri \ ADHD, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dokter akan menilai perilaku selama enam bulan terakhir melalui observasi dan daftar penilaian khusus.

Bila perlu, pasien akan dirujuk ke ahli saraf atau psikiater untuk evaluasi lebih lanjut. Penanganan sejak dini sangat penting agar gejala tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pengobatan dan Penanganan ADHD

ADHD dapat ditangani melalui terapi perilaku, obat-obatan, atau kombinasi dari keduanya. Terapi perilaku berperan penting untuk membantu mengontrol tindakan impulsif serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, penggunaan obat-obatan seperti stimulan (misalnya Ritalin dan Adderall) ataupun non-stimulan seperti Strattera terbukti dapat membantu mengatur zat kimia di otak sehingga penderita lebih mudah fokus dan memiliki kestabilan emosi.

Selain terapi dan obat, perubahan gaya hidup juga memiliki peranan besar dalam meredakan gejala ADHD. Menjaga pola makan yang seimbang, rutin berolahraga setidaknya 60 menit setiap hari, tidur dengan cukup, serta membatasi penggunaan layar dari gadget dan televisi dapat memberikan efek positif.

Aktivitas seperti meditasi, yoga, dan meluangkan waktu di alam terbuka juga sering dianggap efektif dalam menenangkan pikiran dan membantu mengurangi gejala ADHD.

ADHD bukan kelemahan, melainkan kondisi yang bisa dikelola dengan tepat. Tanpa penanganan, gejala ADHD dapat mengganggu sekolah, pekerjaan, dan hubungan sosial. Namun banyak penderita ADHD yang tetap bisa hidup sukses dan merasa bahwa kreativitas serta energi tinggi mereka justru menjadi kelebihan.

Langkah terpenting adalah mengenali gejalanya dan berkonsultasi dengan tenaga profesional. Dengan pemahaman yang tepat, ADHD dapat dikelola dan penderita bisa menjalani hidup dengan lebih baik dan percaya diri.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Drama Targaryen Berlanjut, HBO Umumkan House of the Dragon Season 4

BERIKUTNYA

Premier Zootopia 2 Hadirkan Pengalaman Imersif di Shanghai Disney Resort

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga