Piyu & Fadly Padi Reborn, 1 Band Tapi Beda Pandangan Soal Aturan Royalti
29 April 2025 |
22:30 WIB
Meski tergabung dalam band yang sama, Padi Reborn, vokalis Andi Fadly Arifuddin dan gitaris Satriyo Yudi Wahono atau Piyu ternyata tidak selalu memiliki pandangan yang sejalan. Salah satu perbedaan pendapat keduanya mencuat dalam hal aturan royalti.
Keduanya diketahui memiliki persepsi yang berbeda terkait mekanisme pembagian hak tersebut. Piyu yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) dikenal lantang menyuarakan direct license di kalangan penyanyi dan pencipta lagu. Dia juga menjadi salah satu musisi yang mengusulkan adanya direct license bersama Ahmad Dhani.
Baca juga: Pemerintah Godok Aturan Royalti Konser Musik Wajib Bayar di Muka
Sebaliknya, Fadly justru mengambil sikap yang berbeda. Sang vokalis kini tergabung bersama Vibrasi Suara Indonesia (VISI), yang belum lama ini melakukan uji materiil tentang UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi. Mereka melakukan uji materi untuk memastikan aturan hukum royalti, apakah dilakukan kolektif atau justru bisa dilakukan direct license.
Perdebatan pun menjadi tak terelakkan. Belum lama ini, Piyu dan Fadly terlibat dalam sebuah perdebatan terkait aturan main royalti tersebut. Hal ini bermula dari unggahan Piyu di Instagram yang mengapresiasi penyanyi Ari Lasso karena telah melaksanakan aturan royalti, yakni hak moral dengan menyebutkan nama pencipta lagu saat membawakan di atas panggung.
Kemudian, Ari Lasso juga dianggap telah menjalankan hak ekonomi atas sebuah karya dengan direct licensing. Menurutnya, dua aspek ini sudah sesuai dengan sesuai Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014.
Piyu pun mempertanyakan mengapa organisasi VISI, yang diwakili 29 penyanyi, justru masih mengajukan gugatan terkait UU Hak Cipta ke MK. Sebab, menurutnya, aturan UU Hak Cipta sudah jelas dan penyanyi legend, seperti Ari Lasso pun mau mengikuti aturan main, termasuk soal lisensi langsung.
Tak lama setelah unggahan itu dibuat, Fadly turut memberikan komentar. Dia tampak menyatakan keberatan atas unggahan tersebut. Fadly pun dengan tegas menyebut dirinya adalah salah satu dari 29 penyanyi yang mengajukan uji materi ke MK bersama VISI.
“Mas Piyu. Saya ada di 29 itu. Kapan kita bicara langsung?” tulis Fadly.
Piyu merespons komentar tersebut dengan sikap terbuka melalui unggahan, "@fadlypadi13 siap brother." Namun, Fadly kemudian menuliskan komentar lanjutan yang mengisyaratkan adanya ketegangan di antara keduanya: "Saya punya harga diri, brother."
Perbedaan pendapat antara Andi Fadly Arifuddin dan Satriyo Yudi Wahono atau Piyu memang cukup menarik. Sebab, keduanya notabene berada di dalam satu band yang sama. Akan tetapi, keduanya tak sependapat dalam hal royalti.
Hal tersebut pun sempat dikomentari oleh Armand Maulana, ketua VISI. Armand bercerita dirinya sempat kaget saat Fadly memutuskan untuk bergabung dengan organisasinya, alih-alih mengikuti Piyu di AKSI.
Armand menyebut percakapan awal soal perbedaan pendapat antara Fadly dan Piyu sempat pula ditanyakan olehnya. "Saya sempat bertanya, 'Fad, nanti gimana (dengan Piyu)?' dan Fadly menjawab, 'Gak apa-apa Kang, kami punya pandangan masing-masing'," ujar Armand Armand saat ditemui seusai screening film No Other Land di Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2025).
Armand menilai bahwa perbedaan sikap antara Fadly dan Piyu merupakan hal yang wajar dalam dinamika sebuah band. Terbukti, keduanya tetap tampil bersama dalam konser, bahkan masih berkolaborasi untuk menciptakan lagu.
Dirinya pun meyakini, baik Fadly maupun Piyu, sebenarnya memiliki niat yang sama untuk mendukung kelangsungan industri musik Tanah Air. "Kalau kita lihat, Fadly dan Piyu, ya biasa-biasa saja. Tidak ada hal yang terlalu serius. Mereka berdua juga sudah dewasa," tambahnya.
Baca juga: Pandangan Rian D'Masiv Soal Mekanisme Distribusi Royalti yang Ideal di Indonesia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Keduanya diketahui memiliki persepsi yang berbeda terkait mekanisme pembagian hak tersebut. Piyu yang juga sebagai Ketua Umum Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) dikenal lantang menyuarakan direct license di kalangan penyanyi dan pencipta lagu. Dia juga menjadi salah satu musisi yang mengusulkan adanya direct license bersama Ahmad Dhani.
Baca juga: Pemerintah Godok Aturan Royalti Konser Musik Wajib Bayar di Muka
Sebaliknya, Fadly justru mengambil sikap yang berbeda. Sang vokalis kini tergabung bersama Vibrasi Suara Indonesia (VISI), yang belum lama ini melakukan uji materiil tentang UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi. Mereka melakukan uji materi untuk memastikan aturan hukum royalti, apakah dilakukan kolektif atau justru bisa dilakukan direct license.
Perdebatan pun menjadi tak terelakkan. Belum lama ini, Piyu dan Fadly terlibat dalam sebuah perdebatan terkait aturan main royalti tersebut. Hal ini bermula dari unggahan Piyu di Instagram yang mengapresiasi penyanyi Ari Lasso karena telah melaksanakan aturan royalti, yakni hak moral dengan menyebutkan nama pencipta lagu saat membawakan di atas panggung.
Kemudian, Ari Lasso juga dianggap telah menjalankan hak ekonomi atas sebuah karya dengan direct licensing. Menurutnya, dua aspek ini sudah sesuai dengan sesuai Undang-Undang Hak Cipta No. 28 Tahun 2014.
Piyu pun mempertanyakan mengapa organisasi VISI, yang diwakili 29 penyanyi, justru masih mengajukan gugatan terkait UU Hak Cipta ke MK. Sebab, menurutnya, aturan UU Hak Cipta sudah jelas dan penyanyi legend, seperti Ari Lasso pun mau mengikuti aturan main, termasuk soal lisensi langsung.
Tak lama setelah unggahan itu dibuat, Fadly turut memberikan komentar. Dia tampak menyatakan keberatan atas unggahan tersebut. Fadly pun dengan tegas menyebut dirinya adalah salah satu dari 29 penyanyi yang mengajukan uji materi ke MK bersama VISI.
“Mas Piyu. Saya ada di 29 itu. Kapan kita bicara langsung?” tulis Fadly.
Piyu merespons komentar tersebut dengan sikap terbuka melalui unggahan, "@fadlypadi13 siap brother." Namun, Fadly kemudian menuliskan komentar lanjutan yang mengisyaratkan adanya ketegangan di antara keduanya: "Saya punya harga diri, brother."
Berbeda Pendapat itu Wajar
Perbedaan pendapat antara Andi Fadly Arifuddin dan Satriyo Yudi Wahono atau Piyu memang cukup menarik. Sebab, keduanya notabene berada di dalam satu band yang sama. Akan tetapi, keduanya tak sependapat dalam hal royalti.Hal tersebut pun sempat dikomentari oleh Armand Maulana, ketua VISI. Armand bercerita dirinya sempat kaget saat Fadly memutuskan untuk bergabung dengan organisasinya, alih-alih mengikuti Piyu di AKSI.
Armand menyebut percakapan awal soal perbedaan pendapat antara Fadly dan Piyu sempat pula ditanyakan olehnya. "Saya sempat bertanya, 'Fad, nanti gimana (dengan Piyu)?' dan Fadly menjawab, 'Gak apa-apa Kang, kami punya pandangan masing-masing'," ujar Armand Armand saat ditemui seusai screening film No Other Land di Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2025).
Armand menilai bahwa perbedaan sikap antara Fadly dan Piyu merupakan hal yang wajar dalam dinamika sebuah band. Terbukti, keduanya tetap tampil bersama dalam konser, bahkan masih berkolaborasi untuk menciptakan lagu.
Dirinya pun meyakini, baik Fadly maupun Piyu, sebenarnya memiliki niat yang sama untuk mendukung kelangsungan industri musik Tanah Air. "Kalau kita lihat, Fadly dan Piyu, ya biasa-biasa saja. Tidak ada hal yang terlalu serius. Mereka berdua juga sudah dewasa," tambahnya.
Baca juga: Pandangan Rian D'Masiv Soal Mekanisme Distribusi Royalti yang Ideal di Indonesia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.