Padi Reborn Resmi Luncurkan “Ego”, Tampil Penuh Energi di Sarinah
10 November 2025 |
13:52 WIB
Band legendaris Padi Reborn resmi meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Ego” pada Jumat, 7 November 2025. Lagu ini menjadi single perdana dari album terbaru mereka bertajuk Dua Delapan, yang menandai perjalanan panjang band asal Surabaya tersebut selama 28 tahun di industri musik Tanah Air.
Peluncuran Ego berlangsung meriah di Anjungan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, lewat sebuah pertunjukan musik spesial yang dihadiri ratusan Sobat Padi, sebutan untuk para penggemar mereka. Dalam acara itu, Fadly (vokal), Piyu (gitar), Yoyo (drum), Rindra (bass), dan Ari (gitar) tampil memukau membawakan Ego secara langsung untuk pertama kalinya.
Baca juga: Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Perjalanan Musik dengan Rilis Single “Ego”
Momen dibawakannya Ego untuk pertama kali oleh Padi Reborn mampu menyedot atensi dan rasa penasaran para penonton yang memenuhi area Anjungan Sarinah Thamrin. Ratusan Sobat Padi larut dalam suasana hangat saat lagu Ego mulai terdengar.
Momen itu menjadi saksi bagaimana band ikonik ini terus menyalakan semangat bermusik yang tak pernah padam, diiringi sorak antusias dan kamera ponsel penggemar yang berusaha mengabadikan setiap nada dan lirik baru dari sang idola.
Salah satu Sobat Padi asal Depok, Gita (23 tahun) yang menyaksikan langsung penampilan band idolanya melantunkan lagu Ego mengaku terpukau. Mengetahui band Padi Reborn dari sang ayah, menurutnya, hampir seluruh karya yang dihadirkan memiliki lirik puitis dengan sentuhan musik harmoni, begitu pula dengan Ego.
“Baru dengerin lagu Ego tadi, karena belum sempat dengar di platform digital atau YouTube. Tapi secara musik memang menurut aku Padi Reborn banget. Walaupun secara lirik belum ngeh banget tapi cukup easy listening,” kata Gita.
Menurut Piyu lagu ini berbicara tentang sisi manusia yang kerap terjebak dalam gengsi dan keinginan untuk selalu benar. Sebagai penulis lirik Ego, Piyu menyebut, ego dialami hampir semua orang, baik dalam hubungan sepasang kekasih maupun antar manusia di kehidupan sehari-hari.
“Ego itu seringkali kita lihat pada orang lain, tapi tidak pada diri kita sendiri. Ego menjadi masalah ketika terjadi dalam hubungan, seperti pasangan yang awalnya ingin melanjutkan hubungan, tapi akhirnya lelah karena konflik dan ketidaksetujuan. Namun, mereka menyadari bahwa perasaan cinta lebih besar daripada Ego, dan dengan cinta, hubungan tersebut bisa terselamatkan,” ungkap Piyu.
Secara musikal, Ego menawarkan eksplorasi yang lebih berani dari Padi Reborn. Lagu ini menghadirkan perpaduan antara sentuhan pop-rock dengan warna khas yang telah melekat pada band asal Surabaya ini sejak awal kariernya. Kekuatan aransemen semakin terasa lewat kolaborasi bersama Budapest Scoring Orchestra, yang memberikan napas orkestra megah dan emosional. Rindra mengungkapkan bahwa musik di lagu ini kembali ke roots Padi Reborn.
“Dengan melodi yang kuat, karakter vokal Fadly yang semakin matang, dan harmoni yang khas, Ego adalah bentuk kematangan musikal kami di era sekarang. Meskipun bereksperimen, kami merasa ini adalah musik yang Padi inginkan. Setelah dua single terakhir [Kau Malaikatku dan Langit Biru], kami kembali ke gaya Padi yang lebih akustik. Kami merindukan musik Padi yang seperti ini,” terang Rindra.
Fadly menambahkan bahwa porsi aransemen orkestra pada lagu Ego jauh lebih dominan dibanding karya-karya sebelumnya. Ia mengaku terkesan dapat berkolaborasi dengan Budapest Scoring Orchestra, karena proses live recording membuat hasil akhirnya terdengar lebih maksimal dan memuaskan.
“Pengalaman bekerja dengan orkestra ini luar biasa. Mereka sangat presisi, efisien, dan mampu menjaga keseimbangan musik dengan sangat baik. Ini adalah pengalaman pertama kami bekerja dengan orkestra dalam skala besar dan sangat memperkaya proses pembuatan musik kami,” jelas Fadly.
Lagu Ego juga disebut menjadi jawaban dan hadiah bagi para Sobat Padi yang selama ini selalu memberikan dukungan dan menantikan karya terbaru dari band yang berasal dari Surabaya ini.
“Ego adalah hadiah dari kami untuk Sobat Padi yang selalu ada, dari panggung ke panggung, dari album ke album. Kami tumbuh bersama mereka, dan lagu ini kami persembahkan sebagai ungkapan rasa terima kasih,” ungkap Ari.
Peluncuran Ego menjadi langkah awal menuju perayaan besar Konser Dua Delapan, yang akan digelar pada 31 Januari 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Konser ini akan menjadi puncak selebrasi perjalanan Padi Reborn selama 28 tahun di dunia musik — sebuah malam nostalgia sekaligus perkenalan era baru karya mereka.
“Dua Delapan bagi kami adalah simbol perjalanan panjang yang kami lewati bersama sebagai band. Kami sudah melewati banyak hal, dan rasa kebersamaan kami semakin kuat. Kami berharap energi ini bisa bertahan selama 28 tahun lagi. Dan 28 juga menandakan semangat kami untuk terus tumbuh bersama penggemar, dan dalam waktu dekat, kami akan merayakan perjalanan panjang ini dengan konser besar yang istimewa,” kata Yoyo.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Peluncuran Ego berlangsung meriah di Anjungan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, lewat sebuah pertunjukan musik spesial yang dihadiri ratusan Sobat Padi, sebutan untuk para penggemar mereka. Dalam acara itu, Fadly (vokal), Piyu (gitar), Yoyo (drum), Rindra (bass), dan Ari (gitar) tampil memukau membawakan Ego secara langsung untuk pertama kalinya.
Baca juga: Padi Reborn Rayakan 28 Tahun Perjalanan Musik dengan Rilis Single “Ego”
Momen dibawakannya Ego untuk pertama kali oleh Padi Reborn mampu menyedot atensi dan rasa penasaran para penonton yang memenuhi area Anjungan Sarinah Thamrin. Ratusan Sobat Padi larut dalam suasana hangat saat lagu Ego mulai terdengar.
Momen itu menjadi saksi bagaimana band ikonik ini terus menyalakan semangat bermusik yang tak pernah padam, diiringi sorak antusias dan kamera ponsel penggemar yang berusaha mengabadikan setiap nada dan lirik baru dari sang idola.
Salah satu Sobat Padi asal Depok, Gita (23 tahun) yang menyaksikan langsung penampilan band idolanya melantunkan lagu Ego mengaku terpukau. Mengetahui band Padi Reborn dari sang ayah, menurutnya, hampir seluruh karya yang dihadirkan memiliki lirik puitis dengan sentuhan musik harmoni, begitu pula dengan Ego.
“Baru dengerin lagu Ego tadi, karena belum sempat dengar di platform digital atau YouTube. Tapi secara musik memang menurut aku Padi Reborn banget. Walaupun secara lirik belum ngeh banget tapi cukup easy listening,” kata Gita.
Menurut Piyu lagu ini berbicara tentang sisi manusia yang kerap terjebak dalam gengsi dan keinginan untuk selalu benar. Sebagai penulis lirik Ego, Piyu menyebut, ego dialami hampir semua orang, baik dalam hubungan sepasang kekasih maupun antar manusia di kehidupan sehari-hari.
“Ego itu seringkali kita lihat pada orang lain, tapi tidak pada diri kita sendiri. Ego menjadi masalah ketika terjadi dalam hubungan, seperti pasangan yang awalnya ingin melanjutkan hubungan, tapi akhirnya lelah karena konflik dan ketidaksetujuan. Namun, mereka menyadari bahwa perasaan cinta lebih besar daripada Ego, dan dengan cinta, hubungan tersebut bisa terselamatkan,” ungkap Piyu.
Secara musikal, Ego menawarkan eksplorasi yang lebih berani dari Padi Reborn. Lagu ini menghadirkan perpaduan antara sentuhan pop-rock dengan warna khas yang telah melekat pada band asal Surabaya ini sejak awal kariernya. Kekuatan aransemen semakin terasa lewat kolaborasi bersama Budapest Scoring Orchestra, yang memberikan napas orkestra megah dan emosional. Rindra mengungkapkan bahwa musik di lagu ini kembali ke roots Padi Reborn.
“Dengan melodi yang kuat, karakter vokal Fadly yang semakin matang, dan harmoni yang khas, Ego adalah bentuk kematangan musikal kami di era sekarang. Meskipun bereksperimen, kami merasa ini adalah musik yang Padi inginkan. Setelah dua single terakhir [Kau Malaikatku dan Langit Biru], kami kembali ke gaya Padi yang lebih akustik. Kami merindukan musik Padi yang seperti ini,” terang Rindra.
Fadly menambahkan bahwa porsi aransemen orkestra pada lagu Ego jauh lebih dominan dibanding karya-karya sebelumnya. Ia mengaku terkesan dapat berkolaborasi dengan Budapest Scoring Orchestra, karena proses live recording membuat hasil akhirnya terdengar lebih maksimal dan memuaskan.
“Pengalaman bekerja dengan orkestra ini luar biasa. Mereka sangat presisi, efisien, dan mampu menjaga keseimbangan musik dengan sangat baik. Ini adalah pengalaman pertama kami bekerja dengan orkestra dalam skala besar dan sangat memperkaya proses pembuatan musik kami,” jelas Fadly.
Lagu Ego juga disebut menjadi jawaban dan hadiah bagi para Sobat Padi yang selama ini selalu memberikan dukungan dan menantikan karya terbaru dari band yang berasal dari Surabaya ini.
“Ego adalah hadiah dari kami untuk Sobat Padi yang selalu ada, dari panggung ke panggung, dari album ke album. Kami tumbuh bersama mereka, dan lagu ini kami persembahkan sebagai ungkapan rasa terima kasih,” ungkap Ari.
Peluncuran Ego menjadi langkah awal menuju perayaan besar Konser Dua Delapan, yang akan digelar pada 31 Januari 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Konser ini akan menjadi puncak selebrasi perjalanan Padi Reborn selama 28 tahun di dunia musik — sebuah malam nostalgia sekaligus perkenalan era baru karya mereka.
“Dua Delapan bagi kami adalah simbol perjalanan panjang yang kami lewati bersama sebagai band. Kami sudah melewati banyak hal, dan rasa kebersamaan kami semakin kuat. Kami berharap energi ini bisa bertahan selama 28 tahun lagi. Dan 28 juga menandakan semangat kami untuk terus tumbuh bersama penggemar, dan dalam waktu dekat, kami akan merayakan perjalanan panjang ini dengan konser besar yang istimewa,” kata Yoyo.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.