Graffiti Atist Bernhard Suryaningrat menyelesaikan sebuah mural bertema pemain NBA pada acara NBA Finals Fest di M Bloc Space, Jakarta, Jumat (9/6). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P)

Kemenbud Ingin Bangun Lebih Banyak M Bloc Agar Ruang Seni Terus Bertumbuh

26 September 2025   |   13:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Ruang seni merupakan elemen vital dalam ekosistem kebudayaan. Sebab, di sanalah ide, ekspresi, dan karya bisa bertemu langsung dengan publik. Keberadaannya tidak hanya menjaga keberlangsungan seni, tetapi juga mendorong lahirnya interaksi sosial, kolaborasi kreatif, hingga pertumbuhan ekonomi budaya.

Tanpa ruang seni, karya dan kreativitas para seniman akan sulit menjangkau masyarakat luas. Ruang ini menjadi medium penting untuk menghadirkan pertunjukan, pameran, hingga diskusi yang memperkaya pengalaman budaya sekaligus memperkuat ekosistem seni Indonesia.

Baca juga: Sarinah dan M Bloc Siapkan Wadah Kreativitas Bagi Kaum Muda

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan bahwa isu mengenai ruang seni kini menjadi perhatian serius. Menurutnya, saat ini setiap medium seni tengah menghadapi tantangan berbeda, sehingga solusi yang dihadirkan pun harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Musik, misalnya, meski menjadi medium yang populer dan dekat dengan masyarakat, masih menghadapi persoalan mengenai perlunya lebih banyak ruang pertunjukan yang proper. Namun, di sisi lain, Mahendra juga menyebut isu mengenai sewa biaya venue yang mahal juga mulai ramai dikeluhkan. Terlebih, katanya, bagi musisi independen yang ruang-ruang tampilnya makin terbatas karena hal tersebut.

Sementara itu, medium seni lain seperti seni rupa dan seni teater menghadapi kendala berbeda. Semua tantangan ini, kata Mahendra, menunjukkan bahwa ruang seni bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari ekosistem yang harus dirancang secara serius.

“Kita tentu tidak bisa membangun ekosistem seni budaya tanpa kehadiran ruang-ruang yang dipakai untuk wadah ekspresi,” ujar Ahmad Mahendra.

Mahendra menyebut di lingkup direktorat yang dipimpinnya, terdapat bidang yang khusus menangani sarana dan prasarana. Bidang ini sedang menyiapkan program revitalisasi dan renovasi gedung-gedung agar bisa dimanfaatkan sebagai ruang seni baru di berbagai daerah di Indonesia.

Menariknya, Mahendra menekankan bahwa ruang seni tidak harus selalu berupa gedung baru. Aset yang dimiliki pemerintah daerah, pusat, bahkan komunitas, termasuk bangunan lama yang tidak terpakai, dapat dihidupkan kembali menjadi ruang pertunjukan atau pusat kegiatan seni.

Pendekatan ini dinilai lebih efisien sekaligus memberi napas baru pada bangunan-bangunan yang sebelumnya terbengkalai. Yang terbaru, kata Mahendra, Kemenbud tengah merintis pembangunan kawasan seni di Cirebon. Kawasan ini memanfaatkan area suatu pelabuhan dan diarahkan menjadi ruang kreatif yang menyerupai konsep M-Bloc maupun Pos Bloc.

Sebab, model ini sebelumnya terbukti berhasil menciptakan ekosistem baru yang dinamis bagi anak muda, komunitas, dan pelaku kreatif. Pemerintah berharap, inisiatif seperti ini dapat menjadi pemicu agar pihak swasta maupun komunitas ikut melahirkan ruang-ruang seni baru. Dengan keterlibatan banyak pihak, ketersediaan ruang ekspresi bagi seniman bisa tumbuh lebih merata, tidak hanya terkonsentrasi di kota besar.

Dengan bertambahnya ruang seni di berbagai daerah, ekosistem kebudayaan Indonesia akan semakin kokoh. Harapannya, langkah ini juga tidak hanya mendukung seniman, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan seni dalam kehidupan sehari-hari.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Ancaman Artificial Streaming Bayangi Ekosistem Musik Digital Indonesia

BERIKUTNYA

Sederet Kuliner Ikonik di Film-film Ghibli, Onigiri sampai Siberia Cake

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga