Penyanyi Afgan. (Sumber gambar: Trinity Optima Production)

Afgan Kembali ke Genre Musik Pop lewat Single "Kacamata"

10 October 2025   |   18:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Penyanyi Afgan kembali menyapa penggemarnya dengan merilis single "Kacamata", sebuah lagu bernuansa pop tapi dikemas dengan sentuhan modern dan RnB. Lagu ini menandai kembalinya Afgan mengeksplorasi genre pop, sekaligus menjadi pembuka untuk album ketujuhnya mendatang, Retrospektif.

Lagu “Kacamata” menghadirkan nuansa pop yang melekat pada Afgan, tapi dikemas dengan sentuhan modern dan musik RnB. Aransemen musik lagu ini juga menonjolkan permainan gitar, berbeda dari lagu-lagu Afgan sebelumnya yang lebih banyak bertumpu pada piano dan orkestra.

Sementara dari segi materi, single "Kacamata" bercerita tentang seseorang yang rela mengubah diri dan sudut pandangnya demi meraih cinta, hanya untuk akhirnya menyadari bahwa pengorbanan itu sia-sia karena ditujukan kepada orang yang salah.

Lagu ini menjadi metafora tentang pengkhianatan diri, perubahan, dan bagaimana seringkali kita kehilangan jati diri demi orang lain. Bagi Afgan, selain menjadi simbol perjalanan musiknya, lagu "Kacamata" juga menyimpan pesan mendalam.

"Jangan terlalu berharap sama manusia, karena satu-satunya yang bisa diandalkan adalah Tuhan. Lagu ini reminder buat kita semua, ketika galau jangan sampai kehilangan diri sendiri," kata Afgan dalam keterangan resminya, Jumat (10/10/2025). 

Baca juga: Tiara Andini Rilis Single "Dengar", Pembuka Album Kedua berjudul Edelweiss 
 

Artwork single Kacamata. (Sumber gambar: Trinity Optima Production)

Artwork single Kacamata. (Sumber gambar: Trinity Optima Production)

Dalam menggarap lagu "Kacamata", Afgan menggandeng musisi berbakat Iqbal Siregar, Petra Sihombing, dan Kamga Mohammed. Iqbal membawa ide awal berupa melodi catchy untuk bagian reff, yang kemudian dikembangkan bersama-sama hingga menjadi utuh hanya dalam dua jam. 

Sementara Petra berperan sebagai produser sekaligus komposer, sementara Kamga selain juga berperan sebagai komposer, juga berperan sebagai vocal director. 

Afgan menuturkan proses produksi lagu "Kacamata" berlangsung cepat tapi solid. Rekaman vokal rampung hanya dalam setengah hari, sementara keseluruhan produksi musik hingga mixing dan mastering selesai dalam waktu sekitar dua bulan. Dia pun mengaku tidak sabar untuk merilis lagu ini untuk mengingatkan para pendengarnya musiknya yang terdahulu namun dengan sentuhan kekinian dan musik yang segar. 

“Dengan ritme yang ringan dan lirik yang mudah dikenali, “Kacamata” menghadirkan sebuah feel-good song yang mampu membuat pendengar merasa lebih baik, membuat kita bisa menertawakan kegalauan diri sendiri, serta menyadari bahwa hidup tidak akan selamanya berat. Lagu ini menjadi ajakan untuk menikmati hidup dengan segala suka dukanya," ujarnya. 

Tak hanya lagu,  Afgan juga merilis video musik lagu “Kacamata” yang digarap oleh Shadtoto Prasetio dengan konsep visual bernuansa nostalgia era minimalis 90-an yang diberi sentuhan modern yang segar. Di video ini, Afgan beradu akting dengan Yuki Kato lewat adegan permainan catur, yang menjadi simbol perjalanan cinta; maju, mundur, bertahan, sampai berkorban sebagaimana menggambarkan isi lagunya. 
 


Single "Kacamata" sekaligus menjadi pembuka untuk album ketujuh Afgan, Retrospektif, yang dijadwalkan rilis pada November 2025. Album ini menandai kembalinya sang penyanyi mengeksplorasi genre musik pop yang menjadi akar musikalitasnya.

Retrospektif juga akan menjadi album berbahasa Indonesia pertama Afgan setelah tujuh tahun silam merilis album Dekade (2018), yang melahirkan sejumlah hit seperti "Bawalah Cintaku", "Knock Me Out", "Percayalah", dan "Jodoh Pasti Bertemu".

Sementara dua album terakhirnya, Wallflower (2021) dan AIR (2019), berfokus pada lagu-lagu berbahasa Inggris. Adapun, album Retrospektif akan hadir sebagai album dengan mayoritas lagu berbahasa Indonesia.

"Album Retrospektif ini gue bikin sebagai perjalanan kembali ke roots gue, yaitu musik pop Indonesia. Buat gue, Kacamata merepresentasikan era itu. Selama 15 tahun berkarier, gue dikenal dengan kacamata dan lagu pop. Jadi secara simbolis, single ini sangat pas untuk membuka album," ujar penyanyi berusia 36 tahun itu. 

Baca juga: Reality Club Rilis Single Bertema Krisis Iklim Lewat Album Sonic/Panic Vol. 3  

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Tampil di IN2MF 2025, Rumah Rahma Hadirkan Koleksi Harmony of Coastal Nature Madura

BERIKUTNYA

Kolaborasi Pendopo–INA Trading Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Internasional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga