5 Buku yang Bisa Bikin Genhype Jatuh Cinta Belajar Bahasa Indonesia
12 October 2025 |
17:30 WIB
2
Likes
Like
Likes
Oktober menjadi bulan yang spesial di Indonesia karena diperingati sebagai Bulan Bahasa dan Sastra. Penetapan peringatan ini tidak lepas dari peristiwa bersejarah yaitu Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, yang menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra sendiri dimulai sejak 1980. Salah satu tujuannya agar seluruh masyarakat Indonesia semakin mencintai bahasa Indonesia, dan melestarikannya.
Baca juga: Menelisik Peranan Bahasa Indonesia dalam Suluh Pergerakan & Sejarah Sumpah Pemuda
Oleh karena itu, ini adalah momen yang tepat untuk lebih mencintai bahasa Indonesia. Caranya bisa dengan membaca lima buku bertema bahasa Indonesia berikut ini.
1. Recehan Bahasa
Buku karya Ivan Lanin ini dirilis tahun 2020. Melalui 130 halamannya, Recehan Bahasa memberikan informasi seputar kata-kata bahasa Indonesia yang sering dipakai, tetapi mungkin belum diketahui banyak orang.
Misalnya, asal usul kata “kepo” dan “meme”. Sesuai judulnya, materi dalam buku ini disajikan dengan singkat, tulisan berwarna, dan tambahan ilustrasi yang menarik sehingga tidak membosankan, bahkan untuk orang awam atau pembaca pemula.
Misalnya, asal usul kata “kepo” dan “meme”. Sesuai judulnya, materi dalam buku ini disajikan dengan singkat, tulisan berwarna, dan tambahan ilustrasi yang menarik sehingga tidak membosankan, bahkan untuk orang awam atau pembaca pemula.
2. Berbahasa Indonesia dengan Logis dan Gembira
Dari judulnya saja bisa ditebak bahwa buku karya Iqbal Aji Daryono ini akan menggelitik pembaca. Diterbitkan tahun 2019, buku ini berisi koreksi terhadap kesalahan umum penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat. Penyampaian dalam bentuk esai populer yang ringan membuat pembaca tidak kewalahan mencernanya.
Buku ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia yang benar tak melulu kaku dan formal. Meski mengangkat tema bahasa, penulis juga menyampaikan sedikit kritik dan saran kepada Badan Bahasa mengenai aturan penulisan. Alhasil, banyak sisi menarik dari bahasa Indonesia yang bisa ditemukan dalam buku ini.
Buku ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia yang benar tak melulu kaku dan formal. Meski mengangkat tema bahasa, penulis juga menyampaikan sedikit kritik dan saran kepada Badan Bahasa mengenai aturan penulisan. Alhasil, banyak sisi menarik dari bahasa Indonesia yang bisa ditemukan dalam buku ini.
3. Celetuk Bahasa
Sering bingung dengan perbedaan “membawahi” dan “membawahkan”? Atau “meneladani” dan “meneladankan”? Maka buku karya Uu Suhardi ini adalah jawabannya. Celetuk Bahasa seri satu sampai tiga adalah kumpulan informasi pendek yang mungkin terkesan trivial, padahal penting untuk menghindari kesalahan dalam memilih kata.
Pasalnya, kesalahan pemilihan kata–walaupun hanya beda imbuhan–dapat memberi arti yang berbeda jauh. Belum lagi dalam penulisan formal dengan kata yang harus baku, kesalahan penulisan bisa jadi fatal. Nah, Celetuk Bahasa hadir secara lugas dan menghibur. Sebagai tambahan informasi, buku ini berukuran kecil, sehingga mudah dibawa ke mana pun dan dibaca kapan pun.
4. Perca-Perca Bahasa: Kumpulan Esai
Berbeda dengan buku-buku yang disebutkan sebelumnya, Perca-Perca Bahasa terkesan lebih “serius”. Buku karya Holy Adib ini berisi kumpulan esai yang mengajak pembaca untuk berpikir lebih dalam tentang penggunaan bahasa Indonesia di media massa, film, dan lain-lain.
Pembaca juga akan lebih memahami bahwa sebuah kata bisa memiliki sejarah yang unik, makna yang dalam, dan efek yang besar. Buku ini terbit tahun 2021 dengan jumlah halaman 180.
5. Remah-Remah Bahasa
Buku karya Eko Endarmoko ini tampil dalam bentuk kumpulan esai singkat yang mengajak pembaca melihat sisi lain bahasa Indonesia. Bukan sekadar mana yang baku dan tidak baku, tetapi memberikan alasan-alasan di balik itu. Selain Remah-Remah Bahasa, Eko Endarmoko juga menyusun kamus sinonim kata berjudul Tesamoko: Tesaurus Bahasa Indonesia.
Lima buku di atas bisa jadi pintu gerbang untuk mengenal lebih dalam bahasa Indonesia, agar kita makin cinta dengan bahasa persatuan ini. Jadi, yang mana buku bertema bahasa Indonesia favoritmu?
Pasalnya, kesalahan pemilihan kata–walaupun hanya beda imbuhan–dapat memberi arti yang berbeda jauh. Belum lagi dalam penulisan formal dengan kata yang harus baku, kesalahan penulisan bisa jadi fatal. Nah, Celetuk Bahasa hadir secara lugas dan menghibur. Sebagai tambahan informasi, buku ini berukuran kecil, sehingga mudah dibawa ke mana pun dan dibaca kapan pun.
4. Perca-Perca Bahasa: Kumpulan Esai
Berbeda dengan buku-buku yang disebutkan sebelumnya, Perca-Perca Bahasa terkesan lebih “serius”. Buku karya Holy Adib ini berisi kumpulan esai yang mengajak pembaca untuk berpikir lebih dalam tentang penggunaan bahasa Indonesia di media massa, film, dan lain-lain.
Pembaca juga akan lebih memahami bahwa sebuah kata bisa memiliki sejarah yang unik, makna yang dalam, dan efek yang besar. Buku ini terbit tahun 2021 dengan jumlah halaman 180.
5. Remah-Remah Bahasa
Buku karya Eko Endarmoko ini tampil dalam bentuk kumpulan esai singkat yang mengajak pembaca melihat sisi lain bahasa Indonesia. Bukan sekadar mana yang baku dan tidak baku, tetapi memberikan alasan-alasan di balik itu. Selain Remah-Remah Bahasa, Eko Endarmoko juga menyusun kamus sinonim kata berjudul Tesamoko: Tesaurus Bahasa Indonesia.
Lima buku di atas bisa jadi pintu gerbang untuk mengenal lebih dalam bahasa Indonesia, agar kita makin cinta dengan bahasa persatuan ini. Jadi, yang mana buku bertema bahasa Indonesia favoritmu?
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.