Mandalika, NTB (Sumber gambar: Pexels)

Hotel di Mandalika Penuh saat MotoGP 2025, Perputaran Ekonomi Mencapai Rp4,8 Triliun

07 October 2025   |   22:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan ajang balap internasional di Indonesia. Tahun ini, jumlah penonton yang hadir dilaporkan menjadi yang tertinggi sejak pertama kali MotoGP digelar di Mandalika.

Terlepas dari area sirkuit, antusiasme besar ini terlihat juga di berbagai destinasi wisata sekitar Lombok yang ramai dikunjungi penonton selama akhir pekan perlombaan. Lonjakan wisatawan tersebut berdampak langsung terhadap tingkat okupansi akomodasi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melansir data dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, seluruh hotel di kawasan utama terisi penuh hingga mencapai 100%. Sementara itu, rata-rata tingkat hunian hotel di wilayah NTB mencapai 93%.

Bahkan, rumah warga, homestay, dan guest house di Lombok Tengah hingga Mataram ikut disewa oleh penonton yang tidak mendapatkan kamar di sekitar kawasan utama. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan MotoGP membawa dampak nyata terhadap sektor akomodasi dan pariwisata daerah. 

Baca juga: MotoGP Mandalika 2025 Pecahkan Rekor Penonton Tertinggi Sejak Digelar di Indonesia 

Dampak ekonomi dari ajang ini terasa secara signifikan oleh masyarakat lokal. Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi NTB memperkirakan total perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp4,8 triliun yang meliputi sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga penjualan produk kreatif masyarakat.

Aktivitas ekonomi meningkat di berbagai lini baik di kawasan utama Mandalika maupun di wilayah sekitar seperti Praya dan Mataram yang menjadi jalur utama kedatangan penonton.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menyebut bahwa pelaksanaan MotoGP Mandalika tahun ini merupakan yang terbaik sejak pertama kali digelar. Indikatornya antara lain peningkatan kualitas layanan, kesiapan infrastruktur, dan pelibatan masyarakat lokal secara lebih luas. 

Maya mengatakan, sebanyak 2.073 tenaga kerja lokal asal NTB berpartisipasi langsung dalam operasional penyelenggaraan acara baik di sektor hospitality, keamanan, transportasi, maupun logistik. Pelibatan masyarakat dalam event internasional dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan tenaga lokal.

Selain itu, hingga Juni 2025, KEK Mandalika mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp5,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 19.010 orang dan 28 pelaku usaha aktif yang beroperasi di dalam kawasan.

Pemerintah menegaskan berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pengembangan Mandalika sebagai pusat kegiatan pariwisata, olahraga, dan investasi internasional, sekaligus sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Timur Indonesia. 

Ke depan, rencana pengembangan layanan transportasi yang lebih efisien disebut menjadi fokus utama untuk memperkuat konektivitas kawasan Mandalika ini.

Saat ini, pemerintah tengah mengkaji penggunaan Sea-Plane yang dapat menghubungkan Mandalika dengan berbagai destinasi wisata lain di Indonesia. Rencana penggunaan pesawat berukuran kecil itu ditujukan untuk mendukung akses wisatawan ke kawasan Mandalika menjadi lebih cepat dan terintegrasi. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Jadwal dan Cara Membeli Tiket Pertandingan Persahabatan Timnas U23 Indonesia vs India

BERIKUTNYA

Wastra Batik dalam Siluet Kontemporer Karya Julianto sampai Parang Kencana di PIFW 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga