Museum Louvre Kebobolan, Perhiasan Bersejarah Tak Ternilai Raib Digondol Maling
20 October 2025 |
03:35 WIB
Kabar mengejutkan datang dari Paris, Prancis. Museum Louvre yang dikenal memiliki keamanan mumpuni, kebobolan. Perhiasan bersejarah yang harganya tidak ternilai telah dicuri oleh sekelompok malaing profesional.
Seperti dilansir dari The Guardian, kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez kepada radio France Inter. Saat mengunjungi lokasi kejadian, Nunez mengungkapkan para pencuri beraksi dengan terorganisir untuk membawa kabur perhiasan tersebut.
Baca juga: Hypepereport: Potret Kini & Tata Kelola Museum serta Urgensi Pengesahan RUU Permuseuman
Mereka beraksi pada pukul 09.30 waktu setempat, Minggu, 19 Oktober 2025. Tidak hanya itu, Nunez juga mengungkapkan bahwa para pencuri hanya membutuhkan waktu 7 menit untuk kabur bersama perhiasan tersebut. “Mereka mencuri perhiasan yang memiliki nilai warisan sejati — nilai warisan yang tak ternilai,” ujarnya.
Setelah pencurian tersebut, para petugas segera memeriksa basket lift di samping bangunan Louvre pada Minggu. Pihak yang berwenang menduga tempat ini adalah “pintu” masuk para pencuri ke dalam museum.
Dalam aksinya, pencuri mendekati gedung dari luar melalui lokasi yang sedang ada pekerjaan pembangunan. Mereka menggunakan truk dan lift barang untuk mengakses museum. Setelah itu, para pelaku menggunakan gerinda untuk memecahkan jendela dan masuk ke dalam.
Dengan melihat aksi para perampok membobol museum Louvre, Nunez meyakini bahwa mereka adalah tim berpengalaman yang beraksi setelah melakukan pengintaian.
Pada saat ini, pihak berwenang sudah mengetahui jalur pelarian para kelompok pencuri tersebut. Dengan begitu, 3 atau 4 orang tersangka diyakini telah melarikan diri.
Selain itu, polisi juga sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui para perampok bagian dari kelompok yang sudah dikenal karena kejahatan serupa atau bukan. Untuk mengetahui hal itu, penyelidik sedang meneliti rekaman kamera keamanan.
Terkait perhiasan yang dicuri, Nunez enggan bersuara. Namun, dia mengatakan bahwa kelompok pencuri menargetkan dua etalase kaca.
Untuk diketahui, sayap Apollon di Louvre menyimpan koleksi mahkota, diadem, dan perhiasan kerajaan bersejarah. Selain koleksi perhiasan bersejarah, museum Louvre juga memiliki berbagai koleksi karya seni dari para maestro.
Salah satu dari banyak karya yang ada dalam museum ini adalah lukisan Mona Lisa. Banyak orang datang berkunjung ke Louvre untuk melihat langsung lukisan karya Leonardo da Vinci.
Baca juga: Ini Kata Sejarawan tentang Dampak Hilangnya Koleksi Museum yang Dijarah Perusuh
Seperti dilansir dari The Guardian, kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez kepada radio France Inter. Saat mengunjungi lokasi kejadian, Nunez mengungkapkan para pencuri beraksi dengan terorganisir untuk membawa kabur perhiasan tersebut.
Baca juga: Hypepereport: Potret Kini & Tata Kelola Museum serta Urgensi Pengesahan RUU Permuseuman
Mereka beraksi pada pukul 09.30 waktu setempat, Minggu, 19 Oktober 2025. Tidak hanya itu, Nunez juga mengungkapkan bahwa para pencuri hanya membutuhkan waktu 7 menit untuk kabur bersama perhiasan tersebut. “Mereka mencuri perhiasan yang memiliki nilai warisan sejati — nilai warisan yang tak ternilai,” ujarnya.
Setelah pencurian tersebut, para petugas segera memeriksa basket lift di samping bangunan Louvre pada Minggu. Pihak yang berwenang menduga tempat ini adalah “pintu” masuk para pencuri ke dalam museum.
Dalam aksinya, pencuri mendekati gedung dari luar melalui lokasi yang sedang ada pekerjaan pembangunan. Mereka menggunakan truk dan lift barang untuk mengakses museum. Setelah itu, para pelaku menggunakan gerinda untuk memecahkan jendela dan masuk ke dalam.
Dengan melihat aksi para perampok membobol museum Louvre, Nunez meyakini bahwa mereka adalah tim berpengalaman yang beraksi setelah melakukan pengintaian.
Pada saat ini, pihak berwenang sudah mengetahui jalur pelarian para kelompok pencuri tersebut. Dengan begitu, 3 atau 4 orang tersangka diyakini telah melarikan diri.
Selain itu, polisi juga sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui para perampok bagian dari kelompok yang sudah dikenal karena kejahatan serupa atau bukan. Untuk mengetahui hal itu, penyelidik sedang meneliti rekaman kamera keamanan.
Terkait perhiasan yang dicuri, Nunez enggan bersuara. Namun, dia mengatakan bahwa kelompok pencuri menargetkan dua etalase kaca.
Untuk diketahui, sayap Apollon di Louvre menyimpan koleksi mahkota, diadem, dan perhiasan kerajaan bersejarah. Selain koleksi perhiasan bersejarah, museum Louvre juga memiliki berbagai koleksi karya seni dari para maestro.
Salah satu dari banyak karya yang ada dalam museum ini adalah lukisan Mona Lisa. Banyak orang datang berkunjung ke Louvre untuk melihat langsung lukisan karya Leonardo da Vinci.
Baca juga: Ini Kata Sejarawan tentang Dampak Hilangnya Koleksi Museum yang Dijarah Perusuh
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.