Review Film One Battle After Another, Sinema Penuh Aksi dan Sindiran Sosial
27 September 2025 |
08:58 WIB
Film komedi gelap terbaru garapan sutradara visioner Paul Thomas Anderson, One Battle After Another (2025), berhasil mencuri perhatian sebagai salah satu tontonan wajib buat Genhype para penggemar film aksi yang penuh dengan pesan sosial.
Mengambil latar di Amerika Serikat versi distopia, film ini menggambarkan situasi kacau di sebuah negara dengan sistem otoriter yang brutal.
Polisi dan militer dilebur jadi satu kekuatan besar yang menindas rakyat. Imigran ditangkap massal tanpa alasan jelas, sementara di balik layar ada kelompok rahasia nasionalis Kristen yang sibuk merancang masa depan bangsa sesuai kepentingan mereka sendiri.
Baca juga: Review Film A Big Bold Beautiful Journey: Mengingatkan Kita pada Kesempatan Kedua
Di tengah suasana penuh ketakutan itu, muncul sekelompok pemberontak dari latar belakang yang berbeda-beda. Mereka bersatu untuk melawan sistem yang menekan dengan cara-cara berbahaya, mulai dari serangan langsung, perampokan bank, hingga aksi sabotase.
Dari sinilah cerita penuh ketegangan, kekacauan, dan humor gelap mulai terjalin, membuat penonton nggak bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Meski premisnya terkesan serius, One Battle After Another sebenarnya lebih mirip thriller dengan bumbu sindiran. Anderson sengaja meramu film ini dengan gaya “over the top” untuk menggambarkan keresahan zaman modern dengan cara ekstrem.
Walaupun terkesan berlebihan, justru di situlah letak daya tariknya. Penonton diajak untuk merasakan ketegangan sekaligus tertawa karena ada momen kocak yang muncul tiba-tiba di tengah suasana genting.
Tokoh utama film ini adalah Beverly Hills (diperankan Teyana Taylor), seorang pemimpin revolusi yang karismatik, nekat, dan penuh energi. Dia berpasangan dengan Bob Ferguson alias Ghetto Pat (Leonardo DiCaprio), seorang ahli peledak lusuh yang tampil kocak sekaligus tak terduga.
Bersama-sama, mereka menjalani misi berbahaya, mulai dari menyusup ke pusat penahanan imigran hingga melancarkan serangan nekat yang membuat penonton ikut deg-degan.
Salah satu daya tarik utama film ini tentu saja performa Leonardo DiCaprio. Kalau biasanya dia dikenal dengan peran serius dan penuh pesona, kali ini sang aktor tampil beda sebagai karakter yang aneh, pecandu ganja, agak linglung, tapi penuh ambisi.
Paul Thomas Anderson berhasil mengeluarkan sisi komedi DiCaprio yang jarang muncul di layar lebar. Karakter Bob digambarkan dengan keberanian yang salah arah, tragis sekaligus heroik, sehingga bikin penonton merasa simpati walaupun kadang gemas dengan tingkahnya.
Namun, One Battle After Another bukan sekadar film penuh aksi dan ledakan. Di balik itu semua, Anderson menyelipkan kritik sosial yang tajam.
Film ini menyinggung isu nasionalisme ekstrem, rasisme, hingga sejarah kelam Amerika yang masih terasa dampaknya sampai hari ini. Beberapa adegan bahkan terasa seperti sindiran langsung terhadap bagaimana kekuasaan sering dipakai untuk menindas kelompok yang lemah.
Secara keseluruhan, film ini adalah paket lengkap yang di dalamnya terdapat aksi yang menegangkan, humor cerdas, dan pesan sosial yang mengena. Dengan akting luar biasa Leonardo DiCaprio serta arahan khas Paul Thomas Anderson, One Battle After Another jadi tontonan yang segar, unik, dan relevan dengan kondisi dunia saat ini.
Baca juga: Review Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Melodrama dengan Isu Fatherless
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mengambil latar di Amerika Serikat versi distopia, film ini menggambarkan situasi kacau di sebuah negara dengan sistem otoriter yang brutal.
Polisi dan militer dilebur jadi satu kekuatan besar yang menindas rakyat. Imigran ditangkap massal tanpa alasan jelas, sementara di balik layar ada kelompok rahasia nasionalis Kristen yang sibuk merancang masa depan bangsa sesuai kepentingan mereka sendiri.
Baca juga: Review Film A Big Bold Beautiful Journey: Mengingatkan Kita pada Kesempatan Kedua
Di tengah suasana penuh ketakutan itu, muncul sekelompok pemberontak dari latar belakang yang berbeda-beda. Mereka bersatu untuk melawan sistem yang menekan dengan cara-cara berbahaya, mulai dari serangan langsung, perampokan bank, hingga aksi sabotase.
Dari sinilah cerita penuh ketegangan, kekacauan, dan humor gelap mulai terjalin, membuat penonton nggak bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Meski premisnya terkesan serius, One Battle After Another sebenarnya lebih mirip thriller dengan bumbu sindiran. Anderson sengaja meramu film ini dengan gaya “over the top” untuk menggambarkan keresahan zaman modern dengan cara ekstrem.
Walaupun terkesan berlebihan, justru di situlah letak daya tariknya. Penonton diajak untuk merasakan ketegangan sekaligus tertawa karena ada momen kocak yang muncul tiba-tiba di tengah suasana genting.
Tokoh utama film ini adalah Beverly Hills (diperankan Teyana Taylor), seorang pemimpin revolusi yang karismatik, nekat, dan penuh energi. Dia berpasangan dengan Bob Ferguson alias Ghetto Pat (Leonardo DiCaprio), seorang ahli peledak lusuh yang tampil kocak sekaligus tak terduga.
Bersama-sama, mereka menjalani misi berbahaya, mulai dari menyusup ke pusat penahanan imigran hingga melancarkan serangan nekat yang membuat penonton ikut deg-degan.
Salah satu daya tarik utama film ini tentu saja performa Leonardo DiCaprio. Kalau biasanya dia dikenal dengan peran serius dan penuh pesona, kali ini sang aktor tampil beda sebagai karakter yang aneh, pecandu ganja, agak linglung, tapi penuh ambisi.
Paul Thomas Anderson berhasil mengeluarkan sisi komedi DiCaprio yang jarang muncul di layar lebar. Karakter Bob digambarkan dengan keberanian yang salah arah, tragis sekaligus heroik, sehingga bikin penonton merasa simpati walaupun kadang gemas dengan tingkahnya.
Namun, One Battle After Another bukan sekadar film penuh aksi dan ledakan. Di balik itu semua, Anderson menyelipkan kritik sosial yang tajam.
Film ini menyinggung isu nasionalisme ekstrem, rasisme, hingga sejarah kelam Amerika yang masih terasa dampaknya sampai hari ini. Beberapa adegan bahkan terasa seperti sindiran langsung terhadap bagaimana kekuasaan sering dipakai untuk menindas kelompok yang lemah.
Secara keseluruhan, film ini adalah paket lengkap yang di dalamnya terdapat aksi yang menegangkan, humor cerdas, dan pesan sosial yang mengena. Dengan akting luar biasa Leonardo DiCaprio serta arahan khas Paul Thomas Anderson, One Battle After Another jadi tontonan yang segar, unik, dan relevan dengan kondisi dunia saat ini.
Baca juga: Review Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Melodrama dengan Isu Fatherless
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.