Begini Cara Kopi Kenangan Menjaga Keberlanjutan Kopi Kintamani
03 October 2025 |
08:00 WIB
Di dataran tinggi Kintamani, Bali, kopi arabika tumbuh dengan cita rasa citrus segar yang sudah lama memikat lidah pencinta kopi dunia. Akan tetapi, menjaga keberlanjutan komoditas ini bukan perkara mudah. Perubahan iklim, degradasi lahan, hingga minimnya regenerasi petani menjadi tantangan nyata di lapangan.
Kopi Kenangan, salah satu jaringan kopi terbesar di Asia Tenggara, mencoba menjawab tantangan itu melalui program CSR bertajuk Sip for Sustainability. Diluncurkan bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia 2025, inisiatif ini berfokus memperkuat rantai pasok kopi dari hulu hingga hilir.
“Melalui Sip for Sustainability, kami ingin memastikan setiap tegukan Kopi Kenangan bukan hanya menghadirkan kenikmatan, tetapi juga membawa dampak positif bagi petani, komunitas, dan lingkungan. Kami percaya keberlanjutan hanya bisa dicapai jika kita tumbuh bersama, dari hulu hingga hilir,” ujar Inneke Lestari, Senior Vice President Legal and Corporate Affairs Kenangan Brands di sela kunjungan media ke Kintamani, Bali
Baca juga: 7 Rahasia Bisnis Kopi Kenangan, Tumbuh dari Gerai Kecil Hingga Taklukan Pasar Kopi Internasional
Program ini dirancang tidak sekadar membantu petani di hulu, tetapi juga mendorong partisipasi konsumen di hilir. Bagi petani Kintamani, dukungan nyata hadir dalam bentuk bantuan alat produksi. Kopi Kenangan menyerahkan mesin sutton untuk menyortir biji kopi agar sesuai standar internasional, serta mesin pemotong rumput yang membantu mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Bantuan ini diapresiasi oleh I Kadek Edi, Direktur Utama Karana Global, yang menilai dukungan industri sangat penting untuk meningkatkan daya saing kopi Bali.
“Mesin sortir dan pemotong rumput ini bukan hanya mempermudah kerja petani, tapi juga membantu menjaga standar kualitas yang dibutuhkan pasar ekspor. Dengan kualitas yang konsisten, kopi Kintamani bisa lebih dihargai di panggung global,” ujarnya.
Selain dukungan alat, Kopi Kenangan melibatkan dunia pendidikan untuk memperkuat kapasitas petani. Bersama Fakultas Pertanian Universitas Udayana, mereka menggelar pelatihan bagi 100 petani binaan tentang teknologi ramah lingkungan.
I Putu Sudiarta, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, menekankan pentingnya transisi menuju praktik yang lebih aman. “Penggunaan pestisida kimia masih dominan dan berisiko terhadap kualitas ekspor. Karena itu, pelatihan biopestisida dan teknologi budidaya ramah lingkungan sangat penting agar petani Kintamani bisa terus bersaing di pasar global,” jelasnya.
Generasi muda pun turut disasar melalui program inkubasi bisnis tiga bulan, agar anak-anak petani tidak hanya mewarisi lahan, tetapi juga mampu mengelola usaha kopi secara mandiri dan berkelanjutan.
Keberlanjutan juga berarti mengelola limbah dengan bijak. Melalui gerakan daur ulang, konsumen diajak ikut berkontribusi dengan membawa tumbler, menggunakan tas spunbond, atau membeli merchandise berbahan plastik daur ulang. Tidak berhenti di situ, ampas kopi pun diolah kembali menjadi kompos yang bisa diakses masyarakat di gerai ramah lingkungan Kopi Kenangan.
Langkah-langkah ini mencerminkan filosofi Kenangan BAIK (Bersama Indonesia Kuat) yang menjadi pondasi program. Bukan hanya slogan, melainkan upaya nyata untuk menjadikan kopi Kintamani lebih berdaya saing di pasar global.
Dengan kombinasi bantuan alat, pelatihan berkelanjutan, regenerasi petani muda, hingga gerakan daur ulang bersama konsumen, Kopi Kenangan menegaskan posisinya sebagai pelaku industri yang tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menjaga masa depan kopi Indonesia.
Baca juga: Kopi Kenangan Buka Paket Kemitraan Satu Kenangan, Harga Kopinya Mulai Rp7.000
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kopi Kenangan, salah satu jaringan kopi terbesar di Asia Tenggara, mencoba menjawab tantangan itu melalui program CSR bertajuk Sip for Sustainability. Diluncurkan bertepatan dengan Hari Kopi Sedunia 2025, inisiatif ini berfokus memperkuat rantai pasok kopi dari hulu hingga hilir.
“Melalui Sip for Sustainability, kami ingin memastikan setiap tegukan Kopi Kenangan bukan hanya menghadirkan kenikmatan, tetapi juga membawa dampak positif bagi petani, komunitas, dan lingkungan. Kami percaya keberlanjutan hanya bisa dicapai jika kita tumbuh bersama, dari hulu hingga hilir,” ujar Inneke Lestari, Senior Vice President Legal and Corporate Affairs Kenangan Brands di sela kunjungan media ke Kintamani, Bali
Baca juga: 7 Rahasia Bisnis Kopi Kenangan, Tumbuh dari Gerai Kecil Hingga Taklukan Pasar Kopi Internasional
Program ini dirancang tidak sekadar membantu petani di hulu, tetapi juga mendorong partisipasi konsumen di hilir. Bagi petani Kintamani, dukungan nyata hadir dalam bentuk bantuan alat produksi. Kopi Kenangan menyerahkan mesin sutton untuk menyortir biji kopi agar sesuai standar internasional, serta mesin pemotong rumput yang membantu mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Bantuan ini diapresiasi oleh I Kadek Edi, Direktur Utama Karana Global, yang menilai dukungan industri sangat penting untuk meningkatkan daya saing kopi Bali.
“Mesin sortir dan pemotong rumput ini bukan hanya mempermudah kerja petani, tapi juga membantu menjaga standar kualitas yang dibutuhkan pasar ekspor. Dengan kualitas yang konsisten, kopi Kintamani bisa lebih dihargai di panggung global,” ujarnya.
Selain dukungan alat, Kopi Kenangan melibatkan dunia pendidikan untuk memperkuat kapasitas petani. Bersama Fakultas Pertanian Universitas Udayana, mereka menggelar pelatihan bagi 100 petani binaan tentang teknologi ramah lingkungan.
I Putu Sudiarta, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, menekankan pentingnya transisi menuju praktik yang lebih aman. “Penggunaan pestisida kimia masih dominan dan berisiko terhadap kualitas ekspor. Karena itu, pelatihan biopestisida dan teknologi budidaya ramah lingkungan sangat penting agar petani Kintamani bisa terus bersaing di pasar global,” jelasnya.
Generasi muda pun turut disasar melalui program inkubasi bisnis tiga bulan, agar anak-anak petani tidak hanya mewarisi lahan, tetapi juga mampu mengelola usaha kopi secara mandiri dan berkelanjutan.
Keberlanjutan juga berarti mengelola limbah dengan bijak. Melalui gerakan daur ulang, konsumen diajak ikut berkontribusi dengan membawa tumbler, menggunakan tas spunbond, atau membeli merchandise berbahan plastik daur ulang. Tidak berhenti di situ, ampas kopi pun diolah kembali menjadi kompos yang bisa diakses masyarakat di gerai ramah lingkungan Kopi Kenangan.
Langkah-langkah ini mencerminkan filosofi Kenangan BAIK (Bersama Indonesia Kuat) yang menjadi pondasi program. Bukan hanya slogan, melainkan upaya nyata untuk menjadikan kopi Kintamani lebih berdaya saing di pasar global.
Dengan kombinasi bantuan alat, pelatihan berkelanjutan, regenerasi petani muda, hingga gerakan daur ulang bersama konsumen, Kopi Kenangan menegaskan posisinya sebagai pelaku industri yang tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menjaga masa depan kopi Indonesia.
Baca juga: Kopi Kenangan Buka Paket Kemitraan Satu Kenangan, Harga Kopinya Mulai Rp7.000
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.