Museum Mandiri merupakan salah satu bangunan tua di kawasan Kota Tua, Jakarta. (Sumber gambar: Kementerian Ekonomi Kreatif)

Revitalisasi Kota Tua Jakarta untuk Penguatan Budaya & Ekraf, Begini Kata Arsitek Cosmas Gozali

06 October 2025   |   10:24 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Lebih dari sekadar peremajaan bangunan lama, revitalisasi Kota Tua Jakarta dinilai memiliki peran strategis melalui pemanfaatan industri kreatif. Transformasi semacam ini telah terbukti berhasil di sejumlah kota dunia, termasuk New York, Amerika Serikat.

Dengan revitalisasi, Kawasan Kota Tua dapat berubah menjadi kawasan kreatif yang hidup dan bernilai ekonomi tinggi tanpa kehilangan identitas sejarahnya. Arsitek sekaligus perwakilan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Cosmas Gozali, menilai bahwa industri kreatif dapat mengubah wajah kawasan bersejarah seperti Kota Tua. 

Menurutnya, kehadiran komunitas kreatif mampu menghidupkan ruang-ruang yang tidak produktif. “Industri kreatif selalu dinamis dan mampu menghidupkan kota,” ujarnya dalam siaran pers Kementerian Ekonomi Kreatif, dikutip Senin (6/10/2025). 

Baca juga: Rekomendasi City Tour Jakarta dari Kota Tua Sampai Blok M 

Cosmas mencontohkan kawasan seperti West London, Shanghai, dan Brooklyn yang dahulu dikenal rawan kriminal, kini berkembang menjadi area bernilai ekonomi tinggi berkat ekosistem kreatif yang tumbuh di sana.

Dia optimistis perubahan serupa juga dapat terwujud di Kota Tua. Gudang-gudang kosong berpotensi disulap menjadi ruang hidup baru yang mendukung kegiatan ekonomi dan sosial.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa revitalisasi Kota Tua merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan aset budaya bangsa. Dia mendorong agar pengembangan kawasan bersejarah ini menjadi contoh sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif. 

“Harapannya kita bisa duduk bersama atas dasar kecintaan terhadap Kota Tua dan tujuan yang sama. Bukan soal dari instansi mana kita berasal, tetapi sebagai warga Indonesia yang ingin membangun kawasan ini secara bertahap dan sistematis agar nilai sejarah tetap terjaga sekaligus menjadi ruang hidup ekonomi kreatif,” ujarnya. 

Irene menambahkan, proses revitalisasi akan dimulai dengan fondasi kolaborasi yang kuat guna menghindari hambatan (bottleneck) dalam pengembangan jangka panjang. 

“Ini merupakan rencana jangka panjang, maka blueprint-nya harus disusun sejak awal agar pengembangannya bertahap dan tidak menimbulkan bottleneck. Karena itu kami melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Mandiri sebagai pemilik aset, MRT Jakarta, serta Tim Ahli Cagar Budaya, untuk memastikan konsep urban renewal ini selaras dengan nilai sejarah kawasan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, menambahkan bahwa revitalisasi Kota Tua sejalan dengan strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun kawasan berorientasi transit dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan konsep Transit Oriented Development (TOD), yakni pengembangan kawasan perkotaan yang mengintegrasikan pemanfaatan lahan dengan layanan transportasi publik.

“Pengembangan kawasan berorientasi transit ini sejalan dengan konsep urban renewal untuk Kota Tua yang sedang kita kembangkan. Apalagi dua tahun lagi Jakarta akan berusia 500 tahun. Kita semua terikat oleh kecintaan terhadap Kota Tua dan ekonomi kreatif, sehingga ini lebih seperti ekosistem yang digerakkan oleh passion,” ujar Atika. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Cedera Akibat Ditabrak, Marc Marquez Minta Pendukungnya Tak Menyalahkan Marco Bezzecchi

BERIKUTNYA

Setelah 30 Tahun, Elvy Sukaesih & Tokyo Ska Paradise Orchestra Reuni di Synchronize Fest 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga