Sang penulis buku sekaligus naskah skenario, Aditya Mulya (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Aditya Mulya Bongkar Proses Kreatif dan Riset di Balik Naskah Film Si Paling Aktor

23 September 2025   |   17:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Bioskop Indonesia bakal kembali kedatangan satu film yang layak untuk diantisipasi dari MD Pictures berjudul Si Paling Aktor. Diangkat dari novel populer karya Aditya Mulya, film ini menyuguhkan potret unik kehidupan para aktor di balik layar.

Kisah yang ditawarkan cukup menarik karena menggambarkan kehidupan para aktor di balik layar yang belum banyak terekspos. Dengan mengambil seting di lokasi syuting, film ini juga mengambil konsep meta, yakni film di dalam film, yang kemudian akan membawa penonton melihat realitas industri dengan sentuhan fiksi yang menghibur.

Sang penulis buku sekaligus naskah skenario, Aditya Mulya, mengatakan ide awal cerita ini berangkat dari pengalamannya mengunjungi lokasi syuting sebuah film pada medio 2018-an. Saat itu, dia melihat lokasi syuting begitu sibuk dan ramai. Suasana begitu berjalan cair.

Baca Juga: Rilis Teaser, Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Tayang 27 November 2025 di Bioskop

Namun, di tengah keramaian, dirinya diam-diam memperhatikan tiga pemeran figuran yang berdedikasi tinggi. Ketiganya bertahan di lokasi syuting dari pagi hingga malam demi kebutuhan adegan.

Dia menilai proses kerja para pemeran figuran punya ritme yang berbeda. Mereka kadang dituntut untuk ada di lokasi syuting dalam waktu yang lama. Sebab, biasanya akan muncul di banyak adegan sebagai ekstras.

Kendati demikian, mereka menunjukkan profesionalitas dengan tetap sopan, memahami batasan peran, hingga menyiapkan kostum sendiri untuk mendukung kebutuhan berbagai adegan tersebut.

Di sela waktu tunggu, para figuran itu hanya beristirahat seadanya di lokasi syuting. Setelah seharian penuh terlibat dalam proses produksi, mereka pulang dan dibekali nasi kotak.

“Dari situ saya jadi respect banget kepada semua orang di industri perfilman, baik yang di depan layar, di belakang layar, maupun figuran yang namanya bahkan tidak tercantum di kredit,” ujar Aditya

Kejadian itu kemudian memicunya untuk suatu saat bisa menulis kehidupan mereka. Meski menemukan inspirasi pada 2018-an, Aditya baru merealisasikan penulisan novel tersebut pada 2024. Saat sedang menulis cerita ini, Adit mengaku fokus utamanya ialah membangun karakter utama terlebih dahulu.

Lantaran dia penulis komedi, dirinya ingin si karakter figuran ini punya sisi tengil untuk mendorong hal-hal jenaka terjadi di kehidupannya. Kemudian, si karakter ini akan menjadi pusat cerita.

Karakter bernama Gilang tersebut merupakan hasil observasi Aditya terhadap tingkah laku orang-orang di lokasi syuting, yang kemudian ia olah menjadi sosok fiktif dengan lapisan komedi. Hal inilah yang membuat karakter utama tampak begitu mencolok, baik saat berada di novel maupun film.

"Proses alihwahana dari novel ke film cukup mulus. Namun, tetap ada tantangan tentu," katanya.

Adit mengatakan tantangan terbesar justru hadir ketika unsur aksi harus ditambahkan ke dalam naskah film. Penggabungan antara drama, komedi, dan action menuntut kerja sama erat dengan tim penulis lain, terutama dalam hal koreografi adegan laga.

“Yang sulit itu justru menjaga pacing-nya, apalagi saat action digabungkan dengan komedi,” ungkapnya.

Aditya menekankan bahwa menjaga tempo menjadi faktor penting agar film ini terasa seru dan tetap menghibur. Menurutnya, ritme yang pas juga membuat cerita mampu lebih terasa nyata bagi penonton. Dengan film ini, dirinya berharap makin banyak orang menghargai setiap profesi, sekecil apa pun itu.

Disutradarai oleh Ody Harahap, Si Paling Aktor mengisahkan perjalanan hidup Gilang, seorang figuran yang diperankan oleh Jourdy Pranata. Sosok Gilang digambarkan sebagai pria yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di dunia perfilman, tetapi selalu mendapat peran kecil di balik layar.

Namun, nasib Gilang berubah drastis saat dirinya terlibat dalam proses syuting film horor. Dalam kondisi tak terduga, dia ikut terseret dalam penculikan bersama aktor utama pria, aktris utama, serta sang sutradara.
 

Kejadian tersebut menjadi awal rangkaian cerita penuh ketegangan yang dikemas dengan nuansa komedi.

Para penculik dalam kisah ini digambarkan memiliki tujuan jahat dengan meminta tebusan. Bahkan, mereka merencanakan menghabisi para korban setelah tuntutannya terpenuhi, sehingga situasi semakin menegangkan bagi Gilang dan rombongan.

Di tengah kondisi berbahaya itu, pengalaman panjang Gilang sebagai figuran justru menjadi modal berharga. Kebiasaannya tampil di film bergenre laga membuatnya terbiasa melihat adegan pertarungan, yang kemudian menjadi bekal menghadapi ancaman nyata.

Tak hanya premis cerita yang menarik, film ini juga cukup ditunggu karena kehadiran deretan aktor ternama. Selain Jourdy Pranata, turut tampil Cut Beby Tsabina, Kevin Julio, Kenny Austin, Yeyen Lydia, Verdi Sulaeman, David Nurbianto, hingga Andrew Lincoln Suleiman. Film ini direncanakan tayang 30 Oktober 2025.

Baca Juga: Joe Taslim Bawa Kabar Bahagia Sepulang dari Toronto International Film Festival 2025

SEBELUMNYA

Refleksikan Denyut Kota, Amuya Gallery Siap Hadirkan Pameran Otak-atik Jakarta

BERIKUTNYA

London Fashion Week Spring/Summer 2026: Tren Fringe & Crochet sampai Warna Neon

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga