Kiat Merawat Area Intim Sehari-hari, Hindari Pembersih Berbahan Keras
03 October 2025 |
17:00 WIB
Perawatan area intim sering kali dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal menjaga kebersihan bagian tubuh ini sangat penting untuk kenyamanan saat beraktivitas sehari-hari. Selain itu, juga bisa mencegah berbagai masalah, seperti iritasi dan infeksi.
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, Astrid Teresa, menyampaikan sejumlah langkah sederhana untuk merawat area sensitif sehari-hari. Menurutnya, perawatan dasar dimulai dari menjaga kebersihan dan memilih produk yang tepat.
“Yang utama adalah menjaga kebersihan. Kedua, menggunakan produk yang tepat dengan formula lembut. Ketiga, memilih pakaian. Hindari yang terlalu ketat atau bahan yang tidak nyaman, karena dapat menimbulkan gesekan pada area lipatan,” kata dr. Astrid pada Hypeabis.id.
Baca juga: Kulit Area Intim Perlu Perhatian Khusus, Begini Cara Aman Merawatnya
Membersihkan area intim dengan sabun saat mandi saja tidak cukup, katanya, lantaran fungsinya yang terbatas. Sabun hanya termasuk dalam perawatan dasar untuk membersihkan. Akan tetapi, belum cukup untuk mencerahkan kulit di area lipatan dan menjaga keseimbangan pH agar bakteri baik dapat tetap hidup di area tersebut.
“Kalau ingin mengatasi kulit lipatan yang menggelap, sebaiknya gunakan produk khusus yang diformulasikan untuk area sensitif, dengan kandungan yang mencerahkan namun tidak keras,” katanya.
Produk yang dinilai aman umumnya mengandung bahan aktif seperti AHA, BHA, asam laktat (lactic acid), atau niacinamide. Sebaliknya, sebaiknya hindari kandungan yang terlalu keras, misalnya paraben, gliserin, serta parfum dengan aroma yang menyengat.
Produk pembersih area intim juga diformulasikan dengan takaran khusus sehingga aman digunakan. Karena itu, tidak bisa digantikan dengan sabun mandi biasa. “Bakteri baik itu secara alami sudah ada. Kalau produknya terlalu kuat, justru bakteri baik bisa hilang. Jadi pilihlah produk yang gentle,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia mengimbau agar menghindari penggunaan pewangi maupun minyak pada area sensitif. Zat tambahan tersebut justru berisiko memicu iritasi karena tidak dibutuhkan oleh tubuh. Cara terbaik adalah mencegah timbulnya bau, bukan menutupinya dengan pewangi.
Apabila kebersihan area intim diabaikan, berbagai penyakit bisa timbul. Mulai dari infeksi jamur, keputihan abnormal, hingga infeksi saluran kemih yang ditandai dengan rasa nyeri atau perih saat buang air kecil.
Pada kasus yang lebih serius, kebiasaan buruk menjaga kebersihan juga dapat memicu peradangan kronis maupun infeksi berulang yang mengganggu kualitas hidup. Oleh karena itu, menjaga area intim tetap bersih dengan cara yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan.
Baca juga: Apa Itu Femilift? Teknik Meremajakan Organ Intim Wanita
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, Astrid Teresa, menyampaikan sejumlah langkah sederhana untuk merawat area sensitif sehari-hari. Menurutnya, perawatan dasar dimulai dari menjaga kebersihan dan memilih produk yang tepat.
“Yang utama adalah menjaga kebersihan. Kedua, menggunakan produk yang tepat dengan formula lembut. Ketiga, memilih pakaian. Hindari yang terlalu ketat atau bahan yang tidak nyaman, karena dapat menimbulkan gesekan pada area lipatan,” kata dr. Astrid pada Hypeabis.id.
Baca juga: Kulit Area Intim Perlu Perhatian Khusus, Begini Cara Aman Merawatnya
Membersihkan area intim dengan sabun saat mandi saja tidak cukup, katanya, lantaran fungsinya yang terbatas. Sabun hanya termasuk dalam perawatan dasar untuk membersihkan. Akan tetapi, belum cukup untuk mencerahkan kulit di area lipatan dan menjaga keseimbangan pH agar bakteri baik dapat tetap hidup di area tersebut.
“Kalau ingin mengatasi kulit lipatan yang menggelap, sebaiknya gunakan produk khusus yang diformulasikan untuk area sensitif, dengan kandungan yang mencerahkan namun tidak keras,” katanya.
Produk yang dinilai aman umumnya mengandung bahan aktif seperti AHA, BHA, asam laktat (lactic acid), atau niacinamide. Sebaliknya, sebaiknya hindari kandungan yang terlalu keras, misalnya paraben, gliserin, serta parfum dengan aroma yang menyengat.
Produk pembersih area intim juga diformulasikan dengan takaran khusus sehingga aman digunakan. Karena itu, tidak bisa digantikan dengan sabun mandi biasa. “Bakteri baik itu secara alami sudah ada. Kalau produknya terlalu kuat, justru bakteri baik bisa hilang. Jadi pilihlah produk yang gentle,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia mengimbau agar menghindari penggunaan pewangi maupun minyak pada area sensitif. Zat tambahan tersebut justru berisiko memicu iritasi karena tidak dibutuhkan oleh tubuh. Cara terbaik adalah mencegah timbulnya bau, bukan menutupinya dengan pewangi.
Apabila kebersihan area intim diabaikan, berbagai penyakit bisa timbul. Mulai dari infeksi jamur, keputihan abnormal, hingga infeksi saluran kemih yang ditandai dengan rasa nyeri atau perih saat buang air kecil.
Pada kasus yang lebih serius, kebiasaan buruk menjaga kebersihan juga dapat memicu peradangan kronis maupun infeksi berulang yang mengganggu kualitas hidup. Oleh karena itu, menjaga area intim tetap bersih dengan cara yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan.
Baca juga: Apa Itu Femilift? Teknik Meremajakan Organ Intim Wanita
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.