Visinema Siap Produksi Film Na Willa, Direncanakan Rilis Tahun Depan
12 November 2025 |
16:32 WIB
Rumah produksi Visinema Studios resmi mengumumkan proyek layar lebar terbarunya berjudul Na Willa. Diadaptasi dari buku anak berjudul sama karya Reda Gaudiamo, film ini direncanakan bakal tayang di bioskop Tanah Air tahun depan.
Disutradarai sekaligus ditulis naskahnya oleh Ryan Adriandhy dalam debut film live action perdananya, Na Willa bakal menghadirkan potret Indonesia di era 1960-an. Menariknya, potret tersebut justru dilihat dari mata seorang anak perempuan berusia 5 tahun bernama Na Willa.
Baca juga: Visinema Umumkan Film Epik Perang Jawa, Mulai Produksi 2027
Produser Na Willa, Anggia Kharisma, menjelaskan bahwa film ini menjadi langkah penting dalam perjalanan kreatif setelah Jumbo. Setelah sukses lewat animasi Jumbo, film Na Willa, paparnya, bukan sekadar film, tapi sebuah ruang untuk kembali merayakan kehangatan keluarga.
Menurut Anggia, film keluarga bukan hanya hiburan, tetapi juga cara untuk menyentuh hati, menumbuhkan empati, serta mengingatkan publik tentang makna menjadi manusia. Lewat film ini, dia juga ingin mengajak penonton melihat dunia melalui mata anak-anak yang sederhana, jujur, dan penuh rasa ingin tahu.
"Yang menjadi benang merah dari film ini adalah bagaimana kita memaknai ulang masa kanak-kanak kita dahulu. Tentang konflik keluarga, masa kanak-kanak, hingga makanan yang tersaji di meja makan, yang mengingatkan kita untuk pulang," katanya dalam acara konferensi pers Na Willa di Jakarta, Rabu (12/11/25).
Setali tiga uang, sutradara Ryan Adriandhy menyebut Na Willa sebagai proyek impian yang telah dia bayangkan sejak lama. Sineas yang memulai karier sebagai komika itu mengaku sudah jatuh cinta dengan karakter Na Willa sejak pertama kali membaca novelnya yang penuh kejujuran dan kesederhanaan.
Arkian, dia membayangkan bagaimana dunia Na Willa bisa hidup di layar, terutama dari cara pandang seorang anak terhadap dunia, warna-warni era 60-an, hingga musiknya. Namun kali ini, Ryan bakal lebih fokus untuk mengungkap kisah Na Willa pada jilid pertama, alih-alih keseluruhan.
"Sebenarnya yang menginspirasi kami, para orang dewasa, adalah betapa Na Willa itu hampir bisa dibilang tidak punya judgement. Dia selalu punya pertanyaan dan mencari tempatnya di mana, termasuk saat dia dirundung," katanya.
Produser Novia Puspa Sari menjelaskan bahwa Na Willa juga menjadi proyek yang istimewa karena memadukan kekuatan cerita dengan dunia visual yang kaya. Salah satu tantangan dari pembuatan film ini adalah membangun set yang latarnya mengisahkan kota Surabaya pada dekade 60-an.
Dia berharap film ini juga dapat membawa publik pada kenangan masa kecil yang sederhana dan penuh cinta. "Dari desain set hingga nuansa warna yang penuh karakter, kami juga membangun kedekatan para pemain agar kehangatan keluarga Na Willa terasa tulus dan hidup di layar," katanya.
Irma Rihi, pemeran tokoh Mak yang sebelumnya tampil dalam Women from Rote Island, mengungkapkan bahwa karakter Mak mengingatkannya pada sosok ibu yang penuh kasih sayang. Menurutnya, Mak adalah figur yang tampak kuat di luar namun menyimpan kelembutan di dalam.
"Mak adalah seorang ibu yang menuntun anaknya memahami dunia yang sering kali keras dan tidak adil, sambil melindunginya dengan cinta yang tulus," katanya. Dia berharap film ini dapat membuat penonton kembali merasakan hangatnya pelukan seorang ibu.
Na Willa adalah buku karangan musisi Reda Gaudiamo yang terdiri dari tiga jilid, yakni Na Willa; Na Willa dan Rumah dalam Gang; serta Na Willa dan Hari-hari Ramai. Sesuai judulnya, kisah buku ini mengajak pembaca melihat dunia dari karakter utamanya, Na Willa.
Membaca buku ini juga akan mengantarkan pembaca merenungi bahwa dunia anak-anak bukanlah gelembung yang terpisah dari dunia orang dewasa. Tentang bagaimana persahabatan tumbuh, perpisahan terjadi, hingga tragedi dilihat dari kacamata anak kecil yang sedang belajar membaca huruf.
