Pacific Coatings Show 2025 Dorong Inovasi Cat Ramah Lingkungan dan Teknologi Berkelanjutan
11 October 2025 |
16:13 WIB
Industri cat dan pelapis kini dituntut bertransformasi menuju teknologi hijau dan ramah lingkungan. Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025 di Jakarta menjadi ajang penting bagi para ahli dan pelaku industri untuk berbagi inovasi, tren, serta solusi berkelanjutan bagi masa depan industri ini.
Pasalnya, produsen cat dan pelapis sangat umum menggunakan bahan kimia berbahaya, resin sintetis, dan pigmen konvensional yang memiliki dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Agar lebih relevan dengan tren global yang menuntut produk lebih estetis sekaligus aman dan berkelanjutan, maka brand atau produsen perlu melakukan inovasi dengan mengembangkan teknologi yang mengurangi emisi, meminimalkan limbah, dan menggunakan bahan baku lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Gaya Hidup Sedentari Kian Meluas, Aktivitas Fisik Masyarakat Turun Jadi 62%
Sebagai respons terhadap tantangan ini, Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025 menghadirkan forum internasional bagi para ahli dan praktisi untuk berbagi solusi dan tren terbaru dengan mengusung tema besar “Painting for Sustainable Future” pada 29 hingga 31 Oktober di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
“Seminar ini menghadirkan berbagai presentasi yang menyoroti terobosan dalam solusi ramah lingkungan dan berbasis bio, serta kemajuan dalam teknologi pelapis pelindung dan arsitektural, teknologi produksi, perlindungan terhadap korosi, dan berbagai inovasi lain yang membentuk masa depan industri ini,” ujar Vanessa Bauersachs, Editor di Vincentz Network.
Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah “Painting a Sustainable Future”, yang akan dibawakan oleh Johnson Ongking, mantan Wakil Presiden Pacific Paint (Boysen) Philippines, Inc., salah satu produsen cat terkemuka di Filipina yang memasok cat arsitektural dan bahan kimia konstruksi untuk pasar lokal maupun internasional.
Presentasi ini juga akan menyinggung kampanye global Cool Roof yang baru diluncurkan, yang menunjukkan bagaimana industri cat dapat berperan dalam mengurangi risiko dari peningkatan suhu ekstrem dengan mendorong masyarakat untuk memilih produk cat yang tepat guna membantu mendinginkan bangunan, kota, bahkan planet kita.
Selain efisiensi energi, pengembangan pigmen dan aditif ramah lingkungan menjadi fokus utama. Inovasi pigmen dan aditif untuk pelapis berbasis air tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menurunkan dampak ekologis industri cat.
Seminar-seminar ini memberikan peluang istimewa bagi para profesional untuk memperdalam pengetahuan, memperluas jejaring, dan menggali pendekatan baru dalam menjawab tantangan industri global saat ini.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti 6 sesi kursus singkat (short course) berdurasi 90 menit secara gratis yang dipandu langsung oleh para pakar internasional terkemuka dari industri dan juga para akademisi internasional.
Program ini mencakup berbagai topik penting, antara lain “Dispersing: Theory and Practice in Paint Production” oleh Dr. Hans-Joachim Jacob dari ystral GmbH, yang membahas prinsip dispersi optimal dalam produksi cat.
Selain itu ada pula “Coatings 101: Introduction to Science and Technology of Coating Formulations” oleh Prof. Raymond Fernando dari California Polytechnic State University (Cal Poly), yang mengulas dasar-dasar formulasi dan teknologi pelapis; “Fundamentals and Characterization of Corrosion” oleh Dr. Eugene Caldona dari North Dakota State University (NDSU), yang menyoroti prinsip dan metode karakterisasi korosi.
Kemudian ada “Titanium Dioxide” oleh Andrew White dari FP-Pigments, yang mengupas pemanfaatan efektif TiOâ‚‚ dalam sistem pelapis modern; serta “Anti-Corrosion Pigments and Additives for Water-Borne Protective Coatings” oleh Dr. Bodan Ma dari ICL/Halox, yang membahas inovasi pigmen dan aditif untuk pelapis pelindung berbasis air.
Seluruh sesi ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis dan pembaruan teknis terkini bagi para profesional di industri cat dan pelapis.
“Kursus singkat ini memberikan pemahaman mendalam mengenai dasar-dasar penting dalam dunia pelapis, sekaligus menjadi kesempatan emas untuk berinteraksi langsung dengan para pemimpin dan pakar industri guna memperluas wawasan,” ujar Jan Johannes, Senior Event Manager Trade Shows di Vincentz Network.
Etty Anggraeni, Direktur Traya Events mengatakan, dengan kombinasi pameran produk inovatif, seminar internasional, dan kursus singkat (short course) eksklusif, PCS 2025 diharapkan menjadi platform utama yang tidak hanya mempertemukan pemasok, distributor, dan produsen cat dan pelapis dari berbagai negara, tetapi juga mendorong kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan inovasi berkelanjutan bagi industri cat dan pelapis di kawasan Asia Tenggara.
Seluruh sesi konferensi dan kursus singkat di Pacific Coatings Show & Conference 2025 dapat diikuti secara gratis. Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta berkesempatan belajar langsung dari para ahli dunia, memperluas jejaring profesional, dan menjelajahi inovasi terbaru di industri cat dan pelapis.
Baca Juga: Super Mahal, Netflix Habiskan Hingga U$480 Juta untuk Musim Terakhir Stranger Things
Pasalnya, produsen cat dan pelapis sangat umum menggunakan bahan kimia berbahaya, resin sintetis, dan pigmen konvensional yang memiliki dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Agar lebih relevan dengan tren global yang menuntut produk lebih estetis sekaligus aman dan berkelanjutan, maka brand atau produsen perlu melakukan inovasi dengan mengembangkan teknologi yang mengurangi emisi, meminimalkan limbah, dan menggunakan bahan baku lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Gaya Hidup Sedentari Kian Meluas, Aktivitas Fisik Masyarakat Turun Jadi 62%
Sebagai respons terhadap tantangan ini, Pacific Coatings Show & Conference (PCS) 2025 menghadirkan forum internasional bagi para ahli dan praktisi untuk berbagi solusi dan tren terbaru dengan mengusung tema besar “Painting for Sustainable Future” pada 29 hingga 31 Oktober di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
“Seminar ini menghadirkan berbagai presentasi yang menyoroti terobosan dalam solusi ramah lingkungan dan berbasis bio, serta kemajuan dalam teknologi pelapis pelindung dan arsitektural, teknologi produksi, perlindungan terhadap korosi, dan berbagai inovasi lain yang membentuk masa depan industri ini,” ujar Vanessa Bauersachs, Editor di Vincentz Network.
Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah “Painting a Sustainable Future”, yang akan dibawakan oleh Johnson Ongking, mantan Wakil Presiden Pacific Paint (Boysen) Philippines, Inc., salah satu produsen cat terkemuka di Filipina yang memasok cat arsitektural dan bahan kimia konstruksi untuk pasar lokal maupun internasional.
Presentasi ini juga akan menyinggung kampanye global Cool Roof yang baru diluncurkan, yang menunjukkan bagaimana industri cat dapat berperan dalam mengurangi risiko dari peningkatan suhu ekstrem dengan mendorong masyarakat untuk memilih produk cat yang tepat guna membantu mendinginkan bangunan, kota, bahkan planet kita.
Selain efisiensi energi, pengembangan pigmen dan aditif ramah lingkungan menjadi fokus utama. Inovasi pigmen dan aditif untuk pelapis berbasis air tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menurunkan dampak ekologis industri cat.
Seminar-seminar ini memberikan peluang istimewa bagi para profesional untuk memperdalam pengetahuan, memperluas jejaring, dan menggali pendekatan baru dalam menjawab tantangan industri global saat ini.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti 6 sesi kursus singkat (short course) berdurasi 90 menit secara gratis yang dipandu langsung oleh para pakar internasional terkemuka dari industri dan juga para akademisi internasional.
Program ini mencakup berbagai topik penting, antara lain “Dispersing: Theory and Practice in Paint Production” oleh Dr. Hans-Joachim Jacob dari ystral GmbH, yang membahas prinsip dispersi optimal dalam produksi cat.
Selain itu ada pula “Coatings 101: Introduction to Science and Technology of Coating Formulations” oleh Prof. Raymond Fernando dari California Polytechnic State University (Cal Poly), yang mengulas dasar-dasar formulasi dan teknologi pelapis; “Fundamentals and Characterization of Corrosion” oleh Dr. Eugene Caldona dari North Dakota State University (NDSU), yang menyoroti prinsip dan metode karakterisasi korosi.
Kemudian ada “Titanium Dioxide” oleh Andrew White dari FP-Pigments, yang mengupas pemanfaatan efektif TiOâ‚‚ dalam sistem pelapis modern; serta “Anti-Corrosion Pigments and Additives for Water-Borne Protective Coatings” oleh Dr. Bodan Ma dari ICL/Halox, yang membahas inovasi pigmen dan aditif untuk pelapis pelindung berbasis air.
Seluruh sesi ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis dan pembaruan teknis terkini bagi para profesional di industri cat dan pelapis.
“Kursus singkat ini memberikan pemahaman mendalam mengenai dasar-dasar penting dalam dunia pelapis, sekaligus menjadi kesempatan emas untuk berinteraksi langsung dengan para pemimpin dan pakar industri guna memperluas wawasan,” ujar Jan Johannes, Senior Event Manager Trade Shows di Vincentz Network.
Etty Anggraeni, Direktur Traya Events mengatakan, dengan kombinasi pameran produk inovatif, seminar internasional, dan kursus singkat (short course) eksklusif, PCS 2025 diharapkan menjadi platform utama yang tidak hanya mempertemukan pemasok, distributor, dan produsen cat dan pelapis dari berbagai negara, tetapi juga mendorong kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan inovasi berkelanjutan bagi industri cat dan pelapis di kawasan Asia Tenggara.
Seluruh sesi konferensi dan kursus singkat di Pacific Coatings Show & Conference 2025 dapat diikuti secara gratis. Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta berkesempatan belajar langsung dari para ahli dunia, memperluas jejaring profesional, dan menjelajahi inovasi terbaru di industri cat dan pelapis.
Baca Juga: Super Mahal, Netflix Habiskan Hingga U$480 Juta untuk Musim Terakhir Stranger Things
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.