Pengunjung mengamati sejumlah karya dalam pameran “Mini Artway: Basoeki Abdullah & Perjalanannya, di Stasiun MRT Fatmawati–Indomaret, Jakarta (sumber gambar: Hypebis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Mengenal Basoeki Abdullah Lewat Pameran Mini Artway di MRT Fatmawati

20 November 2025   |   11:30 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Pameran “Mini Artway: Basoeki Abdullah & Perjalanannya” resmi hadir di Stasiun MRT Fatmawati–Indomaret, Jakarta Selatan. Menjadi bagian dari program “MBALIK: Museum Basoeki Abdullah di Ruang Publik”, pameran ini berlangsung pada 17-30 November 2025.

Digagas oleh Museum dan Cagar Budaya, unit Museum Basoeki Abdullah, pameran ini dihelat untuk mendekatkan museum dengan masyarakat melalui ruang publik. Ini merupakan program MBALIK kedua, setelah sebelumnya dihelat pada 2021, di tempat yang sama.

Baca juga: Nuanu Hadirkan Kolaborasi Seni dan Alam lewat Pameran ‘Liana Reverie: Vivid Colours’

Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, menyebut kolaborasi dengan MRT sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Museum Basoeki Abdullah sebagai “Rumah Inspirasi Tokoh”. Program ini juga dilakukan sebagai bentuk jemput bola. 

Menurut Esti, menghadirkan seni ke ruang publik dapat membuka dialog baru tentang pentingnya seni dalam kehidupan masyarakat. Dia menegaskan bahwa ruang publik merupakan medium efektif untuk mendorong partisipasi publik dalam mengenalkan karya seniman Indonesia.

"Ketika masyarakat berinteraksi langsung dengan karya atau narasi seni dalam rutinitas, dan ruang publik, maka apresiasi dapat terbangun lebih organik," paparnya saat membuka pameran, Senin, (17/11/25).

Selaras, Ketua Pelaksana Program "MBALIK", Bayu Genia Krishbie mengatakan, pameran ini juga dapat dinikmati oleh seluruh pengguna MRT maupun masyarakat umum. Selama periode tersebut, seni dan kisah hidup Basoeki Abdullah ditempatkan tepat di jalur mobilitas warga.

Dia berharap lewat upaya ini museum tidak lagi menunggu didatangi, tetapi aktif hadir menjumpai publik. Nama “MBALIK” sendiri diambil dari kata “kembali” dalam bahasa Jawa. Tajuk ini dipilih sebagai gagasan bahwa museum selalu kembali kepada masyarakat sebagai ruang pembelajaran.
 
 


Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah Mini Pameran “ARTway: Basoeki Abdullah dan Perjalanannya”. Pameran ini menampilkan perjalanan hidup dan kontribusi Basoeki Abdullah sebagai maestro seni rupa Indonesia, diramu dalam format ringkas yang mudah diakses pengunjung MRT.

Sejumlah karya repro dari sang maestro juga dipacak dalam pameran ini. Di antaranya berjudul Flora Fauna Kekayaan Langka (1915-1953), yang menggambarkan biodiversitas alam bawah laut. Ada juga repro karya-karya potret seperti Presiden Soekarno, M, Hatta, hingga raja Bhumibol Adulyadej.

Selain pameran mini, tersedia Mini Workshop yang memungkinkan Genhype mencoba berbagai media dan alat lukis. Hasil karya peserta nantinya juga dapat dibawa pulang atau dipajang di area khusus bertajuk “Gallery of the Day” sebagai bentuk apresiasi langsung.

Rangkaian kegiatan juga mencakup program “Gelar Karya”, sebuah ruang pembelajaran dan ekspresi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, komunitas, maupun pelaku seni. Konsep ini membuka peluang bagi publik untuk terlibat aktif, bukan hanya sebagai penonton.

Puncak acara akan digelar dalam bentuk Diskusi Publik di Museum Basoeki Abdullah pada 29 November 2025. Diskusi ini diharapkan juga dapat menjadi ruang refleksi mengenai peran museum dan kekayaan seni Indonesia di tengah masyarakat urban.

Keberadaan pameran di MRT Fatmawati terasa semakin relevan karena Museum Basoeki Abdullah berdiri hanya selemparan batu dari stasiun ini. Lokasinya berada di rumah pribadi sang maestro di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau oleh pengunjung MRT.

Museum Basoeki Abdullah (MBA) mengelola koleksi warisan sang maestro berupa 109 lukisan, 3.070 buku, serta lebih dari 700 benda seni seperti wayang kulit, topeng, patung, dan tekstil. Koleksi ini merupakan hibah Basoeki Abdullah kepada pemerintah Indonesia menjelang akhir hayatnya pada 1993.

Resmi dibuka untuk publik sejak 25 September 2001, museum ini menampilkan karya, perjalanan hidup, dan pengaruh Basoeki Abdullah yang menjangkau dunia internasional. Museum juga menjadi ruang kreatif yang menawarkan edukasi, riset, dan destinasi budaya bagi masyarakat.

Salah satu kontribusi penting museum terhadap perkembangan seni rupa nasional adalah penyelenggaraan Basoeki Abdullah Art Award. Kompetisi ini telah melahirkan banyak talenta baru dan memperkuat posisi museum sebagai pusat pembinaan seni.

SEBELUMNYA

Lactacyd Hadirkan Museum of Speaking Skin, Rayakan Perjalanan Merawat Kulit

BERIKUTNYA

Penipuan Lewat Email Semakin Rapi, Kenali 3 Modusnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga