Suasana di bandara London Heathrow, Inggris. (Foto: mediacentre.heathrow.com)

5 Bandara dengan Koneksi Penerbangan Terbaik di Dunia Menurut OAG Megahubs

30 September 2025   |   18:00 WIB
Image
Fajar Sidik Hypeabis.id

Pada era perjalanan global yang semakin terintegrasi, konektivitas penerbangan menjadi kriteria paling penting bagi sebuah bandara. Prasyarat itu menjadikan bandara lebih dari sekadar gerbang keberangkatan, melainkan menjadi megahub yang menghubungkan perjalanan ke berbagai penjuru dunia. 

Oleh karena itu, konektivitas bandara menjadi salah satu indikator utama dalam menilai bandara terbaik di dunia, di samping fasilitas dan kenyamanan. Berdasarkan laporan OAG Megahubs Index 2025, peringkat bandara terbaik di dunia tahun ini didominasi oleh bandara yang menawarkan koneksi internasional paling efisien dan terbanyak.

OAG sendiri merupakan platform data untuk industri perjalanan global, yang baru saja meluncurkan Megahubs 2025. Bertepatan dengan hari jadinya yang ke-10, Megahubs memberikan peringkat definitif bandara paling terkoneksi di dunia dengan menganalisis destinasi yang dilayani dan koneksi terjadwal di masing-masing bandara.
 
Berikut daftar bandara yang menempati posisi puncak berkat keunggulan koneksi penerbangannya. 

Baca juga: 30 Bandara Terbaik di Dunia 2025 Versi Skytrax, Salah Satunya Soekarno-Hatta 


1. London Heathrow, Inggris 

London Heathrow menegaskan pencapaian tiga tahun berturut-turut sebagai Megahub teratas di dunia dan menjadi bandara paling terkoneksi secara global sejak 2015 ketika Megahubs pertama kali melakukan peringkat. Selama dekade terakhir, jumlah destinasi internasional yang dilayani di bandara berkode LHR ini telah meningkat sebesar 24 persen. Hal itu, menegaskan posisinya sebagai hub utama bagi pelancong global.

LHR menawarkan lebih dari 59.000 potensi koneksi dalam periode 6 jam pada hari tersibuknya, dan melayani 226 destinasi di seluruh dunia. Sebagai markas maskapai British Airways dan pintu gerbang utama ke Eropa dan Amerika Utara, dominasi Heathrow dalam peringkat ini menunjukkan perannya yang tak tergantikan sebagai penghubung kuat di jaringan penerbangan global. 


2. Istanbul Airport, Turki 

Istanbul sebagai basis Turkish Airlines mengoperasikan 79% penerbangan, telah naik dari peringkat 8 ke peringkat 2 pada tahun ini, berkat kenaikan 25 persen penerbangan serta kemampuan memaksimalkan koneksinya.

Bandara berkode IST ini mencatat kenaikan potensi koneksi sebesar 25 persen didukung oleh keunggulan geografis Turki sebagai jembatan antara Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Dengan dukungan kuat dari Turkish Airlines, IST melayani 327 destinasi, menjadikannya salah satu bandara dengan jumlah rute internasional terbanyak yang mendorong pergeseran dinamika pusat penerbangan global. 


3. Amsterdam Schiphol, Belanda

Amsterdam Schiphol (AMS) naik satu peringkat, melengkapi tiga besar jajaran bandara Eropa ke posisi ketiga. Schiphol terus menunjukkan daya tarik sebagai hub Eropa berkat jaringan rute yang luas dan koneksi transit efisien yang melayani 275 destinasi. Bersama dengan Heathrow dan Frankfurt, bandara berkode AMS ini memperkuat dominasi destinasi Eropa di daftar bandara dengan konektivitas internasional terkuat.

Schiphol menjadi hub utama bagi maskapai KLM Royal Dutch Airlines dan afiliasi regionalnya KLM Cityhopper, serta jadi basis operasional untuk easyJet, Transavia, dan TUI fly Netherlands.  Uniknya, bandara ini memiliki Konsep Terminal Tunggal (Single-Terminal Concept), di mana semua fasilitas berada di bawah satu atap, meskipun dibagi menjadi tiga hall keberangkatan (Departure Halls 1, 2, dan 3) yang terhubung. 


4. Kuala Lumpur International Airport, Malaysia 

Kuala Lumpur International Airport (KLIA) menduduki posisi keempat dalam peringkat global, yang menjadinya bandara Asia terbaik sekaligus terdepan dalam konektivitas maskapai bertarif rendah. AirAsia menyumbang 36 persen dari total penerbangan di bandara berkode KUL ini. KLIA menjadi hub penerbangan utama Malaysia dan salah satu hub tersibuk di Asia Tenggara, karena efisiensi operasionalnya.

KLIA memiliki 2 terminal utama, yaitu Terminal 1 yang melayani sebagian besar maskapai penerbangan internasional dan full-service. Terdiri dari Main Terminal Building dan Satellite Terminal A yang terhubung dengan Aerotrain. Di sini terdapat Malaysia Airlines, sebagai maskapai Full-Service Nasional, serta menjadi basis untuk Batik Air Malaysia (sebelumnya Malindo Air). Lalu Terminal 2 untuk penerbangan berbiaya rendah (Low-Cost Carrier) yang didominasi oleh AirAsia Group dan maskapai low-cost lainnya. 


5. Frankfurt, Jerman

Menduduki peringkat kelima adalah Frankfurt yang naik dari posisi kesepuluh tahun lalu. Kenaikan yang signifikan itu berkat adanya peningkatan koneksi sebesar 21 persen, sehingga memperkuat peran bandara berkode FRA itu masuk dalam jajaran hub utama di Eropa.

Frankfurt Airport (FRA) adalah bandara terbesar di Jerman dan salah satu bandara tersibuk di Eropa dan dunia, baik untuk lalu lintas penumpang maupun kargo. Bandara ini menjadi hub utama bagi maskapai Lufthansa dan anggota Star Alliance lainnya, serta Condor dan Discover Airlines.

Dengan arus pengguna mencapai sekitar 59 juta penumpang pada 2023, FRA memiliki 2 terminal penumpang utama di plus Terminal Kelas Utama (First Class Terminal) yang dioperasikan eksklusif oleh Lufthansa. Saat ini tengah dikembangkan Terminal 3 yang dijadwalkan dibuka pada 2026.

Selain kelima bandara tersebut, Seoul Incheon (ICN), Korea Selatan masih menjadi pemain kunci, dengan peningkatan koneksi yang sejalan dengan pemulihan pasar Asia. Lalu di Amerika Serikat, Chicago O’Hare (ORD) menjadi hub internasional teratas, sementara JFK turun dari peringkat ke-6 menjadi ke-14 pada 2025. Di peringkat ke-8 adalah Atlanta Hartsfield-Jackson (ATL), berada tidak jauh di belakang ORD.

Tiga bandara Timur Tengah berhasil masuk dalam daftar 50 besar dunia, di mana Dubai International (DXB) menempati peringkat ke-15, diikuti juga Riyadh (RUH) dan Doha (DOH). RUH naik 11 peringkat dari tahun ke tahun, menggeser DOH.

John Grant, Kepala Analis OAG mengatakan, Heathrow yang terus mempertahankan dominasinya sebagai Megahub, mencerminkan peran pentingnya dalam perjalanan global, sedangkan kenaikan drastis peringkat Istanbul menunjukkan bahwa hub berkembang untuk memenuhi permintaan.

"Dalam peringkat 2025 kami, terlihat keseimbangan antara bandara lama yang telah mapan dan pesaing baru yang berambisi di panggung global, yang berkembang selama 10 tahun OAG Megahubs,” katanya dalam keterangan resmi OAG.

Ross Baker, Direktur Layanan Konsumen di bandara Heathrow, mengatakan bahwa keberhasilan tiga tahun berturut-turut sebagai bandara paling terkoneksi di dunia menjadi pencapaian besar.

Hal ini mencerminkan jangkauan global dan kemitraan kuat dengan maskapai penerbangan yang mendukungnya, serta manfaat yang diberikan bagi penumpang dan pelaku bisnis di Inggris. "Dengan rencana ekspansi di masa depan, kami akan dapat menawarkan lebih banyak kesempatan untuk menjelajahi destinasi baru, berbisnis dengan lebih banyak pasar, dan terhubung dengan dunia melalui Heathrow,” ujarnya.

OAG Megahubs disusun berdasarkan data penerbangan dari 100 bandara terbesar dan 100 bandara internasional terbesar di dunia, dengan penilaian berdasarkan total kursi terjadwal selama setahun.

Peringkat ini menggunakan data dari hari tersibuk dalam penerbangan global antara September 2024 dan Agustus 2025, yaitu pada hari Jumat, 1 Agustus 2025. OAG adalah platform data untuk industri perjalanan global yang menawarkan sumber tunggal pertama di industri ini untuk data pasokan, permintaan, dan harga.

Baca juga: 5 Bandara yang Menyediakan Fasilitas Tidur Terbaik di Dunia 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Sinopsis Drakor Nice to Not Meet You, Tayang 3 November di Prime Video

BERIKUTNYA

Mengenal Grading, Kurasi Penting Untuk Item Koleksi Kekinian

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga