Head of Partnership & PR Treasury Anang (kiri) bersama Art Director Grey Art Gallery Elia Yoesman memberikan paparan saat diskusi bertema Why Art Award Matters pada acara IdeaFest 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11/2025). (Sumber foto: Arief Hermawan P)

IdeaFest 2025 Soroti Perkembangan Art Award yang Pacu Ekosistem Seni di Indonesia

01 November 2025   |   17:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Perkembangan seni di Indonesia menunjukkan dinamika yang makin menarik dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pemicunya adalah maraknya penyelenggaraan art award atau kompetisi seni. Ajang ini bukan hanya berfungsi sebagai ajang penghargaan, melainkan juga sebagai medium pertumbuhan ekosistem. 

Kompetisi-kompetisi ini membuka ruang baru bagi seniman untuk bereksperimen, memperluas audiens, hingga membangun portofolio dan jaringan. Art Director Grey Art Gallery, Elia Yoesman, mengatakan bahwa tujuan utama pihaknya menyelenggarakan kompetisi seni adalah menyediakan ruang yang terbuka bagi para seniman. 

Baca juga: Gusti Bhre Ajak Masyarakat Kelola Warisan Budaya Jadi Aset Ekonomi di IdeaFest 2025

Elia mengatakan kompetisi seni yang diusung galerinya mencoba melihat dan merangkul para seniman yang memiliki potensi, tetapi belum memperoleh kesempatan yang memadai untuk menampilkan karya mereka kepada publik. Melalui kompetisi, pilihana akses untuk itu jadi lebih terbuka. Dengan demikian, cara orang berkarya tak hanya melalui opsi-opsi konvensional semata.

Kendati membuka akses yang lebar, pihaknya tetap berusaha mempertahankan visi galeri yang khas, yakni kompetisinya membawa tema monokromatik. Dengan tema khusus seperti ini, dirinya juga berharap regenerasi seniman-seniman dengan pilihan estetika tersebut bisa terus terjadi di Indonesia.

"Kompetisi ini terbuka luas bagi semua kalangan, baik seniman yang baru memulai karier maupun yang sudah memiliki rekam jejak. Antusiasme pun tergolong besar, tercatat lebih dari 850 karya yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia," ungkapnya.

Dari karya yang masuk, pihaknya kemudian mengkurasi hingga 105 karya. Para finalis pun diberi kesempatan berpameran bersama. Hal ini dilakukan agar karya tersebut juga bisa bertemu dengan publik dan mendapatkan apresiasi. Setelah itu, barulah proses seleksi kembali dilakukan dan akan ditentukan pemenang berdasarkan beberapa kategori, termasuk kategori pilihan penonton.

Tak hanya galeri, kompetisi seni juga mulai menarik perhatian dari sektor non-galeri, termasuk brand. Anang, Head of Partnership & PR Treasury, mengungkapkan bahwa perusahaannya turut menyelenggarakan art award karena melihat adanya kedekatan nilai antara emas dan seni. Menurutnya, keduanya merupakan objek bernilai yang mampu bertahan lintas waktu dan generasi.

Lebih dari itu, Treasury ingin mengambil peran yang lebih bermakna bagi perkembangan seni. Alih-alih sekadar menjadi sponsor, mereka berupaya terlibat langsung dalam proses kreatif, dialog ide, dan penyediaan ruang untuk eksperimentasi. Art Prize yang mereka jalankan telah memasuki tahun ketiga dan menunjukkan perkembangan yang kuat.

"Kompetisi seni ini selalu menarik ya, karena ternyata selalu mampu melahirkan karya-karya baru yang berani, termasuk eksplorasi medium. Salah satunya ialah dengan medium emas," imbuhnya.

Kemudian, Head of Marketing MR DIY Indonesia, Ria Sutrisno, menjelaskan perusahannya tertarik untuk meramaikan art award di Indonesia karena ingin berkontribusi pada aksebilitas para seniman. Dalam kompetisi yang digelarnya, pihaknya membagi dua kategori, yakni pelajar dan umum. 
 

Dampak Besar Kompetisi Seni

 

Art Director Grey Art Gallery Elia Yoesman (kiri) bersama Head of Marketing MR.DIY Indonesia Ria Sutrisno memberikan paparan saat diskusi bertema Why Art Award Matters pada acara IdeaFest 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)

Art Director Grey Art Gallery Elia Yoesman (kiri) bersama Head of Marketing MR.DIY Indonesia Ria Sutrisno memberikan paparan saat diskusi bertema Why Art Award Matters pada acara IdeaFest 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)


Art Director Grey Art Gallery, Elia Yoesman, mengatakan dampak dari penyelenggaraan kompetisi seni tidak berhenti pada proses penjurian atau pemberian penghargaan. Pihaknya sebagai institusi penyelenggara mencoba berstrategi agar art award bukan hanya soal selebrasi semata.

Untuk itulah, pihaknya pun berusaha untuk memperluas eksposur para pemenang kompetisinya dengan beberapa cara. Misalnya, beberapa finalis dan pemenang kompetisi Grey Art Gallery mendapat kesempatan untuk mengikuti pameran lanjutan, termasuk berpartisipasi dalam art fair yang memiliki jangkauan audiens lebih luas. 

Dari kesempatan itu, kata Elia, sejumlah karya berhasil terjual kepada kolektor dan penikmat seni. Di sisi lain, Anang, Head of Partnership & PR Treasury, menyoroti dampak kompetisi seni terhadap eksplorasi medium dan pendekatan visual. 

Menurutnya, ketika seniman yang terbiasa bekerja di medium tertentu kemudian diberikan tantangan untuk bereksperimen, misalnya dengan material emas atau logam, hal tersebut memacu terbukanya perspektif dan gagasan baru dalam proses berkarya. Transformasi ini dinilai memberikan kontribusi signifikan pada perluasan bahasa visual para seniman.

Sementara itu, Head of Marketing MR. DIY Indonesia, Ria Sutrisno, menambahkan bahwa dampak lain yang tidak kalah penting adalah perluasan partisipasi dan jangkauan. Sebab, pemenang kompetisi yang digelarnya akan dikirim ke kompetisi di luar negeri.

Dengan adanya jaringan MR. DIY yang tersebar di berbagai negara, para pemenang kompetisi tingkat nasional memiliki kesempatan untuk bersaing di tingkat regional. Hal ini memberikan peluang bagi karya-karya seniman Indonesia untuk dikenal dan diapresiasi tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Kata Gusti Bhre Soal Tantangan Mengubah Warisan Budaya Jadi IP di IdeaFest 2025

BERIKUTNYA

Coffee Date Bersama Naughty Goat di IdeaFest 2025, Meracik Kopi di Dunia Tanpa NPC

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga