Cerita Elfisha Skin, Merek Skincare asal Madiun yang Dukung Pelestarian Budaya
21 November 2025 |
12:30 WIB
Memasuki tahun keempatnya, Elfisha Skin, merek skincare lokal asal Caruban, Kabupaten Madiun kian mempertegas posisinya di industri kecantikan Tanah Air. Sejak berdiri pada 25 Februari 2022, mereka mencatat pertumbuhan digital yang pesat.
Terhitung hingga April 2025, Elfisha Skin mencatat lebih dari satu juta unit produk terjual di TikTok Shop, dengan Foundy Glow sebagai produk terlaris mereka. Dalam dua tahun terakhir, merek ini membukukan kenaikan penjualan sekitar 50 persen dan terus memperlihatkan peningkatan minat dari konsumen.
Baca juga: Roemah Koffie Dukung Keberlanjutan Kopi Lokal Lewat Program Seribu Sarjana Pertanian
Perjalanan bisnis Elfisha Skin bermula dari inisiatif dua pendirinya, yakni Alfi Chantika dan Elloy Doohan, terhadap kebutuhan perempuan Indonesia akan skincare yang sesuai dengan karakter kulit di daerah tropis.
Mereka melihat masih banyak para perempuan yang kesulitan menemukan produk perawatan kulit yang efektif mengatasi masalah seperti flek hitam, kulit kusam, dan sensitivitas terhadap paparan matahari.
“Kami ingin menghadirkan produk lokal yang benar-benar menjawab kebutuhan kulit masyarakat Indonesia. Formulasi kami disesuaikan dengan karakter kulit tropis yang rentan kusam dan mudah muncul flek,” ujar Alfi.
Dua produk unggulan mereka, yakni Foundy Glow dan Jelly Booster menjadi pendorong utama popularitas Elfisha Skin di e-commerce. Review organik para pengguna dan kreator kecantikan juga menjadi faktor penting yang mendorong lonjakan permintaan.
“Banyak pengguna mencoba dan mengunggah hasilnya. Dari situ permintaan meningkat sangat cepat dan jangkauan kami meluas ke berbagai daerah,” jelas Elloy.
Adapun Foundy Glow merupakan produk hybrid yang menggabungkan fungsi foundation, day cream, dan perlindungan UV dalam satu langkah praktis. Dirancang khusus untuk kulit tropis Indonesia, produk ini memadukan bahan-bahan aktif seperti niacinamide, glutathione, dan DNA salmon untuk membantu mencerahkan, meratakan warna kulit, serta memberikan efek glowing alami tanpa terasa berat.
Sementara itu, Elfisha Skin Whitening Night Jelly Booster adalah produk perawatan malam bertekstur jelly yang diformulasikan untuk memberi nutrisi intensif saat tidur, sekaligus membantu mencerahkan dan memperkuat skin barrier.
Produk ini mengandung niacinamide, yang dikenal mampu menyamarkan noda hitam, meratakan warna kulit, dan mengontrol produksi minyak. Selain itu, terdapat kandungan alpha-arbutin sebagai bahan pencerah efektif untuk membantu memudarkan flek dan cica extract untuk menenangkan kulit dari iritasi.
Bagi para pendirinya, wayang dimaknai sebagai simbol kemurnian, originalitas, dan filosofi hidup. Ini sejalan dengan konsep kecantikan sejati yang memancar dari dalam, bukan dari kemewahan luar semata.
Menurut Alfi dan Elloy, budaya dan kecantikan, meski tampak berbeda namun keduanya sama-sama membisikkan pesan tentang keaslian dan keluhuran makna.
“Budaya asli Indonesia tidak boleh hanya menjadi kenangan. Kita harus memperkenalkannya kembali dengan cara yang megah, relevan, dan membanggakan,” ujar mereka.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Terhitung hingga April 2025, Elfisha Skin mencatat lebih dari satu juta unit produk terjual di TikTok Shop, dengan Foundy Glow sebagai produk terlaris mereka. Dalam dua tahun terakhir, merek ini membukukan kenaikan penjualan sekitar 50 persen dan terus memperlihatkan peningkatan minat dari konsumen.
Baca juga: Roemah Koffie Dukung Keberlanjutan Kopi Lokal Lewat Program Seribu Sarjana Pertanian
Perjalanan bisnis Elfisha Skin bermula dari inisiatif dua pendirinya, yakni Alfi Chantika dan Elloy Doohan, terhadap kebutuhan perempuan Indonesia akan skincare yang sesuai dengan karakter kulit di daerah tropis.
Mereka melihat masih banyak para perempuan yang kesulitan menemukan produk perawatan kulit yang efektif mengatasi masalah seperti flek hitam, kulit kusam, dan sensitivitas terhadap paparan matahari.
“Kami ingin menghadirkan produk lokal yang benar-benar menjawab kebutuhan kulit masyarakat Indonesia. Formulasi kami disesuaikan dengan karakter kulit tropis yang rentan kusam dan mudah muncul flek,” ujar Alfi.
Dua produk unggulan mereka, yakni Foundy Glow dan Jelly Booster menjadi pendorong utama popularitas Elfisha Skin di e-commerce. Review organik para pengguna dan kreator kecantikan juga menjadi faktor penting yang mendorong lonjakan permintaan.
“Banyak pengguna mencoba dan mengunggah hasilnya. Dari situ permintaan meningkat sangat cepat dan jangkauan kami meluas ke berbagai daerah,” jelas Elloy.
Adapun Foundy Glow merupakan produk hybrid yang menggabungkan fungsi foundation, day cream, dan perlindungan UV dalam satu langkah praktis. Dirancang khusus untuk kulit tropis Indonesia, produk ini memadukan bahan-bahan aktif seperti niacinamide, glutathione, dan DNA salmon untuk membantu mencerahkan, meratakan warna kulit, serta memberikan efek glowing alami tanpa terasa berat.
Sementara itu, Elfisha Skin Whitening Night Jelly Booster adalah produk perawatan malam bertekstur jelly yang diformulasikan untuk memberi nutrisi intensif saat tidur, sekaligus membantu mencerahkan dan memperkuat skin barrier.
Produk ini mengandung niacinamide, yang dikenal mampu menyamarkan noda hitam, meratakan warna kulit, dan mengontrol produksi minyak. Selain itu, terdapat kandungan alpha-arbutin sebagai bahan pencerah efektif untuk membantu memudarkan flek dan cica extract untuk menenangkan kulit dari iritasi.
Rayakan Anniversary Ke-4 Lewat Pagelaran Wayang
Menjelang hari jadinya yang akan digelar pada Februari 2026 mendatang, Elfisha Skin memilih konsep perayaan yang tidak biasa. Mereka akan menghelat pagelaran wayang kulit berskala besar yang tengah dipersiapkan untuk memecahkan Rekor MURI sebagai pertunjukan wayang terbesar yang pernah digelar oleh merek kecantikan.Bagi para pendirinya, wayang dimaknai sebagai simbol kemurnian, originalitas, dan filosofi hidup. Ini sejalan dengan konsep kecantikan sejati yang memancar dari dalam, bukan dari kemewahan luar semata.
Menurut Alfi dan Elloy, budaya dan kecantikan, meski tampak berbeda namun keduanya sama-sama membisikkan pesan tentang keaslian dan keluhuran makna.
“Budaya asli Indonesia tidak boleh hanya menjadi kenangan. Kita harus memperkenalkannya kembali dengan cara yang megah, relevan, dan membanggakan,” ujar mereka.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.