Jumbo Berkompetisi di Sharjah International Film Festival for Children & Youth
06 October 2025 |
11:00 WIB
Kabar terbaru datang dari film animasi Indonesia Jumbo. Karya yang mengisahkan Don dan kawan-kawannya itu berhasil terpilih sebagai official selection di kategori Animated Feature Competition pada Sharjah International Film Festival for Children & Youth. Festival ini akan berlangsung pada 6–12 Oktober 2025.
Visinema menyampaikan kabar tersebut melalui akun media sosial @jumbofilm_id. Dengan begitu, karya sutradara Ryan Adriandhy ini dapat dinikmati masyarakat di Sharjah, Uni Emirat Arab, serta sekitarnya.
Baca juga: Jumbo Tercatat Sebagai Film Tercepat yang Mencapai 10 Juta Penonton di Indonesia
“Untuk teman-teman di Sharjah, selamat menonton film Jumbo!,” demikian tertulis, dikutip Hypeabis.id pada Senin, 6 Oktober 2025.
Menjadi official selection di Sharjah, film Jumbo tak hanya diputar di sana, tetapi juga berkompetisi memperebutkan hadiah sebesar 10.000 AED jika berhasil memenangkan kategori Animated Feature Competition.
Sharjah International Film Festival for Children & Youth sendiri merupakan festival film pertama di Uni Emirat Arab yang didedikasikan untuk anak-anak dan remaja. Ajang ini digagas oleh FUNN, sebuah organisasi yang dibentuk Pemerintah Sharjah di bawah naungan Yang Mulia Sheikha Jawaher Al Qasimi, istri dari Yang Mulia Penguasa Sharjah.
Festival ini berfokus pada peningkatan literasi media bagi anak dan remaja, mendorong kreativitas mereka, sekaligus menampilkan karya-karya terbaik dalam perfilman yang dibuat untuk, oleh, dan tentang generasi muda.
Selain Animated Feature Competition, festival ini juga memiliki beragam kategori lain, antara lain Child & Youth Made Film Competition, Student Made Film Competition, Arabic Short Film Competition, International Short Film Competition, Short Animation Film Competition, Documentary Film Competition, hingga Feature Film Competition.
Film Jumbo bercerita tentang karakter bernama Don yang terus diremehkan oleh teman-temannya karena tubuh besarnya. Pada suatu waktu, Don pun bertekad mengikuti pertunjukan bakat yang diselenggarakan di kampung guna membuktikan bahwa diri lebih dari sekadar anak dengan tubuh besar yang tidak pernah memenangkan apa pun.
Dalam ajang pertunjukan bakat itu, Don berencana menampilkan sandiwara panggung karya peninggalan sang kedua orang tua yang telah tiada. Namun, jalan sang anak untuk tampil tidaklah mulus. Sebelum pertunjukan, salah satu anak yang kerap merundungnya merampas buku tersebut.
Don pun menyusun strategi untuk merebut kembali buku cerita tersebut. Di tengah-tengah diskusi di sebuah bangunan, sesosok anak kecil datang menghampiri untuk meminta bantuan agar dapat bertemu kembali dengan orang tuanya. Don dan kawan-kawannya menyetujui syarat tersebut.
Jumbo sukses membuat pencinta film di dalam negeri berdecak kagum. Hal ini membuatnya menjadi film paling laris di Indonesia sepanjang masa. Setelah itu, karya ini juga diputar di beberapa negara, seperti Singapura dan Taiwan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Visinema menyampaikan kabar tersebut melalui akun media sosial @jumbofilm_id. Dengan begitu, karya sutradara Ryan Adriandhy ini dapat dinikmati masyarakat di Sharjah, Uni Emirat Arab, serta sekitarnya.
Baca juga: Jumbo Tercatat Sebagai Film Tercepat yang Mencapai 10 Juta Penonton di Indonesia
“Untuk teman-teman di Sharjah, selamat menonton film Jumbo!,” demikian tertulis, dikutip Hypeabis.id pada Senin, 6 Oktober 2025.
Menjadi official selection di Sharjah, film Jumbo tak hanya diputar di sana, tetapi juga berkompetisi memperebutkan hadiah sebesar 10.000 AED jika berhasil memenangkan kategori Animated Feature Competition.
Sharjah International Film Festival for Children & Youth sendiri merupakan festival film pertama di Uni Emirat Arab yang didedikasikan untuk anak-anak dan remaja. Ajang ini digagas oleh FUNN, sebuah organisasi yang dibentuk Pemerintah Sharjah di bawah naungan Yang Mulia Sheikha Jawaher Al Qasimi, istri dari Yang Mulia Penguasa Sharjah.
Festival ini berfokus pada peningkatan literasi media bagi anak dan remaja, mendorong kreativitas mereka, sekaligus menampilkan karya-karya terbaik dalam perfilman yang dibuat untuk, oleh, dan tentang generasi muda.
Selain Animated Feature Competition, festival ini juga memiliki beragam kategori lain, antara lain Child & Youth Made Film Competition, Student Made Film Competition, Arabic Short Film Competition, International Short Film Competition, Short Animation Film Competition, Documentary Film Competition, hingga Feature Film Competition.
Film Jumbo bercerita tentang karakter bernama Don yang terus diremehkan oleh teman-temannya karena tubuh besarnya. Pada suatu waktu, Don pun bertekad mengikuti pertunjukan bakat yang diselenggarakan di kampung guna membuktikan bahwa diri lebih dari sekadar anak dengan tubuh besar yang tidak pernah memenangkan apa pun.
Dalam ajang pertunjukan bakat itu, Don berencana menampilkan sandiwara panggung karya peninggalan sang kedua orang tua yang telah tiada. Namun, jalan sang anak untuk tampil tidaklah mulus. Sebelum pertunjukan, salah satu anak yang kerap merundungnya merampas buku tersebut.
Don pun menyusun strategi untuk merebut kembali buku cerita tersebut. Di tengah-tengah diskusi di sebuah bangunan, sesosok anak kecil datang menghampiri untuk meminta bantuan agar dapat bertemu kembali dengan orang tuanya. Don dan kawan-kawannya menyetujui syarat tersebut.
Jumbo sukses membuat pencinta film di dalam negeri berdecak kagum. Hal ini membuatnya menjadi film paling laris di Indonesia sepanjang masa. Setelah itu, karya ini juga diputar di beberapa negara, seperti Singapura dan Taiwan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.