Buku pendek ini juga akan mengajak Genhype mengenal karakter-karakter unik di dalamnya, seperti Dul, Bud, Farida, Pak, Mak, dan Mbok yang menjadi saksi tumbuh kembang Willa. Uniknya, buku ini juga hadir dengan ilustrasi yang ciamik hasil karya ilustrator Cecilia Hidayat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Disutradarai sekaligus ditulis naskahnya oleh Ryan Adriandhy dalam debut film live action perdananya, Na Willa bakal menghadirkan potret Indonesia di era 1960-an. Menariknya, potret tersebut justru dilihat dari mata seorang anak perempuan berusia 5 tahun bernama Na Willa.
Baca juga: Visinema Umumkan Film Epik Perang Jawa, Mulai Produksi 2027
Produser Na Willa, Anggia Kharisma, menjelaskan bahwa film ini menjadi langkah penting dalam perjalanan kreatif setelah Jumbo. Setelah sukses lewat animasi Jumbo, film Na Willa, paparnya, bukan sekadar film, tapi sebuah ruang untuk kembali merayakan kehangatan keluarga.
Menurut Anggia, film keluarga bukan hanya hiburan, tetapi juga cara untuk menyentuh hati, menumbuhkan empati, serta mengingatkan publik tentang makna menjadi manusia. Lewat film ini, dia juga ingin mengajak penonton melihat dunia melalui mata anak-anak yang sederhana, jujur, dan penuh rasa ingin tahu.
"Yang menjadi benang merah dari film ini adalah bagaimana kita memaknai ulang masa kanak-kanak kita dahulu. Tentang konflik keluarga, masa kanak-kanak, hingga makanan yang tersaji di meja makan, yang mengingatkan kita untuk pulang," katanya dalam acara konferensi pers Na Willa di Jakarta, Rabu (12/11/25).
Setali tiga uang, sutradara Ryan Adriandhy menyebut Na Willa sebagai proyek impian yang telah dia bayangkan sejak lama. Sineas yang memulai karier sebagai komika itu mengaku sudah jatuh cinta dengan karakter Na Willa sejak pertama kali membaca novelnya yang penuh kejujuran dan kesederhanaan.
Arkian, dia membayangkan bagaimana dunia Na Willa bisa hidup di layar, terutama dari cara pandang seorang anak terhadap dunia, warna-warni era 60-an, hingga musiknya. Namun kali ini, Ryan bakal lebih fokus untuk mengungkap kisah Na Willa pada jilid pertama, alih-alih keseluruhan.
"Sebenarnya yang menginspirasi kami, para orang dewasa, adalah betapa Na Willa itu hampir bisa dibilang tidak punya judgement. Dia selalu punya pertanyaan dan mencari tempatnya di mana, termasuk saat dia dirundung," katanya.
Produser Novia Puspa Sari menjelaskan bahwa Na Willa juga menjadi proyek yang istimewa karena memadukan kekuatan cerita dengan dunia visual yang kaya. Salah satu tantangan dari pembuatan film ini adalah membangun set yang latarnya mengisahkan kota Surabaya pada dekade 60-an.
Dia berharap film ini juga dapat membawa publik pada kenangan masa kecil yang sederhana dan penuh cinta. "Dari desain set hingga nuansa warna yang penuh karakter, kami juga membangun kedekatan para pemain agar kehangatan keluarga Na Willa terasa tulus dan hidup di layar," katanya.
Irma Rihi, pemeran tokoh Mak yang sebelumnya tampil dalam Women from Rote Island, mengungkapkan bahwa karakter Mak mengingatkannya pada sosok ibu yang penuh kasih sayang. Menurutnya, Mak adalah figur yang tampak kuat di luar namun menyimpan kelembutan di dalam.
"Mak adalah seorang ibu yang menuntun anaknya memahami dunia yang sering kali keras dan tidak adil, sambil melindunginya dengan cinta yang tulus," katanya. Dia berharap film ini dapat membuat penonton kembali merasakan hangatnya pelukan seorang ibu.
Na Willa adalah buku karangan musisi Reda Gaudiamo yang terdiri dari tiga jilid, yakni Na Willa; Na Willa dan Rumah dalam Gang; serta Na Willa dan Hari-hari Ramai. Sesuai judulnya, kisah buku ini mengajak pembaca melihat dunia dari karakter utamanya, Na Willa.
Membaca buku ini juga akan mengantarkan pembaca merenungi bahwa dunia anak-anak bukanlah gelembung yang terpisah dari dunia orang dewasa. Tentang bagaimana persahabatan tumbuh, perpisahan terjadi, hingga tragedi dilihat dari kacamata anak kecil yang sedang belajar membaca huruf.
Buku pendek ini juga akan mengajak Genhype mengenal karakter-karakter unik di dalamnya, seperti Dul, Bud, Farida, Pak, Mak, dan Mbok yang menjadi saksi tumbuh kembang Willa. Uniknya, buku ini juga hadir dengan ilustrasi yang ciamik hasil karya ilustrator Cecilia Hidayat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.