Suzuki Fronx. (Sumber foto: Suzuki Global)

Berkendara Cerdas & Aman: ADAS Makin Populer di Mobil Harga Terjangkau

03 August 2025   |   14:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Bukan lagi fitur mewah, teknologi bantuan pengemudi seperti Advanced Driver Assistance System (ADAS) kini jadi pertimbangan utama saat orang membeli mobil. Dari mencegah tabrakan hingga menjaga jalur tetap stabil di tengah kemacetan, sistem pintar ini hadir untuk menemani pengemudi, bukan menggantikannya.

Tapi, seberapa siap sebenarnya ADAS menghadapi jalanan Indonesia yang penuh tantangan?

Harold Donnel, Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan bahwa ADAS kini menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam memilih kendaraan. Menyadari hal tersebut, Suzuki menghadirkan teknologi ADAS dalam bentuk Suzuki Safety Support (SSS) pada model terbaru mereka, Suzuki Fronx.

“Dalam konteks Suzuki, ADAS merupakan fitur yang krusial akhir-akhir ini karena berbagai faktor,” ujarnya kepada Hypeabis.id.

Dia menjelaskan, terdapat tiga alasan utama konsumen memilih Suzuki Fronx. Pertama, desain SUV coupe yang modern dan menarik. Kedua, keberadaan fitur Suzuki Safety Support. Ketiga, status Fronx sebagai produk baru—bukan hasil pembaruan minor maupun mayor. Dengan demikian, ADAS menjadi salah satu daya tarik utama kendaraan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Davy J. Tuilan, Wakil CEO Pengembangan Penjualan dan Jaringan VinFast Indonesia. Dia menilai bahwa ADAS kini bukan lagi fitur tambahan, melainkan telah menjadi bagian integral dalam desain kendaraan roda empat modern, terutama mobil listrik.

“Teknologi kini merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia otomotif. ADAS sangat penting untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengemudi,” jelasnya.

Fitur-fitur seperti pengereman darurat otomatis (Automatic Emergency Braking/AEB), asisten penjaga jalur (Lane Keeping Assist), dan kendali jelajah adaptif (Adaptive Cruise Control/ACC) dinilai sangat membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.

Davy menambahkan, ADAS menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan konsumen, khususnya generasi muda yang akrab dengan teknologi dan menginginkan pengalaman berkendara yang cerdas dan aman.

Terkait implementasi di kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi, Harold dan Davy sepakat bahwa ADAS tetap ideal. Harold menilai fitur-fitur ADAS yang ada di Suzuki Fronx bisa mengakomodir dari berbagai macam rute kendaraan, baik itu di dalam atau luar kota.

Meskipun begitu, ada hal yang menjadi cukup krusial yaitu ketersediaan marka jalan dan variabel pendukung untuk pendeteksian yang sempurna dari ADAS itu sendiri. Dia mengungkapkan bahwa radar yang terdapat dalam ADAS akan membaca marka jalan atau variable pendukung lain untuk bekerja.

“Tingkat kemacetan tinggi bisa enggak? Bisa saja tapi juga potensi tidak sempurnanya juga ada tergantung daripada traffic, tergantung daripada seberapa crowded jalan yang terjadi pada saat itu istilahnya kayak begitu,” ujarnya.

Harold menegaskan, fitur ADAS atau Suzuki Safety Support dalam Suzuki Fronx hanya fitur pendukung, bukan pengganti peran pengemudi. Jadi, pengemudi tetap menjadi penentu utama keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara. Keberadaan teknologi tersebut hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan.

Contohnya, fitur Dual Sensor Brake Support II (DSBS II) dapat menghentikan kendaraan secara otomatis ketika mendeteksi potensi tabrakan. Namun, pengemudi tetap harus aktif dan waspada, termasuk menginjak rem bila diperlukan. Begitu pula dengan asisten penjaga jalur atau Lane Keep Assist, keberadaannya bukan berarti pengemudi bisa tidak memperhatikan jalan.

“Konsumen tidak bisa sepenuhnya bergantung pada ADAS untuk menjamin keselamatan. Pengemudi tetap menjadi faktor utama,” tegas Harold.

Davy menambahkan bahwa ADAS sangat relevan dan ideal diterapkan di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi. Dia menyoroti fitur Traffic Jam Assist, yang merupakan kombinasi dari Adaptive Cruise Control dan Automatic Stop & Go, sebagai solusi cerdas untuk mengurangi kelelahan pengemudi saat terjebak macet.

“Dengan fitur ini, saat kendaraan bergerak pelan di kecepatan 5–10 km per jam, sistem akan secara otomatis menyesuaikan kecepatan tanpa pengemudi perlu menginjak gas dan rem secara terus-menerus,” jelasnya.

Sementara terkait laporan Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) di Amerika Serikat yang mengungkap kelemahan fitur pengereman darurat otomatis (Automatic Emergency Braking/AEB)  dalam mendeteksi sepeda motor, Davy enggan memberikan tanggapan langsung.

Berdasarkan pengalamannya mengemudikan VinFast VF 7, sistem radar kendaraan tersebut mampu mendeteksi objek di sekitar, termasuk sepeda motor, dari jarak cukup jauh. “Di layar kendaraan, kita dapat melihat indikator keberadaan kendaraan lain, termasuk sepeda motor, mobil, dan bus. Radarnya cukup responsif dan akurat,” ungkapnya.

Dalam catatan Hypeabis.id, selain Suzuki Fronx dan VinFast VF 7, kendaraan lain yang juga sudah memiliki ADAS seperti BYD Atto 1, Stargazer Cartenz, Aion UT, Tiggo Cross CSH, dan sebagainya. Beberapa kendaraan dengan fitur ADAS memiliki rentang harga Rp195 juta-Rp500 juta. Dengan kata lain, ADAS tidak lagi hanya tersedia di mobil-mobil kelas atas dengan harga yang sangat mahal. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Alasan Mira Lesmana & Riri Riza Buat Remake AADC lewat Film Rangga & Cinta

BERIKUTNYA

Sinopsis Drama Korea Beyond the Bar, Tayang 2 Agustus 2025 di Netflix

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga