Salah satu desain rumah tumbuh. (Sumber gambar: Atelier Bertiga)

Rumah Tumbuh untuk Hunian Kota, Intip Ide Desain & Bujetnya

21 October 2025   |   09:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Konsep rumah tumbuh selama beberapa tahun terakhir banyak diadopsi baik oleh pengembang maupun masyarakat sebagai pilihan hunian. Rumah tumbuh bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin membangun hunian namun dengan bujet terbatas. 
 
Arsitek sekaligus Co-Founder Atelier Bertiga, Mahadiyanto, mengatakan rumah tumbuh ialah konsep hunian yang dibangun hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, sekaligus merancangnya untuk bisa dikembangkan di kemudian hari.

Baca juga: Genteng House, Rumah Tumbuh Unik di Bekasi yang Memanfaatkan Material Bekas
 
Dalam konsep rumah tumbuh, rumah dibangun secara bertahap oleh sang pemilik rumah berdasarkan skala prioritas dan kondisi keuangan pada saat itu. Pembangunan rumah tumbuh dapat berlangsung dalam waktu yang panjang.
 
Pertumbuhan tersebut bisa berupa penambahan massa dan luas bangunan ke samping, bila tanah cukup luas (jenis rumah tumbuh horizontal) ataupun peningkatan lantai bangunan terutama untuk bangunan di lahan terbatas (jenis rumah tumbuh vertikal).
 
Tahapan pembangunan ruang-ruang berikutnya dalam rumah tumbuh umumnya tidak mengubah struktur bangunan awal, melainkan melanjutkan atau menambah. Oleh karena itu, pemilik hunian wajib merencanakan konsep rumah tumbuh yang ingin dibangun dengan matang sejak awal.
 
Misalnya, kondisi keuangan saat ini hanya cukup untuk membangun rumah seluas 72 meter persegi, sementara di sisi lain ada keinginan untuk membuatnya menjadi 100 meter persegi. Maka dibangunlah rumah seluas 72 meter persegi terlebih dulu. Ketika rumah sudah jadi dan lunas, bisa lanjut mempersiapkan dana untuk menambah luas rumah dalam beberapa tahun ke depan sambil menghuni rumah tersebut.
 
"Rumah tumbuh dibangun memang benar-benar sesuai kebutuhan saat itu, bukan berdasarkan kemauan. Tapi desainnya dari awal sudah harus direncakan. Nanti penambahannya seperti apa, misal tambah kamar tidur, memperluas living room, dan sebagainya itu desainnya udah ada," katanya saat ditemui Hypeabis.id di acara Jakarta Architecture Festival di Blok M Hub, Jakarta, Senin (20/10/2025).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Gro House (@gro_house)



Salah satu desain rumah tumbuh yang bisa menjadi rujukan masyarakat khususnya di perkotaan yakni Gro-House Palapa yang dibuat Mahadiyanto pada 2022 lalu. Rumah tumbuh yang terletak di Pasar Minggu ini cukup unik lantaran hanya menggunakan hampir sepertiga atau sekitar 3 x 12 meter persegi dari total luas tanah yang ada yakni sekitar 12 x 14 meter persegi.
 
Sebagian besar lahan justru dibuat taman terbuka yang sekaligus berfungsi sebagai resapan. Sementara bangunan rumah dibuat tumbuh secara vertikal dengan material fasad dan struktur yang didominasi oleh baja. Rumah ini pun mendapat penghargaan IAI Jakarta Awards 2024 untuk kategori bangunan Hunian Kecil.
 
Arsitek yang akrab disapa Yayan itu menjelaskan pada lantai 1 Palapa House, terdapat living room, dining room, dapur, dan kamar tidur tamu yang dapat dibuka sebagai perluasan living room jika tidak digunakan tamu untuk menginap. Sehingga, terdapat ruang dalam 3 x 12 meter persegi tanpa sekat yang cukup lega, serta teras sebagai perluasan dari ruang dalamnya.
 
Material baja digunakan pada rumah tumbuh ini lantaran memiliki fleksibilitas untuk dilakukan perluasan bangunan di masa depan. Tinggal menyambungnya dengan baja yang lain, tanpa harus mengubah struktur bangunan dan merancangnya dari awal.
 
Sementara secara desain, Palapa House mengusung konsep rumah tropis ditandai dengan penggunaan banyak kaca untuk membuat ventilasi silang, termasuk penggunaan perforated plates pada lantai yang juga berfokus pada ventilasi. "Jadi sirkulasi dari bawah ke atas itu juga lancar, termasuk di kamar mandi juga kita bikin sky light," ucapnya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Gro House (@gro_house)


 
Yayan menuturkan perlu dicatat bahwa rumah tumbuh biasanya tidak bisa memenuhi semua keinginan yang diharapkan ada dalam hunian, sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam proses pembangunannya. 
 
Sebaiknya, sejak awal perencanaan membangun hunian, apalagi di lahan kosong, konsep rumah tumbuh sudah digagas. Matangnya perencanaan rumah tumbuh sejak awal sangat mempengaruhi kekuatan struktur bangunan yang akan dikembangkan pada tahap selanjutnya.
 
Hal penting lainnya yang harus dipikirkan pemilik rumah adalah kemungkinan penambahan anggota keluarga dan peningkatan kebutuhan ruang, seperti menambah kamar tidur, kamar mandi, atau memperluas dapur. Dengan kata lain, pemilik rumah harus memiliki orientasi ke masa depan.
 
Selain itu, pada saat menambah luas bangunan rumah ke atas maupun ke samping, perlu memperhatikan regulasi pemerintah setempat. Termasuk, cerdik menyiasati tampak bangunan. Setiap tahapan harus selesai dengan baik dan menampilkan karya yang lengkap dan estetis. Rumah tumbuh tahap 1 seharusnya sudah bisa ditinggali dengan nyaman dan pemilik rumah pun tidak perlu pindah ketika membangun rumah tumbuh tahap 2 dan seterusnya.
 
Juga usahakan setiap tahapan pembangunan rumah tumbuh tidak mengganggu bangunan yang sudah ada dan bahkan mengganggu kegiatan penghuni di dalamnya. Jadi, perlu kejelian dalam memikirkan serta menentukan cara pembangunan rumah tumbuh tahapan selanjutnya.
 
"Rumah tumbuh itu yang penting rumahnya fleksibel buat dikembangin," ucapnya. Ketika ditanya soal bujet, Yayan menuturkan pembangunan rumah tumbuh bisa memakan dana minimal Rp300 juta untuk luas bangunan sekitar 50 meter persegi. Namun, harganya juga tergantung dari luas dan material yang digunakan.

Baca juga: Hypereport: Menciptakan Rumah yang Layak untuk Pulang dalam Keterbatasan Ruang
 
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Work-Life Harmony: Cara Jeff Bezos dan Reid Hoffman Menjawab Mitos Keseimbangan Hidup Modern

BERIKUTNYA

Waspada Osteoporosis Sang ‘Pencuri Senyap’, Cegah & Tangani Sebelum Terlambat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga