Diet (Sumber Foto: Freepik)

5 Metode Diet untuk Turunkan Berat Badan dengan Aman dan Sehat

27 October 2025   |   16:58 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Menurunkan berat badan sering kali menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan penuh godaan makanan tak sehat. Banyak yang ingin turun berat badan dengan cepar, namun tidak semua metode diet cocok atau aman untuk dilakukan dalam waktu singkat.

Kunci utama keberhasilan diet bukan hanya seberapa cepat berat badan turun, melainkan bagaimana tubuh tetap sehat dan bertenaga. Oleh karena itu, penting untuk memilih strategi penurunan berat badan yang efektif namun tetap realistis dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Mengutip Verry Well Health, berikut beberapa metode diet aman yang bisa dilakukan.
 

1. Diet Defisit Kalori

Diet defisit kalori adalah metode menurunkan berat badan dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Ketika tubuh kekurangan energi dari makanan, maka dia akan membakar cadangan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi, sehingga berat badan perlahan turun.

Biasanya, seseorang mengurangi sekitar 500–750 kalori dari total kebutuhan harian, yang dapat menghasilkan penurunan berat badan sekitar 0,5 kg per minggu. Prinsipnya sederhana, yakni tetap makan makanan bergizi, tetapi dengan porsi dan kalori yang terukur. Metode ini efektif dan fleksibel, namun perlu dijalankan secara konsisten dan tidak boleh terlalu ekstrem agar tidak menyebabkan kelelahan atau kekurangan nutrisi.
 

2. Intermittent Fasting

Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur kapan seseorang boleh makan dan kapan harus berpuasa. Fokusnya bukan pada jenis makanan, tetapi pada waktu makan. Salah satu pola paling populer adalah 16:8, yaitu berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jendela waktu 8 jam, misalnya makan dari pukul 12.00 hingga 20.00). Dengan cara ini, asupan kalori harian otomatis berkurang tanpa harus terlalu menghitung porsi.

Selain membantu menurunkan berat badan, metode ini juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan memperbaiki metabolisme. Namun, puasa berselang tidak cocok bagi semua orang, terutama mereka yang memiliki masalah lambung, tekanan darah rendah, atau pola makan tidak teratur.
 

3. Tingkatkan Asupan Protein, Serat, dan Air

Metode ini berfokus pada meningkatkan konsumsi makanan yang memberikan rasa kenyang lebih lama, seperti protein, serat, dan air. Protein membantu membangun otot dan memperlambat pencernaan, sedangkan serat memperpanjang rasa kenyang dan menjaga pencernaan tetap sehat.

Selain itu, air juga berperan penting karena sering kali tubuh salah menafsirkan rasa haus sebagai lapar. Dengan minum cukup air sebelum makan, seseorang dapat mengurangi asupan kalori secara alami. Cara ini tidak ekstrem, mudah diterapkan, dan cocok untuk jangka panjang. Namun, penting untuk tetap menjaga keseimbangan nutrisi dan tidak mengonsumsi protein hewani berlemak tinggi secara berlebihan.
 

4. Kurangi Makanan Olahan dan Gula Tambahan

Mengurangi makanan olahan dan gula tambahan adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Makanan olahan seperti snack, minuman manis, atau fast food biasanya tinggi kalori, lemak jenuh, dan gula, tetapi rendah nutrisi.

Kita bisa menggantinya menggunakan makanan utuh seperti sayuran, buah, nasi merah, oatmeal, dan sumber protein alami, dengan begitu tubuh akan mendapatkan nutrisi yang lebih baik sekaligus mengurangi asupan kalori.

Metode ini membantu menciptakan defisit kalori tanpa harus menghitung kalori secara ketat. Walau di awal terasa sulit karena lidah sudah terbiasa dengan rasa manis dan gurih buatan, setelah 1-2 minggu tubuh biasanya mulai beradaptasi dan merasa lebih ringan serta bertenaga.
 

5. Diet Gaya Mediterania

Diet Mediterania adalah pola makan yang menekankan konsumsi makanan alami dan seimbang seperti sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, serta minyak zaitun sebagai sumber lemak utama.

Diet ini dikenal sebagai salah satu pola makan paling sehat di dunia karena tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kesehatan jantung, menstabilkan kadar gula darah, dan meningkatkan energi tubuh.

Pola ini tidak terlalu membatasi, sehingga mudah dijalankan dalam jangka panjang. Meski hasil penurunan berat badan mungkin tidak secepat metode lain, hasilnya lebih stabil dan kecil kemungkinan berat badan kembali naik. Satu-satunya tantangan mungkin adalah biaya bahan makanan tertentu yang sedikit lebih tinggi.

Baca Juga: Tren Diet Naik, Tapi Kesadaran Obesitas Masih Rendah

SEBELUMNYA

Kasus Pencurian Permata Rp1,5 Triliun di Museum Louvre Mulai Terkuak, Dua Pria Ditangkap

BERIKUTNYA

Mengenal Jenis-jenis Acne Scar, dari Penyebab sampai Perawatannya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga