Illustrasi kepribadian (sumber: Freepik)

Empat Huruf, Seribu Makna: Bagaimana MBTI Berubah Menjadi Identitas Sosial Generasi Muda

05 November 2025   |   11:00 WIB
Image
Bianca Wanda Zakia Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Empat kombinasi huruf seperti ENFP, INTJ, atau ISFJ kini akrab di telinga generasi muda. Tes kepribadian MBTI yang dulu dipakai untuk memahami diri dan dunia kerja, kini menjadi bahasa gaul di dunia maya. Dengan empat huruf, orang memperkenalkan diri, mencari teman, hingga menebak kecocokan pasangan.

Awalnya, MBTI dirancang untuk membantu seseorang memahami cara berpikir dan berinteraksi dengan lingkungannya. Tes ini membagi kepribadian menjadi 16 tipe berdasarkan empat dimensi utama, yaitu cara berinteraksi dengan dunia, cara memproses informasi, cara membuat keputusan, dan cara mengatur kehidupan. Namun di era digital, MBTI tidak lagi berhenti sebagai alat refleksi. Ia kini menjadi bagian dari identitas yang ditampilkan secara publik di ruang daring.

Baca juga: Hubungan MBTI dan Perilaku Mengemudi, Studi Ungkap Risiko Kecelakaan

Fenomena ini diulas dalam penelitian tim KAIST Korea Selatan berjudul “One MBTI Does Not Fit All: Perceptions and Usage of MBTI in Social Media Profiles.” Studi tersebut menunjukkan bahwa MBTI kini tidak hanya dipakai sebagai alat pemahaman diri, tetapi telah berfungsi sebagai simbol sosial.

Banyak pengguna media sosial menuliskan tipe kepribadiannya di bio Instagram atau Tinder untuk memberi gambaran awal tentang diri mereka. Label seperti “INFJ” atau “ENTP” dapat menciptakan kesan sebelum percakapan terjadi.

Melalui analisis ribuan unggahan di Reddit serta survei terhadap lebih dari seratus responden, penelitian ini menemukan tiga motif utama penggunaan MBTI di ruang daring: refleksi diri, pencarian validasi, dan pemahaman hubungan sosial.

Banyak orang berdiskusi mengenai kepribadiannya, membandingkan hasil tes, atau menanyakan kecocokan tipe dengan pasangannya. Namun, di sisi lain, tren ini juga memicu pelabelan berlebihan, misalnya menganggap ENTJ pasti dominan atau INFP selalu sensitif—padahal kepribadian jauh lebih kompleks daripada empat huruf semata.

Di sinilah masalah muncul. Label empat huruf itu, meskipun menarik, kadang mengubah cara kita menilai orang lain. Seorang introvert bisa saja dianggap pendiam padahal hanya butuh waktu lebih lama untuk nyaman. Sementara seseorang dengan tipe ekstrovert mungkin dianggap terlalu terbuka, walau aslinya tidak demikian.

Media sosial mempercepat proses penilaian ini, karena profil seseorang kini menjadi “kesan pertama” yang dibentuk dari visual dan deskripsi singkat.

Menariknya, penelitian tersebut juga menguji bagaimana tampilan MBTI di profil bisa memengaruhi kesan orang lain. Para partisipan diminta menilai beberapa profil yang menampilkan MBTI dengan cara berbeda—ada yang hanya menulis empat huruf, ada juga yang menambahkan persentase seperti “E 52%” atau “I 90%”.

Hasilnya cukup mengejutkan: profil dengan angka yang lebih moderat justru dianggap lebih realistis dan menarik. Artinya, ketika seseorang menunjukkan bahwa dirinya tidak sepenuhnya “I” atau “E”, orang lain jadi lebih mudah menerima dan menilai tanpa bias.

Namun tidak semua orang nyaman menampilkan MBTI di profil. Beberapa responden mengaku takut dihakimi, merasa hasil tesnya tidak akurat, atau menganggap itu terlalu pribadi. Ada juga yang merasa empat huruf itu tidak cukup menggambarkan kompleksitas diri mereka. Seorang partisipan bahkan berkata bahwa lebih baik orang mengenalnya lewat percakapan daripada melalui label kepribadian.

Tren ini menunjukkan satu hal penting: MBTI telah berevolusi menjadi simbol sosial baru, terutama di kalangan muda. Ia bisa jadi alat komunikasi, cara mencari kesamaan, bahkan bahan humor di internet. Tapi jika digunakan tanpa pemahaman, MBTI juga bisa menciptakan jarak dan prasangka.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Roemah Koffie Dukung Keberlanjutan Kopi Lokal Lewat Program Seribu Sarjana Pertanian

BERIKUTNYA

Menemukan Kedewasaan Lewat 10 Pelajaran Stoik Marcus Aurelius

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga