Pantone Tetapkan Cloud Dancer sebagai Color of the Year 2026
05 December 2025 |
08:30 WIB
Pantone resmi memperkenalkan Cloud Dancer sebagai Color of the Year 2026, sebuah rona putih lembut yang digambarkan sebagai warna yang seimbang dan menenangkan. Pilihan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak 1999 Pantone mengangkat warna putih sebagai warna tahunan.
Menurut Pantone, Cloud Dancer hadir sebagai simbol ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia modern—sebuah warna dengan nuansa ringan dan “mengalir,” yang dirancang untuk menghadirkan rasa damai. Tim ahli yang memilih warna tahunan tersebut menekankan bahwa Color of the Year selalu bertujuan mencerminkan hubungan antara kondisi budaya dan ekspresi warna.
Baca juga: Pantone Umumkan Mocha Mousse Sebagai Color of the Year 2025
Pantone menjelaskan bahwa Cloud Dancer mencerminkan keinginan bersama untuk awal baru, seperti kanvas kosong yang mengajak kita melepaskan pola pikir lama dan membuka ruang bagi cara pandang yang lebih segar.
Leatrice Eiseman, Direktur Eksekutif Pantone Color Institute, menambahkan bahwa di tengah kebisingan informasi dan gangguan sehari-hari, warna ini menjadi pengingat akan pentingnya kejernihan. Cloud Dancer, katanya, menawarkan momen hening yang membantu kita kembali fokus pada diri sendiri.
“Saat kita berada dalam fase transformasi dan mulai membayangkan ulang masa depan serta posisi kita di dunia, Pantone 11-4201 Cloud Dancer menjadi warna lembut yang menawarkan janji akan pencerahan,” ujar Eiseman.
Sejak 1999, Pantone—yang kerap disebut sebagai otoritas warna paling berpengaruh di dunia—selalu menetapkan satu warna yang dianggap mampu menangkap suasana hati dan arah budaya global untuk tahun berikutnya. Warna terpilih ini biasanya menjadi pusat identitas Pantone selama setahun penuh, muncul dalam berbagai kampanye, produk bermerek Pantone, hingga kolaborasi dengan brand dan seniman internasional.
Di industri global, Color of the Year kerap dipandang sebagai semacam ramalan: apa yang akan dibeli, dikenakan, atau menjadi preferensi konsumen dalam setahun ke depan. Namun, penetapan ini juga sering mencerminkan tren yang sudah berkembang di dunia mode, desain, dan gaya hidup.
Begitu diumumkan, warna tersebut biasanya langsung naik kelas dalam industrinya. Cardiff Garcia pernah menyebut dalam acara Planet Money, mengutip Profesor Regina Blaszczyk dari University of Leeds, bahwa warna pilihan Pantone menjadi semacam selebritas di kalangan industri.
Nuansa senada dengan Cloud Dancer sebenarnya sudah terlihat dalam estetika quiet luxury, tren gaya mahal tapi minim logo yang melambung beberapa tahun lalu lewat momen budaya pop seperti pernikahan Sofia Richie atau sidang publik Gwyneth Paltrow.
Walau 2026 menjadi kali pertama Pantone memilih rona putih sebagai Color of the Year, ini bukan debut Pantone dalam memilih warna yang mempromosikan rasa damai dan menenangkan.
Pada 2011, misalnya, mereka memilih Honeysuckle, merah muda kemerahan yang disebut mampu “mengangkat semangat dan memberi kepercayaan diri menghadapi tantangan hidup.” Setahun sebelumnya, Turquoise dipilih sebagai pelarian menenangkan dari hiruk-pikuk keseharian. Dan di 2024, Pantone mengusung Peach Fuzz untuk mewakili kebutuhan manusia akan kehangatan dan saling merawat.
Cloud Dancer, menurut Pantone, mengingatkan kembali akan perlunya hubungan antarmanusia dan pemahaman satu sama lain. Warna putih juga melambangkan awal yang baru.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menurut Pantone, Cloud Dancer hadir sebagai simbol ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia modern—sebuah warna dengan nuansa ringan dan “mengalir,” yang dirancang untuk menghadirkan rasa damai. Tim ahli yang memilih warna tahunan tersebut menekankan bahwa Color of the Year selalu bertujuan mencerminkan hubungan antara kondisi budaya dan ekspresi warna.
Baca juga: Pantone Umumkan Mocha Mousse Sebagai Color of the Year 2025
Pantone menjelaskan bahwa Cloud Dancer mencerminkan keinginan bersama untuk awal baru, seperti kanvas kosong yang mengajak kita melepaskan pola pikir lama dan membuka ruang bagi cara pandang yang lebih segar.
Leatrice Eiseman, Direktur Eksekutif Pantone Color Institute, menambahkan bahwa di tengah kebisingan informasi dan gangguan sehari-hari, warna ini menjadi pengingat akan pentingnya kejernihan. Cloud Dancer, katanya, menawarkan momen hening yang membantu kita kembali fokus pada diri sendiri.
“Saat kita berada dalam fase transformasi dan mulai membayangkan ulang masa depan serta posisi kita di dunia, Pantone 11-4201 Cloud Dancer menjadi warna lembut yang menawarkan janji akan pencerahan,” ujar Eiseman.
Introducing the Pantone Color of the Year 2026: PANTONE 11-4201 Cloud Dancer. A neutral white that brings calm, clarity, and creative breath in a noisy world.
— PANTONE (@pantone) December 4, 2025
Discover the serenity of Cloud Dancer ↓https://t.co/Wvj4CkwefY#pantone #Coloroftheyear2026 #CloudDancer pic.twitter.com/6kbBU6OqlW
Sejak 1999, Pantone—yang kerap disebut sebagai otoritas warna paling berpengaruh di dunia—selalu menetapkan satu warna yang dianggap mampu menangkap suasana hati dan arah budaya global untuk tahun berikutnya. Warna terpilih ini biasanya menjadi pusat identitas Pantone selama setahun penuh, muncul dalam berbagai kampanye, produk bermerek Pantone, hingga kolaborasi dengan brand dan seniman internasional.
Di industri global, Color of the Year kerap dipandang sebagai semacam ramalan: apa yang akan dibeli, dikenakan, atau menjadi preferensi konsumen dalam setahun ke depan. Namun, penetapan ini juga sering mencerminkan tren yang sudah berkembang di dunia mode, desain, dan gaya hidup.
Begitu diumumkan, warna tersebut biasanya langsung naik kelas dalam industrinya. Cardiff Garcia pernah menyebut dalam acara Planet Money, mengutip Profesor Regina Blaszczyk dari University of Leeds, bahwa warna pilihan Pantone menjadi semacam selebritas di kalangan industri.
Nuansa senada dengan Cloud Dancer sebenarnya sudah terlihat dalam estetika quiet luxury, tren gaya mahal tapi minim logo yang melambung beberapa tahun lalu lewat momen budaya pop seperti pernikahan Sofia Richie atau sidang publik Gwyneth Paltrow.
Walau 2026 menjadi kali pertama Pantone memilih rona putih sebagai Color of the Year, ini bukan debut Pantone dalam memilih warna yang mempromosikan rasa damai dan menenangkan.
Pada 2011, misalnya, mereka memilih Honeysuckle, merah muda kemerahan yang disebut mampu “mengangkat semangat dan memberi kepercayaan diri menghadapi tantangan hidup.” Setahun sebelumnya, Turquoise dipilih sebagai pelarian menenangkan dari hiruk-pikuk keseharian. Dan di 2024, Pantone mengusung Peach Fuzz untuk mewakili kebutuhan manusia akan kehangatan dan saling merawat.
Cloud Dancer, menurut Pantone, mengingatkan kembali akan perlunya hubungan antarmanusia dan pemahaman satu sama lain. Warna putih juga melambangkan awal yang baru.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.