Ilustrasi. (Sumber foto: Freepik/DC Studios)

Gangguan di Amazon Web Services Lumpuhkan Akses ke Zoom hingga Roblox

20 October 2025   |   16:55 WIB
Image
Nirmala Aninda Manajer Konten Hypeabis.id

Gangguan besar pada Amazon Web Services (AWS) menyebabkan ribuan aplikasi dan situs web di berbagai negara tidak dapat berfungsi pada Senin (20/10/2025). Insiden ini berdampak luas terhadap aktivitas digital global, mulai dari layanan komunikasi, hiburan, hingga industri gim daring yang sangat bergantung pada sistem cloud milik Amazon tersebut.

Menurut laporan dari DownDetector, lonjakan laporan gangguan mulai terdeteksi sekitar pukul 07.30 waktu Inggris (02.30 ET). Pengguna di berbagai wilayah melaporkan kesulitan mengakses sejumlah layanan populer seperti Snapchat, Roblox, Fortnite, Wordle, Duolingo, Canva, hingga Epic Games Store.

Baca juga: IGRS Jadi Panduan Orang Tua Pilih Gim Aman untuk Anak, Begini Penjelasan Komdigi

Platform-platform tersebut diketahui mengalami kegagalan koneksi secara serentak, membuat jutaan pengguna di seluruh dunia tidak dapat masuk ke akun mereka, bermain gim, ataupun mengakses konten digital sebagaimana mestinya.

AWS melalui dasbor status resminya menyebut sedang mengalami “operational issue” di pusat data US-EAST-1, Virginia, Amerika Serikat. Perusahaan menyatakan bahwa para insinyur telah “langsung dikerahkan untuk mengurangi dampak dan menyelidiki akar masalah”.

Belum ada penjelasan teknis mendetail, tetapi gangguan tersebut diketahui memengaruhi layanan DynamoDB API dan sistem DNS resolution di wilayah tersebut.

Masalah pada AWS menyebabkan gangguan berantai di berbagai sektor. Di Inggris, layanan perbankan seperti Lloyds, Halifax, dan Bank of Scotland dilaporkan tidak bisa diakses. Sementara di dunia gim, jutaan pemain Fortnite, Roblox, dan Wordle melaporkan gagal masuk ke server. Situs toko digital Epic Games Store juga menampilkan pesan error dan tidak bisa memuat halaman pembelian.

“Kami mulai melihat tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Sebagian besar permintaan kini sudah berhasil diproses. Kami masih bekerja menyelesaikan antrean permintaan yang tertunda dan akan terus memberikan pembaruan,” tulis AWS dalam pernyataan terbarunya, dikutip dari BBC News dan TechRadar.

AWS menegaskan tengah bekerja keras untuk memulihkan seluruh layanan yang terdampak. Pihak perusahaan menyebut sebagian sistem sudah kembali berjalan normal dan permintaan kini sebagian besar telah berhasil diproses.

Amazon Web Services sendiri merupakan penyedia layanan cloud computing terbesar di dunia dan menjadi infrastruktur bagi jutaan situs dan aplikasi. Layanan ini digunakan oleh berbagai perusahaan teknologi besar, mulai dari Netflix, Zoom, Slack, hingga Epic Games, sehingga setiap gangguan di AWS bisa berdampak luas terhadap ekosistem digital global.

Meski demikian, AWS dan para pakar keamanan siber menegaskan tidak ada indikasi serangan siber dalam insiden kali ini. Sebagian besar kasus seperti ini biasanya disebabkan oleh kesalahan konfigurasi internal, pembaruan sistem yang gagal, atau gangguan teknis pada jaringan data center.

Per Senin sore waktu setempat, AWS menyatakan bahwa sebagian besar layanan sudah pulih, tetapi proses normalisasi penuh masih berlangsung. Para pengguna di berbagai negara kini mulai melaporkan akses ke aplikasi dan situs yang sebelumnya lumpuh sudah kembali normal secara bertahap.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Drama Korea A Hundred Memories Tamat dengan Rating Tertinggi Sejak Tayang Perdana

BERIKUTNYA

Setahun Pemerintah Prabowo-Gibran, JPPI: Arah Pendidikan Nasional Jauh dari Amanat Konstitusi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga