Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh (Sumber gambar : Freepik)

Kenali 7 Jenis Gangguan Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya

13 October 2025   |   16:30 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesejahteraan seseorang, tapi kerap kurang mendapat perhatian. Para ahli telah mengidentifikasi lebih dari 200 jenis penyakit mental di seluruh dunia. Ini menunjukkan betapa kompleks dan beragamnya gangguan yang bisa memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak. 

Melansir Alter Behavioral Health, untuk memahami masalah ini lebih dalam, para spesialis biasanya mengelompokkannya ke dalam tujuh kategori utama. Berikut adalah penjelasan dari tujuh jenis gangguan kesehatan mental yang paling umum. 

Baca juga: 5 Langkah Penting Meningkatkan Kesehatan Mental di Indonesia  
 

1. Gangguan Kecemasan 

Kecemasan sebenarnya adalah hal yang wajar dialami setiap orang. Akan tetapi, bagi mereka yang mengalami gangguan kecemasan, perasaan cemas muncul terus-menerus bahkan tanpa alasan yang jelas. Jika tidak ditangani, rasa cemas ini bisa semakin parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari. 

Beberapa jenis gangguan kecemasan yang umum antara lain gangguan kecemasan umum (GAD), gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan gangguan kecemasan sosial.

Cara mengatasi: Terapi psikologis, pengobatan, atau kombinasi keduanya. Dengan terapi, seseorang bisa belajar mengenali tanda-tanda kecemasan dan menggunakan strategi untuk mengelolanya. 
 

2. Gangguan Suasana Hati 

Gangguan ini berhubungan dengan perubahan emosi yang ekstrem, seperti perasaan sangat bahagia (mania) atau sangat sedih (depresi). Kondisi ini dapat berlangsung lama dan sulit dikendalikan. Jenis yang paling umum adalah depresi, bipolar, dan distimia (depresi ringan tapi berkepanjangan).

Cara mengatasi: Kombinasi antara pengobatan dan psikoterapi. Jika tidak ditangani, gangguan suasana hati bisa menyebabkan dampak serius seperti pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. 
 

3. Gangguan Psikotik 

Gangguan psikotik menyebabkan seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan antara kenyataan dan khayalan. Mereka bisa mengalami halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada) atau delusi (meyakini hal yang tidak benar). Contohnya termasuk skizofrenia, gangguan skizoafektif, dan gangguan waham. 

Cara mengatasi: Penderita memerlukan pengobatan medis dan terapi intensif agar bisa kembali memahami realitas dengan lebih baik. 
 

4. Gangguan Pola Makan 

Gangguan ini ditandai dengan hubungan yang tidak sehat terhadap makanan. Meskipun tampak berfokus pada makanan, gangguan ini sering kali berakar dari masalah psikologis yang lebih dalam seperti kebutuhan untuk mengontrol diri. Jenis yang sering ditemui yaitu anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorder

Cara mengatasi: Perlu penanganan profesional, termasuk konseling gizi dan terapi psikologis. 
 

5. Gangguan Kepribadian 

Gangguan ini membuat seseorang memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat, sehingga sulit beradaptasi dalam lingkungan sosial. Beberapa jenisnya meliputi gangguan kepribadian ambang (borderline), narsistik, antisosial, dan gangguan identitas disosiatif. 

Cara mengatasi: Psikoterapi jangka panjang untuk membantu individu memahami dan mengubah pola pikir negatif. 
 

6. Demensia 

Demensia adalah istilah umum untuk kondisi yang menyebabkan penurunan fungsi otak, terutama daya ingat. Dalam kasus berat, penderita bisa lupa cara merawat diri sendiri. Jenis yang paling umum adalah alzheimer, parkinson, dan huntington.

Cara mengatasi: Belum ada obat untuk menyembuhkan demensia sepenuhnya, tetapi terapi dan obat-obatan dapat membantu memperlambat perkembangannya. 
 

7. Autisme 

Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan yang biasanya terdeteksi sejak usia dini. Penderita sering mengalami kesulitan dalam komunikasi, interaksi sosial, dan memahami ekspresi nonverbal.

Cara mengatasi: Terapi perilaku dan psikoterapi dapat membantu penderita belajar beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. 

Baca juga: Mengenal Chronic Loneliness, Rasa Sepi yang Pengaruhi Kesehatan Mental & Fisik 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Paparan Cesium-137 Bertahan di Tubuh 70-110 Hari, Pakar Bagikan Cara Cepat Dekontaminasi

BERIKUTNYA

Inspirasi & Pesan Pemberdayaan Anggi Frisca lewat Film Tegar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga