5 Perawatan Dasar Mobil yang Wajib Diketahui Pemilik Baru
24 September 2025 |
21:00 WIB
Merawat mobil adalah langkah penting yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik kendaraan. Sayangnya, keterbatasan pengetahuan sering membuat banyak orang—khususnya pemilik mobil baru—melupakan hal ini. Padahal, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, menegaskan bahwa perawatan dasar kendaraan merupakan bentuk preventive maintenance atau upaya pencegahan.
Baca juga: Berkendara Cerdas & Aman: ADAS Makin Populer di Mobil Harga Terjangkau
“Merawat mobil seharusnya sudah dilakukan sejak awal pembelian, bukan menunggu ada masalah,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, kebiasaan melakukan perawatan dasar akan sangat memengaruhi kondisi mobil dalam jangka panjang, mengurangi risiko kecelakaan, serta menghindarkan pemilik dari biaya perbaikan yang tidak perlu.
Studi dari Automotive Aftermarket Industry Association menemukan bahwa mobil yang dirawat secara rutin mampu menempuh jarak hingga 300.000 kilometer. Sebaliknya, kendaraan yang abai perawatan biasanya hanya bertahan sekitar 100.000 kilometer.
Karena itu, perawatan berkala menjadi hal krusial. Berikut beberapa jenis maintenance yang sebaiknya dipahami oleh Genhype yang baru pertama kali memiliki mobil.
Untuk mencegah kerusakan mesin, pemilik mobil baru sebaiknya ganti oli setiap 6 bulan, setiap 10.000 km, atau mana yang tercapai lebih dahulu. Jika mesin mengeluarkan suara kasar atau indikator oli speedometer menyala, segera lakukan penggantian oli untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Air radiator memiliki penting menjaga kestabilan suhu mesin. Cairan ini mencegah terjadinya overheat dengan sirkulasi yang terjadi terus-menerus menyerap dan melepaskan panas. Dengan begitu, kerusakan komponen mesin secara permanen dapat dihindarkan.
Idealnya, kuras air radiator setiap 2 tahun atau 40.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. Jika warnanya mulai keruh atau kecokelatan, air radiator berarti sudah terkontaminasi dan perlu segera diganti. Hindari penggunaan air biasa karena dapat menyebabkan karat terhadap sistem pendingin.
Kampas rem memiliki ukuran minimum aman setebal 3 mm untuk bagian depan dan 2 mm untuk bagian belakang. Secara umum, kampas rem sebaiknya diganti setelah mobil menempuh 60.000–70.000 km untuk transmisi manual.
Sementara itu, kampas rem dalam mobil dengan transmisi otomatis sebaiknya dilakukan lebih cepat, yakni setelah 35.000–40.000 km. Tanda kampas rem perlu segera diganti selain jarak tempuh adalah muncul suara berdecit dan daya cengkeram yang berkurang saat pengereman.
Jadi, pemilik mobil perlu mengganti kampas rem sesegera mungkin jika sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut. Penggantian kampas rem sebelum habis penting untuk menjaga efektivitas pengereman dan keselamatan.
Posisi ban yang tidak presisi dapat memberikan berbagai dampak negatif terhadap kondisi mobil, seperti terasa tidak stabil saat dikendarai, keausan ban menjadi tidak merata, hingga mengurangi kenyamanan berkendara.
Jadi, pemilik mobil perlu melakukan perawatan berupa spooring dan balancing rutin agar performa ban tetap optimal. Spooring adalah penyetelan sudut roda agar kembali sejajar sesuai standar pabrik sehingga ban mobil tetap stabil dan lurus. Sedangkan balancing adalah menyeimbangkan bobot kendaraan terhadap ban dan velg, fungsinya mengurangi getaran, serta memperpanjang umur ban dan suspensi.
Tanda kendaraan membutuhkan spooring dan balancing umumnya muncul getaran di setir saat melaju di kecepatan tertentu, mobil cenderung menarik ke satu sisi, atau terasa kurang stabil saat dikendalikan. Jadi, lakukan spooring & balancing setiap 10.000 km hingga maksimal 20.000 km.
Tekanan angin yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar. Tekanan yang kurang bisa membuat ban cepat aus di bagian samping. Sedangkan tekanan angin yang berlebih berisiko membuat ban lebih keras dan daya cengkeram berkurang.
Tekanan angin ideal antara satu mobil dengan mobil lainnya bervariasi – tergantung kepada jenisnya. MPV memiliki tekanan ideal 33–36 psi, city car 30–36 psi, sedan 30–33 psi, dan SUV 35–40 psi. Selain itu, Genhype juga bisa melihat rekomendasi pabrikan untuk tekanan ban yang umumnya di tempel di sisi pintu pengendara.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, menegaskan bahwa perawatan dasar kendaraan merupakan bentuk preventive maintenance atau upaya pencegahan.
Baca juga: Berkendara Cerdas & Aman: ADAS Makin Populer di Mobil Harga Terjangkau
“Merawat mobil seharusnya sudah dilakukan sejak awal pembelian, bukan menunggu ada masalah,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, kebiasaan melakukan perawatan dasar akan sangat memengaruhi kondisi mobil dalam jangka panjang, mengurangi risiko kecelakaan, serta menghindarkan pemilik dari biaya perbaikan yang tidak perlu.
Studi dari Automotive Aftermarket Industry Association menemukan bahwa mobil yang dirawat secara rutin mampu menempuh jarak hingga 300.000 kilometer. Sebaliknya, kendaraan yang abai perawatan biasanya hanya bertahan sekitar 100.000 kilometer.
Karena itu, perawatan berkala menjadi hal krusial. Berikut beberapa jenis maintenance yang sebaiknya dipahami oleh Genhype yang baru pertama kali memiliki mobil.
1. Rutin Ganti Oli Mesin
Oli memiliki fungsi baik bagi mesin kendaraan, yakni melumasi komponen mesin agar tidak cepat aus, membantu menjaga suhu mesin tetap stabil saat macet, dan membersihkan kotoran logam dan sisa pembakaran.Untuk mencegah kerusakan mesin, pemilik mobil baru sebaiknya ganti oli setiap 6 bulan, setiap 10.000 km, atau mana yang tercapai lebih dahulu. Jika mesin mengeluarkan suara kasar atau indikator oli speedometer menyala, segera lakukan penggantian oli untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
2. Cek Air Radiator dan Sistem Pendinginan
Air radiator memiliki penting menjaga kestabilan suhu mesin. Cairan ini mencegah terjadinya overheat dengan sirkulasi yang terjadi terus-menerus menyerap dan melepaskan panas. Dengan begitu, kerusakan komponen mesin secara permanen dapat dihindarkan.Idealnya, kuras air radiator setiap 2 tahun atau 40.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. Jika warnanya mulai keruh atau kecokelatan, air radiator berarti sudah terkontaminasi dan perlu segera diganti. Hindari penggunaan air biasa karena dapat menyebabkan karat terhadap sistem pendingin.
3. Cek Kondisi Kampas Rem
Kampas rem memiliki ukuran minimum aman setebal 3 mm untuk bagian depan dan 2 mm untuk bagian belakang. Secara umum, kampas rem sebaiknya diganti setelah mobil menempuh 60.000–70.000 km untuk transmisi manual.Sementara itu, kampas rem dalam mobil dengan transmisi otomatis sebaiknya dilakukan lebih cepat, yakni setelah 35.000–40.000 km. Tanda kampas rem perlu segera diganti selain jarak tempuh adalah muncul suara berdecit dan daya cengkeram yang berkurang saat pengereman.
Jadi, pemilik mobil perlu mengganti kampas rem sesegera mungkin jika sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut. Penggantian kampas rem sebelum habis penting untuk menjaga efektivitas pengereman dan keselamatan.
4. Periksa Kondisi Ban Mobil
Posisi ban yang tidak presisi dapat memberikan berbagai dampak negatif terhadap kondisi mobil, seperti terasa tidak stabil saat dikendarai, keausan ban menjadi tidak merata, hingga mengurangi kenyamanan berkendara.Jadi, pemilik mobil perlu melakukan perawatan berupa spooring dan balancing rutin agar performa ban tetap optimal. Spooring adalah penyetelan sudut roda agar kembali sejajar sesuai standar pabrik sehingga ban mobil tetap stabil dan lurus. Sedangkan balancing adalah menyeimbangkan bobot kendaraan terhadap ban dan velg, fungsinya mengurangi getaran, serta memperpanjang umur ban dan suspensi.
Tanda kendaraan membutuhkan spooring dan balancing umumnya muncul getaran di setir saat melaju di kecepatan tertentu, mobil cenderung menarik ke satu sisi, atau terasa kurang stabil saat dikendalikan. Jadi, lakukan spooring & balancing setiap 10.000 km hingga maksimal 20.000 km.
5. Isi Angin Ban sesuai Rekomendasi
Tekanan angin yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar. Tekanan yang kurang bisa membuat ban cepat aus di bagian samping. Sedangkan tekanan angin yang berlebih berisiko membuat ban lebih keras dan daya cengkeram berkurang.Tekanan angin ideal antara satu mobil dengan mobil lainnya bervariasi – tergantung kepada jenisnya. MPV memiliki tekanan ideal 33–36 psi, city car 30–36 psi, sedan 30–33 psi, dan SUV 35–40 psi. Selain itu, Genhype juga bisa melihat rekomendasi pabrikan untuk tekanan ban yang umumnya di tempel di sisi pintu pengendara.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.