Novel Flesh karya penulis David Szalay. (Sumber foto: Penguin Books)

Penulis David Szalay Raih Booker Prize 2025 Lewat Novel Flesh

12 November 2025   |   10:43 WIB
Image
Nirmala Aninda Manajer Konten Hypeabis.id

Penulis Hungaria-Inggris David Szalay dinobatkan sebagai pemenang Booker Prize 2025 lewat novelnya Flesh. Pengumuman dilakukan dalam upacara di Old Billingsgate, London, pada Senin (10/11/2025) malam. Szalay berhak atas hadiah 50.000 pound dan trofi yang diserahkan langsung oleh pemenang sebelumnya, Samantha Harvey.

Novel Flesh terpilih sebagai karya terbaik oleh panel juri yang diketuai pemenang Booker Prize 1993, Roddy Doyle, menjadikannya pemenang pertama yang pernah memimpin dewan juri penghargaan tersebut. Doyle didampingi novelis Ayọ̀bámi Adébáyọ̀, aktris dan penerbit Sarah Jessica Parker, penulis dan kritikus Chris Power, serta penulis bestseller Kiley Reid.

Baca juga: Profil László Krasznahorkai, Pemenang Penghargaan Nobel 2025 di Bidang Sastra

Dari total 153 karya yang dinilai, para juri mencari karya fiksi panjang terbaik yang ditulis dalam bahasa Inggris dan diterbitkan di Inggris atau Irlandia dalam rentang 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025. Doyle menjelaskan bahwa para juri berdebat lebih dari lima jam, tapi terus kembali pada Flesh karena keunikan dan kesederhanaan yang menakjubkan.

“Kami belum pernah membaca sesuatu seperti ini sebelumnya. Novel ini gelap, tapi merupakan kegembiraan untuk dibaca. Setiap kata, bahkan ruang kosong di antara kata-kata, memiliki makna," ujarnya.

Ditulis dengan gaya prosa yang hemat kata namun penuh daya dorong, Flesh menelusuri perjalanan hidup tokoh utama bernama István, seorang pria yang digambarkan dingin secara emosional dan terseret dalam rangkaian peristiwa di luar kendalinya. Ceritanya melintasi waktu dan ruang, dari lingkungan perumahan sederhana di Hungaria hingga dunia glamor kaum kaya di London.

Lahir di Montreal dari ayah berdarah Hungaria dan ibu asal Kanada, Szalay dibesarkan di London, menempuh pendidikan di Oxford, dan sempat bekerja di dunia periklanan sebelum menulis novel pertamanya, London and the South-East. Kemenangannya tahun ini memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis kontemporer paling berpengaruh di dunia sastra Inggris modern.

Szalay, yang kini tinggal di Wina, dikenal lewat gaya tulisnya yang lugas dan penggambaran karakter yang tajam. Ia sebelumnya masuk daftar pendek Booker Prize 2016 lewat All That Man Is. Dalam esainya untuk The Guardian, Szalay menyebut Flesh lahir dari bayangan kegagalan setelah ia menghentikan proyek novel lain pada 2020.
 


“Saya ingin menulis tentang pengalaman fisik menjadi manusia—bahwa segala aspek hidup berawal dari tubuh,” tulisnya.

Novel Flesh diterbitkan oleh Jonathan Cape, imprint dari Penguin Random House, yang kini mencatat kemenangan ke-10 dalam sejarah Booker Prize. Buku ini mengungguli pesaing kuat seperti Andrew Miller (The Land in Winter), Kiran Desai (The Loneliness of Sonia and Sunny), Susan Choi (Flashlight), Katie Kitamura (Audition), dan Ben Markovits (The Rest of Our Lives).

Doyle menegaskan, meski kompetisi berlangsung ketat, Flesh menonjol karena keberaniannya dalam menghadirkan keheningan dan kerapuhan manusia. Novel ini menggali isu maskulinitas, kelas sosial, migrasi, trauma, seksualitas, dan kekuasaan—tema yang menurut para juri terasa gelap, tapi menawan.

Ditulis dengan prosa yang minimalis tapi intens, Flesh mengikuti kehidupan István, seorang pria dari remaja hingga usia tua yang hidupnya terkoyak oleh serangkaian peristiwa di luar kendalinya. Ceritanya dimulai di Hungaria, di mana István menjalani hubungan terlarang dengan seorang wanita yang lebih tua, hingga akhirnya berpindah ke London dan terjebak dalam dunia kelas atas yang penuh kekuasaan dan kesepian.

Flesh menggali pertanyaan mendalam tentang dorongan hidup, makna eksistensi, dan kehancuran diri, menghadirkan potret tajam tentang keterasingan manusia modern.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Borobudur Writers and Cultural Festival 2025 Hadir di Cirebon, Angkat Tema Islam Nusantara

BERIKUTNYA

Cara Alami Mengatasi Migrain: Pola Hidup Sehat hingga Terapi Akupunktur

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga