Tampil di IN2MF 2025, Rumah Rahma Hadirkan Koleksi Harmony of Coastal Nature Madura
11 October 2025 |
06:00 WIB
Suasana panggung Fashion Parade 5 dalam perhelatan fesyen tahunan In2MotionFest (IN2MF) 2025 di JIEXPO Convention Centre & Theatre berubah syahdu ketika koleksi Rumah Rahma rancangan Rahmayulis Saleh melangkah ke atas runway.
Dalam balutan warna maroon, terracotta, dan hitam yang berpadu lembut dengan motif batik Madura, busana-busana tersebut memancarkan aura keanggunan yang feminin sekaligus sarat makna spiritual.
Koleksi bertajuk Harmony of Coastal Nature Madura ini menjadi refleksi Rahmayulis atau akrab disapa Bunda Yuli terhadap keindahan alam dan batin perempuan. Terinspirasi dari keindahan batik Madura dengan warna-warni eksotis khas pesisir, dia menghadirkan delapan tampilan dengan konsep fashion feminim retro, menampilkan siluet dengan detail frill, pleats, ornamen batik dengan silhouette A dan H.
Baca juga: Modest Fashion Indonesia Nomor Satu Dunia: Peluang dan Potensi Bersaing di Level Internasional
Material seperti cotton, chiffon, satin, dan lace digunakan untuk menonjolkan karakter lembut dan ringan. Sementara motif floral batik Madura, baik pada batik dan texture flower lace dengan detail ornament isinan, ranting dan bunga menjadi pusat perhatian.
Aksen frill, pleats, bordir bunga, serta payet dan batuan halus memperkaya tekstur dan detail, menghadirkan kesan mewah tanpa kehilangan kesederhanaan esensialnya. Menurut Rahmayulis, setiap helai kain yang dia olah membawa pesan tentang keindahan dan kekuatan perempuan.
“Aksen floral pada batik menjadi simbol keanggunan perempuan, yang meski lembut, memiliki daya tumbuh dan kekuatan untuk bertahan,” ujarnya.
Transparansi motif floral pada bagian batik menciptakan makna tentang lapisan kepribadian, bahwa kecantikan sejati perempuan bukan hanya yang tampak, melainkan juga di kedalaman dirinya.
Melalui Harmony of Coastal Nature Madura, Rumah Rahma berupaya menghadirkan harmoni antara warisan dan modernitas. Sentuhan retro dari era 1920–1990 terasa dalam potongan outer flowy, dress panjang, hingga detail bell bottom, yang berpadu dengan motif batik khas pesisir. Hasilnya adalah karya yang nostalgia namun tetap kontemporer, klasik sekaligus relevan.
“Saya ingin menyampaikan pesan bahwa perempuan modern, adalah sosok yang mampu menjaga akar tradisi sambil terus berkembang menghadapi zaman, tanpa kehilangan identitasnya,” tuturnya.
Menariknya, perjalanan kreatif Rahmayulis tak dimulai dari dunia mode. Sebelum mendirikan Rumah Rahma pada 2016, dia lebih dulu menekuni dunia jurnalisme sebagai wartawan Bisnis Indonesia. Pengalaman itu menumbuhkan kepekaan dalam bercerita, yang kini dia wujudkan bukan lewat kata, melainkan melalui busana diman setiap koleksi menjadi medium narasi, setiap motif menjadi kalimat visual.
Melalui Rumah Rahma, dia ingin menghadirkan busana yang tak hanya mempercantik tubuh, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan emosional perempuan. Dalam setiap rancangan, dia menanamkan pesan tentang keseimbangan antara kelembutan dan kekuatan, antara tradisi dan modernitas, antara lahir dan batin.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dalam balutan warna maroon, terracotta, dan hitam yang berpadu lembut dengan motif batik Madura, busana-busana tersebut memancarkan aura keanggunan yang feminin sekaligus sarat makna spiritual.
Koleksi bertajuk Harmony of Coastal Nature Madura ini menjadi refleksi Rahmayulis atau akrab disapa Bunda Yuli terhadap keindahan alam dan batin perempuan. Terinspirasi dari keindahan batik Madura dengan warna-warni eksotis khas pesisir, dia menghadirkan delapan tampilan dengan konsep fashion feminim retro, menampilkan siluet dengan detail frill, pleats, ornamen batik dengan silhouette A dan H.
Baca juga: Modest Fashion Indonesia Nomor Satu Dunia: Peluang dan Potensi Bersaing di Level Internasional
Material seperti cotton, chiffon, satin, dan lace digunakan untuk menonjolkan karakter lembut dan ringan. Sementara motif floral batik Madura, baik pada batik dan texture flower lace dengan detail ornament isinan, ranting dan bunga menjadi pusat perhatian.
Aksen frill, pleats, bordir bunga, serta payet dan batuan halus memperkaya tekstur dan detail, menghadirkan kesan mewah tanpa kehilangan kesederhanaan esensialnya. Menurut Rahmayulis, setiap helai kain yang dia olah membawa pesan tentang keindahan dan kekuatan perempuan.
“Aksen floral pada batik menjadi simbol keanggunan perempuan, yang meski lembut, memiliki daya tumbuh dan kekuatan untuk bertahan,” ujarnya.
Transparansi motif floral pada bagian batik menciptakan makna tentang lapisan kepribadian, bahwa kecantikan sejati perempuan bukan hanya yang tampak, melainkan juga di kedalaman dirinya.
Melalui Harmony of Coastal Nature Madura, Rumah Rahma berupaya menghadirkan harmoni antara warisan dan modernitas. Sentuhan retro dari era 1920–1990 terasa dalam potongan outer flowy, dress panjang, hingga detail bell bottom, yang berpadu dengan motif batik khas pesisir. Hasilnya adalah karya yang nostalgia namun tetap kontemporer, klasik sekaligus relevan.
“Saya ingin menyampaikan pesan bahwa perempuan modern, adalah sosok yang mampu menjaga akar tradisi sambil terus berkembang menghadapi zaman, tanpa kehilangan identitasnya,” tuturnya.
Menariknya, perjalanan kreatif Rahmayulis tak dimulai dari dunia mode. Sebelum mendirikan Rumah Rahma pada 2016, dia lebih dulu menekuni dunia jurnalisme sebagai wartawan Bisnis Indonesia. Pengalaman itu menumbuhkan kepekaan dalam bercerita, yang kini dia wujudkan bukan lewat kata, melainkan melalui busana diman setiap koleksi menjadi medium narasi, setiap motif menjadi kalimat visual.
Melalui Rumah Rahma, dia ingin menghadirkan busana yang tak hanya mempercantik tubuh, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan emosional perempuan. Dalam setiap rancangan, dia menanamkan pesan tentang keseimbangan antara kelembutan dan kekuatan, antara tradisi dan modernitas, antara lahir dan batin.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.