Komik, Animasi, dan Game Jadi Penggerak Baru Ekonomi Kreatif Nasional
22 October 2025 |
10:00 WIB
Sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan pengaruhnya terhadap perekonomian nasional. Menurut data dari Kementerian Ekonomi Kreatif, kontribusi industri kreatif telah mencapai 7,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024 lalu. Melihat angka tersebut, pemerintah juga memiliki target peningkatan hingga 8,37% pada 2029 mendatang.
Dalam konteks ini, komik, animasi, dan game (ACG) muncul sebagai motor baru yang menggerakkan industri kreatif global. Direktur Percetakan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif RI Iman Santosa menilai ketiganya kinu lebih dari sekadar hiburan. Subsektit ACG juga menjafi wadah pembentukan karakter dan nilai ekonomi yang besar. “Komik berbicara melalui bahasa visual, bahasa yang paling universal di dunia, mampu menembus batas usia, budaya, bahkan bahasa,” ujarnya.
Baca Juga: Legenda Aceh Menuju Layar Dunia, Kementerian Ekraf Dukung Proyek Animasi Malahayati
Iman melihat, dalam agenda besar perayaan budaya pop seperti Infonesia Comic Con X Indonesia Anime Con (INACON) 2025, ruang untuk menumbuhkan kembali semangat komik Indonesia dan memperkuat posisi kreator lokal di kancah internasional terbentang lebar. Dia menilai kolaborasi lintas subsektor dalam ajang ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem kreatif nasional.
Dalam refleksinya, Iman mengenang masa kejayaan komik Indonesia pada era 1980 hingga1990-an. Misalnya, ketika karya lokal seperti Mahabarata dari R.A. Kosasih sempat mendominasi sebelum hadirnya manga dari Jepang. “Kami berharap komik Indonesia ini balik lagi ke masa kejayaan zaman dulu dengan menampilkan budaya Indonesia,” katanya. Bagi Iman, kebangkitan itu bukan nostalgia. Menurutnya, ini bisa menjadi misi untuk menghidupkan kembali nilai dan karakter bangsa lewat cerita visual yang relevan bagi generasi baru.
Ajang seperti Indonesia Comic Con X INACON ini diyakini menjadi titik temu antara ide, seni, dan bisnis. Para kreator bergerak lebih dari menghibur melalui karakter dan cerita. Dalam praktiknya, mereka juga membangun intellectual property (IP) yang berpotensi menembus pasar global.
“Ini adalah dua dunia di satu panggung,” ujar Lulu. Dia menjelaskan perjalanan Indonesia Anime Con bermula pada 2023 dengan nama ICC Pop Asia, kemudian di-rebranding menjadi Indonesia Indonesia Anime Con pada 2024, dan kini disatukan dalam format baru yang lebih inklusif.
Perpaduan dua event besar ini menghadirkan nuansa yang lebih global sekaligus edukatif. Adapun acara ini juga membuka ruang bagi penggemar dan kreator muda untuk mempelajari industri komik dari sisi bisnis dan kreatif. “Para comic entusiast bisa langsung belajar industri komik, baik dari sisi bisnis maupun kreatifnya, lewat workshop kami,” tambah Lulu.
Baca Juga: Komik Klasik Panji Tengkorak Diadaptasi Jadi Film Animasi
Dalam konteks ini, komik, animasi, dan game (ACG) muncul sebagai motor baru yang menggerakkan industri kreatif global. Direktur Percetakan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif RI Iman Santosa menilai ketiganya kinu lebih dari sekadar hiburan. Subsektit ACG juga menjafi wadah pembentukan karakter dan nilai ekonomi yang besar. “Komik berbicara melalui bahasa visual, bahasa yang paling universal di dunia, mampu menembus batas usia, budaya, bahkan bahasa,” ujarnya.
Baca Juga: Legenda Aceh Menuju Layar Dunia, Kementerian Ekraf Dukung Proyek Animasi Malahayati
Iman melihat, dalam agenda besar perayaan budaya pop seperti Infonesia Comic Con X Indonesia Anime Con (INACON) 2025, ruang untuk menumbuhkan kembali semangat komik Indonesia dan memperkuat posisi kreator lokal di kancah internasional terbentang lebar. Dia menilai kolaborasi lintas subsektor dalam ajang ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem kreatif nasional.
Dalam refleksinya, Iman mengenang masa kejayaan komik Indonesia pada era 1980 hingga1990-an. Misalnya, ketika karya lokal seperti Mahabarata dari R.A. Kosasih sempat mendominasi sebelum hadirnya manga dari Jepang. “Kami berharap komik Indonesia ini balik lagi ke masa kejayaan zaman dulu dengan menampilkan budaya Indonesia,” katanya. Bagi Iman, kebangkitan itu bukan nostalgia. Menurutnya, ini bisa menjadi misi untuk menghidupkan kembali nilai dan karakter bangsa lewat cerita visual yang relevan bagi generasi baru.
Ajang seperti Indonesia Comic Con X INACON ini diyakini menjadi titik temu antara ide, seni, dan bisnis. Para kreator bergerak lebih dari menghibur melalui karakter dan cerita. Dalam praktiknya, mereka juga membangun intellectual property (IP) yang berpotensi menembus pasar global.
Dua Dunia di Satu Panggung
Sementara itu, Project Manager myBCA Indonesia Comic Con x INACON Lulu Anwar menilai penyelenggaraan tahun ini memiliki perbedaan mendasar dibanding sebelumnya. Setelah beberapa tahun berjalan terpisah, Indonesia Comic Con dan Indonesia Anime Con itu kini digabungkan menjadi satu platform besar yang mempertemukan dua dunia pop sekaligus merayakan budaya Asia secara global.“Ini adalah dua dunia di satu panggung,” ujar Lulu. Dia menjelaskan perjalanan Indonesia Anime Con bermula pada 2023 dengan nama ICC Pop Asia, kemudian di-rebranding menjadi Indonesia Indonesia Anime Con pada 2024, dan kini disatukan dalam format baru yang lebih inklusif.
Perpaduan dua event besar ini menghadirkan nuansa yang lebih global sekaligus edukatif. Adapun acara ini juga membuka ruang bagi penggemar dan kreator muda untuk mempelajari industri komik dari sisi bisnis dan kreatif. “Para comic entusiast bisa langsung belajar industri komik, baik dari sisi bisnis maupun kreatifnya, lewat workshop kami,” tambah Lulu.
Baca Juga: Komik Klasik Panji Tengkorak Diadaptasi Jadi Film Animasi
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.