Item koleksi TCG. (Foto: Freepik)

Mengenal Grading, Kurasi Penting Untuk Item Koleksi Kekinian

29 September 2025   |   18:30 WIB
Image
Fajar Sidik Hypeabis.id

Dunia koleksi kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan bagian dari budaya dan investasi. Bagi sebagian orang, koleksi bisa berarti menyimpan kartu olahraga, Trading Card Game (TCG) , action figure, komik, merchandise musik, hingga memorabilia film. Apapun bentuknya, koleksi hadir sebagai perpanjangan identitas, nostalgia masa kecil, sekaligus sarana membangun komunitas dengan minat serupa.

Dalam beberapa tahun terakhir, nilai sebuah koleksi tidak hanya ditentukan oleh kelangkaan atau ikatan emosional, tetapi juga oleh adanya standar kualitas yang diakui secara global. Di sinilah layanan grading mengambil peran penting. Grading adalah proses autentikasi sekaligus penilaian kondisi kartu atau item koleksi, yang dilakukan oleh lembaga profesional bersertifikat.

Baca juga: 5 Istilah yang Wajib Diketahui Kolektor Sneaker Pemula

Lewat grading, koleksi mendapatkan sertifikasi resmi terkait orisinalitas dan kualitasnya, menjadikannya lebih aman untuk diperdagangkan, sekaligus meningkatkan nilai jual di pasar internasional. Tren ini didorong oleh pertumbuhan pasar yang pesat.

Grading benda koleksi adalah proses penilaian menyeluruh terhadap suatu barang koleksi untuk menentukan tingkat kualitas, kondisi, dan keasliannya. Proses ini dilakukan secara hati-hati oleh para ahli atau lembaga khusus yang memiliki standar dan metode penilaian tersertifikasi. Tujuan utama grading adalah memberikan ukuran yang objektif mengenai seberapa baik kondisi fisik dan autentisitas suatu benda, sehingga nilainya di pasar kolektor bisa ditentukan secara adil dan terukur.

Dalam praktiknya, grading tidak hanya melihat keindahan atau kelangkaan suatu barang, tetapi juga memperhatikan detail-detail kecil seperti goresan halus, perubahan warna, lipatan, atau tanda-tanda keausan akibat usia dan penggunaan. Misalnya, sebuah koin dinilai dari kilap permukaannya, ketajaman gambar, dan ada tidaknya cacat; sedangkan kartu koleksi dinilai dari ketepatan potongan tepi, kebersihan permukaan, dan kondisi sudut-sudutnya. Setiap unsur tersebut kemudian digabungkan untuk menghasilkan skor atau peringkat yang menggambarkan kondisi keseluruhan benda.

Hasil penilaian grading biasanya dituangkan dalam bentuk angka atau huruf tertentu, tergantung pada jenis barangnya. Sebagai contoh, koin dan komik sering dinilai dengan skala 1 hingga 70, sedangkan kartu koleksi menggunakan skala 1 hingga 10. Semakin tinggi nilainya, semakin sempurna kondisi benda tersebut. Barang dengan grade tertinggi dianggap sangat langka dan diminati oleh para kolektor karena mencerminkan keutuhan dan keaslian yang hampir sempurna.

Setelah proses penilaian selesai, benda koleksi biasanya disegel dalam wadah pelindung transparan yang disebut slab. Di dalamnya tertera label berisi informasi seperti nama benda, tahun, hasil grading, dan nomor seri unik. Hal ini tidak hanya melindungi benda dari kerusakan, tetapi juga berfungsi sebagai sertifikat resmi yang menjamin keaslian hasil penilaian. Karena itu, benda yang telah melalui proses grading memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibanding benda serupa yang belum dinilai.

Secara keseluruhan, grading berperan penting dalam dunia koleksi karena memberikan standar mutu yang dapat dipercaya secara internasional. Ia menjadi jembatan antara nilai sentimental dan nilai ekonomi sebuah benda. Melalui grading, kolektor dapat mengetahui dengan pasti kualitas barang yang dimilikinya, sementara pembeli merasa lebih aman karena nilai dan keaslian barang tersebut telah diakui oleh lembaga profesional.

Menurut Verified Market Research, pasar sports trading card bernilai sekitar US$12,62 miliar pada 2024 dan diproyeksikan mencapai US$23,08 miliar pada 2031, dengan pertumbuhan rata-rata hampir 7,8% per tahun. Sementara itu, Straits Research mencatat nilai pasar collectible trading cards mencapai US$4,8 miliar pada 2022 dan diproyeksikan naik hingga US$10,2 miliar pada 2031.Dari sisi layanan card grading, Growth Market Reports memperkirakan nilainya mencapai US$1,42 miliar pada 2024, dengan potensi menembus US$2,75 miliar pada 2033.

Volume kartu yang dikirim untuk grading pun semakin masif. Professional Sports Authenticator PSA), perusahaan grading terbesar di dunia, mencatat telah menilai lebih dari 15,3 juta kartu sepanjang 2024, mencakup kartu olahraga, TCG, hingga non-sports. Angka ini menegaskan betapa pesatnya pertumbuhan industri koleksi global, sekaligus memperlihatkan posisi grading sebagai pilar utama dalam ekosistem koleksi modern.

Di Indonesia, tren ini ditangkap oleh PT Kios Gemar Kreasi, yang resmi menjadi PSA Authorized Dealer pertama di Indonesia. Hal ini menandai langkah penting, mengingat PSA adalah lembaga grading terbesar dan paling dipercaya secara global. Dengan adanya dealer resmi, kolektor di Indonesia kini dapat mengakses layanan grading internasional dengan lebih aman, efisien, dan terjamin.

Merespons antusiasme tersebut, FanCon 2025 pun digelar pada 27–28 September 2025 di The Brickhall, Fatmawati, menghadirkan pengalaman imersif yang mempertemukan penggemar olahraga, musik, film, hingga koleksi kartu dan merchandise dalam satu festival.

FanCon digagas oleh PT. Kios Gemar Kreasi sebagai ruang di mana penggemar dapat #ChatCollectConnect, bertemu langsung dengan idola, bertukar cerita dengan komunitas, sekaligus menelusuri dunia kartu koleksi dan memorabilia yang semakin bernilai tinggi.

Sejumlah bintang tamu telah dipastikan hadir untuk menyapa penggemar di antaranya Kurniawan Dwi Yulianto (Legenda Sepakbola Indonesia), Shafira Ika Putri (Kapten Timnas Sepakbola Putri Indonesia), Muhammad Ferarri (Timnas Sepakbola Indonesia), Zahra Muzdalifah (Timnas Putri Indonesia), Yolla Yuliana (Pemain Voli Indonesia), musisi Danilla, rapper legendaris Iwa K, kreator komik Faza Meonk (Si Juki), hingga ilustrator ternama Ario Anindito.

Selain sesi meet & greet, tanda tangan, serta talkshow interaktif bersama para bintang dan kolektor, FanCon juga menghadirkan pameran kartu dan koleksi yang menampilkan item langka, merchandise eksklusif, serta layanan grading untuk kartu olahraga, TCG, dan pop culture. Pengunjung bisa membeli, menjual, hingga menukar koleksi dalam suasana pasar kurasi yang dinamis.

FanCon 2025 siap menjadi ajang yang ditunggu-tunggu para penggemar untuk berkumpul, bernostalgia, dan merasakan euforia fandom dalam satu ruang. Dari koleksi langka hingga momen intim bersama idola, festival ini akan menghadirkan pengalaman yang jarang ditemui di Indonesia.

SEBELUMNYA

5 Bandara dengan Koneksi Penerbangan Terbaik di Dunia Menurut OAG Megahubs

BERIKUTNYA

3 Single Anyar Buat Menyegarkan Daftar Putar Musik Harian Genhype

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga