Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025 (sumber : Dewi Andriani/hypeabis)

Peluang Besar Industri Coating, Dari Tren Keberlanjutan hingga Inovasi Teknologi AI

30 October 2025   |   09:40 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Industri cat dan pelapis (coating) saat ini tengah mengalami transformasi. Tak lagi hanya berbicara tentang warna dan tampilan, sektor ini mulai bergerak ke arah keberlanjutan, efisiensi energi, dan inovasi teknologi berbasis artificial inteligence alias AI.

Pergeseran ini menjadi sorotan utama dalam pameran dan konferensi internasional Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025, yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran pada 29 hingga 31 Oktober 2025.

Baca juga: 3 Kiat Memilih Cat Untuk Hunian yang Estetis

Acara berskala internasional ini mempertemukan lebih dari 80 pemain industri global dari Eropa hingga Asia, menghadirkan solusi terkini untuk bahan baku, teknologi aplikasi, hingga sistem produksi ramah lingkungan.

Alexander Mattausch, Executive Director Exhibitions NürnbergMesse GmbH selaku pihak penyelenggara mengatakan bahwa pasar Asia Pasifik tumbuh paling cepat di dunia, dan Indonesia menjadi pasar terbesar di kawasan ini, dua kali lipat dibanding negara Asia Tenggara lain. 

“Itu sebabnya kami hadir di sini. Kami percaya lima hingga sepuluh tahun ke depan, Indonesia bisa menjadi salah satu pasar coating terbesar di dunia. Pertukaran pengetahuan dan teknologi di kawasan ini menjadi kunci,” tuturnya

Kondisi ini tidak berlebihan seiring dengan pertumbuhan properti, infrastruktur, dan sektor manufaktur yang pesat sehingga mendorong lonjakan kebutuhan cat dekoratif maupun industri.

Konsumsi masyarakat terhadap produk dengan nilai estetika dan fungsionalitas juga kian tinggi sehingga menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha yang mampu berinovasi. Salah satu tren utama yang mendominasi pameran PCS 2025 adalah pergeseran ke produk ramah lingkungan.

Formula berbasis air (water-based paint) kini menjadi fokus utama riset dan pengembangan karena lebih aman, rendah emisi, dan tidak beracun.

Kris R. Adidarma Ketua Asosiasi Perusahaan Cat Indonesia (APCI) mengatakan, saat ini industri coating memang telah bergerak kea rah sustainability. Banyak produk yang mulai mengarah ke lingkungan hijau “Ke depan, cat berbasis air dan rendah emisi, dan non toksik akan menjadi standar, bukan pilihan. Teknologi hijau bukan hanya isu, tapi strategi bisnis yang harus diadopsi industry dalam negeri,” ujarnya.

Kris menjelaskan bahwa banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah memperketat regulasi terhadap bahan kimia berbahaya, termasuk kandungan timbal dalam cat. “Di Indonesia, kami juga tengah berupaya mengeliminasi timbal dari produk-produk cat dekoratif dan sintetik,” ujarnya.

Sebagai pelaku industri, Kris yang juga CEO PT Propan Raya menilai bahwa produsen lokal memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing dengan mengembangkan produk hijau berbasis riset lokal.

PT Propan Raya sendiri telah menjadi Perusahaan cat lokal pertama yang mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia, membuktikan bahwa inovasi berkelanjutan bisa menjadi nilai jual yang kuat. “Teknologinya sudah tersedia. Tinggal bagaimana arah dan komitmen perusahaan untuk menerapkannya,” tambah Kris.

Selain isu lingkungan, inovasi teknologi juga menjadi motor utama transformasi industri ini. Pameran PCS 2025 menampilkan berbagai teknologi terkini mulai dari AI-assisted color matching yang memungkinkan presisi warna tinggi, cat fungsional (functional coatings) yang mampu memantulkan panas atau membersihkan diri, hingga sistem otomasi produksi berbasis data real-time.

“Industri coating bukan hanya soal estetika, tapi soal sains dan efisiensi. Inovasi akan datang dari kolaborasi antara peneliti, produsen, dan pelaku bisnis yang mau beradaptasi dengan perubahan pasar,” ujar Matthias Janz, Director Trade Shows Vincentz Network.

Meski prospeknya besar, industri cat dan pelapis di Indonesia masih menghadapi tantangan utama pada ketergantungan bahan baku impor serta keterbatasan sumber daya manusia terampil di bidang kimia terapan dan rekayasa material. “Kita punya potensi besar, tapi industri petrokimia di Indonesia belum cukup kuat untuk menopang kebutuhan bahan baku cat,” jelasnya.

Karena itulah menurutnya, kolaborasi antara supplier bahan baku, produsen cat, dan lembaga riset sangat penting agar industri ini tumbuh secara berkelanjutan.

Melalui PCS 2025, upaya tersebut mulai tampak nyata. Selain pameran, acara ini juga menghadirkan seminar dan short course gratis yang melibatkan akademisi serta praktisi global. Fokusnya adalah berbagi pengetahuan, membangun jaringan, dan memperkuat kapasitas SDM agar industri lokal siap bersaing di pasar dunia.

Pelaku usaha yang mampu menggabungkan aspek teknologi, keberlanjutan, dan efisiensi produksi akan menjadi pemenang baru di industri coating. “Masa depan industri ini tidak akan dikuasai oleh satu pihak, tapi ditentukan oleh jaringan yang dibangun bersama,” ujar Matthias Janz

Baca juga:   Pacific Coatings Show 2025 Dorong Inovasi Cat Ramah Lingkungan dan Teknologi Berkelanjutan

SEBELUMNYA

5 Alasan Mandi Air Hangat Berdampak Baik untuk Relaksasi Tubuh

BERIKUTNYA

Saat Duo Seniman Menjahit Luka & Menyulam Ingatan di Ara Contemporary

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga