Maestro Tari Rianto (Sumber gambar: Abdurachman/Bisnis Indonesia)

Maestro Tari Rianto Kenalkan Lengger sebagai Metode Healing di Jepang

01 October 2025   |   11:38 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Di tangan maestro tari Rianto, kesenian Lengger tak lagi sebatas pertunjukan rakyat dari Banyumas. Gerakannya yang dulu identik dengan hal-hal tradional, kini menjelma menjadi bahasa yang lebih universal. Di Jepang, lengger bahkan diperkenalkan Rianto tak sekadar tradisi, tetapi juga ruang refleksi. 

Di tengah hiruk pikuk kota besar Tokyo, Lengger diam-diam menjadi cara baru bagi warga Negeri Sakura untuk menemukan ketenangan jiwa. Di sana, Rianto melalui sanggar Dewandaru Dance Company, mencoba mengenalkan tarian lengger sebagai metode healing untuk masyarakat Jepang yang setiap harinya bergulat dengan sres tinggi akibat mobilitas dan ritme kerja yang padat.

Rianto mengatakan rutinitas harian yang melelahkan di Jepang sering kali membuat mereka kehilangan ruang untuk melambat dan menenangkan diri. Dalam kondisi tersebut, Rianto meyakini seni tari, dalam hal ini, Lengger, mampu menjadi jembatan yang menghubungkan kembali tubuh, pikiran, dan jiwa.

"Tarian Jawa masih sedikit dikenal di Jepang. Namun, Lengger ini di sana animonya luar biasa. Mereka merasa irama musik dan tarian Banyumas dibutuhkan sekali oleh orang Tokyo," ujar Rianto. 

Baca juga: Rangga Riantiarno Pertahankan Tradisi Lagu dan Tari di Pentas Teater Koma Mencari Semar 

Rianto menyebut Dewandaru Dance Company yang ada di kawasan Bunkyo-ku, Tokyo, itu dalam beberapa tahun terakhir ramai dikunjungi warga Jepang. Studio ini menjadi wadah bagi orang-orang Jepang yang ingin belajar langsung seni tari Jawa, khususnya Lengger.

Meski awalnya ia sendiri yang mengajar, kini pengelolaan studio lebih banyak ditangani istrinya yang berasal dari Jepang. Hal ini membuat kesinambungan pembelajaran tetap terjaga. Kebetulan, sang istri juga mendalami tari Lengger sehingga dapat meneruskan pengajaran dengan baik.

Rianto menyebut minat masyarakat Jepang terhadap kelas ini semakin berkembang. Jika dulu jumlah murid hanya sekitar 25 orang, kini jumlah peserta meningkat hampir empat kali lipat. Menariknya, 85 persen peserta justru datang dari orang Jepang asli.

Menurut Rianto, kekuatan Lengger tidak semata pada keindahan geraknya. Di balik setiap lenggok dan irama, tersimpan pesan yang lebih dalam daripada sekadar hiburan panggung.

Tarian ini mengajarkan kesadaran penuh terhadap tubuh, sebuah sikap untuk lebih mencintai dan menghargai diri sendiri. Dengan ketulusan, setiap penari diajak hadir sepenuhnya dalam momen menari, tanpa beban pikiran yang mengekang.

Dari filosofi itulah, Lengger menghadirkan efek healing. Mereka yang menekuni tarian ini pun akan merasakan kedamaian, bahkan menemukan ruang refleksi baru untuk menjalani hidup dengan lebih seimbang.

“Lengger bisa menjadi healing karena mengajarkan kesadaran diri, mencintai tubuh kita, hingga menenangkan pikiran dari beban pekerjaan. Setiap gerakan juga membawa pesan leluhur yang sarat nilai kemanusiaan,” kata Rianto.

Lebih dari sekadar aktivitas seni, Lengger bagi banyak muridnya di Jepang menjadi ruang untuk melepas penat. Beberapa bahkan mengaku tersentuh hingga meneteskan air mata saat pertama kali merasakan energi tarian ini. Dari situlah, katanya, biasanya akan  lahir keinginan untuk belajar lebih dalam. Baginya, misi memperkenalkan budaya Indonesia bukan sekadar melestarikan tradisi

"Misi saya adalah menyebarkan budaya Indonesia untuk mengurangi tingkat bunuh diri di Jepang. Tari bisa menjadi healing mereka," imbuhnya.

Dengan semakin dikenalnya Lengger di Jepang, Rianto percaya bahwa seni tari dapat menembus batas geografis dan budaya. Dari Banyumas hingga Tokyo, Lengger kini tak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga sebuah terapi jiwa yang relevan hingga di kehidupan modern saat ini. 

Baca juga: Menyelami Tari, Grafis, dan Luka Sejarah di Pameran Agung Kurniawan 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

6 Rekomendasi Buku untuk Memahami Sejarah Peristiwa 1965

BERIKUTNYA

Telaga Biru Cicerem, Pesona Jernih di Tengah Rimbun Jawa Barat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga