Ilustrasi (sumber gambar: Fauxels/Pexels)

98 Persen Pekerja Indonesia Akui Butuh Peningkatan Kapasitas di Bidang Digital

23 March 2022   |   06:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Amazon Web Services, Inc. (AWS), anak perusahaan Amazon.com, mencatat 98 persen pekerja di Indonesia membutuhkan peningkatan kapasitas di bidang digital, terutama dalam penerapan teknologi mutakhir dalam tugas sehari-hari guna beradaptasi dengan dinamika baru yang terjadi di dunia kerja.

Laporan bertajuk AWS Building Skills for the Changing Workforce disusun berdasarkan hasil survei yang menyasar 1.035 karyawan dengan kecakapan digital, baik yang berkecimpung di bidang teknologi maupun nanoteknologi serta 300 orang berstatus sebagai pemberi kerja yang mewakili organisasi atau perusahaan di Indonesia yang berasal dari sektor publik, swasta, dan nirlaba dalam skala organisasi yang beragam.

Dalam hasil riset tersebut, pelatihan untuk meningkatkan kecakapan, seperti dalam menggunakan peranti-peranti berbasis cloud, peranti-peranti pengembang, software komunikasi berbasis cloud, software akuntansi, maupun software customer relationship management (CRM), akan menjadi yang paling banyak diminati pada 2025.

Di samping itu, kecakapan lainnya yang paling banyak diminati oleh responden Indonesia adalah kecakapan di bidang keamanan siber.

Sedangkan, program peningkatan kecakapan di bidang komputasi awan level atas, kemampuan untuk memigrasikan fasilitas on-premises ke cloud, serta perancangan arsitektur cloud diperkirakan bakal masuk ke dalam 10 besar jenis kecakapan digital yang paling banyak diminati di Indonesia.

“76 persen dari kalangan pekerja di Indonesia sadar akan perlunya mengikuti pelatihan kecakapan cloud pada 2025 untuk meningkatkan jenjang karir mereka,” tulis laporan tersebut.

Di sisi lain, sebanyak 60 persen responden pekerja mengatakan bahwa mereka butuh mempelajari tentang pengoperasian peranti-peranti berbasis cloud di tempat kerja.

29 persen responden lainnya dari kalangan pekerja juga merasa bahwa memerlukan pelatihan untuk mengoperasikan migrasi fasilitas-fasilitas on-premises ke cloud dan 16 persen dari mereka merasa perlu mengasah kecakapan dalam merancang arsitektur cloud.

Riset ini juga memprediksi bahwa jenis kecakapan lain, seperti di bidang cloud level atas, di antaranya machine learning, akan banyak dibutuhkan di sektor industri kesehatan, pertanian, teknologi finansial, media, hingga hiburan.

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Belum Lama Rilis, Gim Apex Legends Mobile Sudah Kebobolan Cheater 

BERIKUTNYA

Bermodal Rp1 Juta, Pria Asal Bandung Ini Sukses Bangun Bisnis Online

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: