Pesepak bola Timnas Indonesia U-23 Dion Oktawian Wibowo (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam U-23 pada pertandingan final Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (29/7/2025) (sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

TVRI Siarkan Piala Dunia 2026 Secara Gratis, Ekonomi Mikro Diprediksi Ikut Bergairah

01 October 2025   |   08:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Penikmat sepak bola di tanah air siap semringah. Pasalnya, Televisi Republik Indonesia (TVRI) dipastikan bakal menjadi pemegang hak siar resmi turnamen FIFA Piala Dunia 2026. Keputusan ini memastikan penggemar tidak perlu lagi merogoh kocek untuk berlangganan demi menonton pesta bola terbesar sejagat.

Nantinya TVRI akan menayangkan 80 dari total 104 pertandingan secara gratis. Kesepakatan ini telah mendapatkan persetujuan dari Komisi VII DPR RI, dengan anggaran yang ditaksir mencapai sekitar Rp16 miliar. Langkah tersebut disambut positif karena membuka akses tontonan gratis bagi masyarakat.

Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Ajang ini untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Format baru dengan 48 tim membuat jumlah laga meningkat signifikan dibanding edisi sebelumnya.

Baca Juga: Kenal Lebih Dekat dengan 3 Maskot Baru Piala Dunia 2026 dari AS, Meksiko, dan Kanada

Dukungan DPR menjadi landasan penting agar penugasan ini berjalan mulus. Komisi VII menilai keputusan memberi hak siar kepada TVRI sejalan dengan fungsi utama televisi publik, yaitu menjamin akses informasi dan hiburan bagi masyarakat luas. DPR pun berharap momentum ini bisa mengembalikan kepercayaan publik terhadap TVRI.

“Dengan adanya siaran gratis ini, masyarakat bisa menikmati tontonan berkualitas tanpa harus terbebani biaya langganan. Ini bentuk nyata fungsi TVRI sebagai televisi publik,” ujar Hendry Munief, Anggota Komisi VII DPR RI dikutip dari laman Parlementaria DPR RI.

Walakin, sejumlah catatan teknis ikut menyertai keputusan tersebut. Komisi VII mendesak TVRI memperkuat infrastruktur pemancar, memperbaiki fasilitas studio, dan menyiapkan teknologi siaran yang andal. Hal ini untuk memastikan tayangan benar-benar bisa menjangkau seluruh pelosok Indonesia.

Tak hanya soal teknis, manajemen TVRI juga dituntut menghadirkan siaran yang atraktif dan informatif agar tidak monoton. Selain menyiarkan pertandingan, pemirsa tentu menantikan program pendukung seperti ulasan pra-pertandingan, analisis pasca-laga, serta liputan budaya dari negara penyelenggara.

“Di Komisi VII kita juga sudah menyetujui tambahan anggaran untuk perbaikan pelayanan di TVRI. Ini salah satu yang kita harapkan, manajemen memperbaiki fasilitas pemancar, studio dan teknologi pendukungnya yang sudah berumur," imbuhnya.
 
 


Diketahui, sejak edisi 1998, hak siar tayangan Piala Dunia lebih sering dipegang televisi swasta, bahkan belakangan harus diakses lewat layanan berbayar. Kini, publik bakal bisa kembali menikmati atmosfer Piala Dunia secara gratis, seperti pada era 1980-an hingga awal 1990-an.

Kembalinya TVRI menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 digadang juga bakal menggerakkan ekonomi masyarakat. Salah satunya menggairahkan sektor mikro, mulai dari usaha kuliner, warung kopi, hingga penyewaan fasilitas hiburan. Dengan akses gratis, kegiatan ekonomi rakyat bisa ikut bergerak.

Efek positif juga dirasakan dari sisi sosial budaya. Momen Piala Dunia kerap menjadi ruang bersama yang mempersatukan masyarakat lintas usia, kelas sosial, dan wilayah. Dukungan terhadap tim favorit, meski berbeda, tetap menciptakan semangat kebersamaan yang jarang ditemui dalam tontonan lain.

Di ranah olahraga nasional, tayangan gratis ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Menyaksikan pemain kelas dunia berlaga bisa memicu semangat pembinaan sepak bola di tingkat akar rumput. Apalagi, Indonesia tengah giat memperbaiki ekosistem sepak bola pasca menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.

Bagi masyarakat, kepastian hak siar gratis adalah kabar melegakan di tengah maraknya layanan berbayar. Antusiasme diprediksi tinggi, mengingat Piala Dunia selalu menjadi perhelatan paling ditunggu penggemar bola di Indonesia. Siaran gratis akan memperluas jangkauan penonton, dari kota besar hingga pelosok desa.

Baca Juga: PSSI Protes Soal Penunjukkan Wasit Kuwait di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia

SEBELUMNYA

Daniel Ek Mundur dari Jabatan CEO Spotify Setelah 18 Tahun Memimpin

BERIKUTNYA

Skincare dari Dapur, Cek 6 Nutrisi yang Bikin Kulit Glowing Alami

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga