Eksklusif Dewi Motik: Meniti Karier dari Dunia Modeling sampai Tokoh Pemberdayaan Perempuan
23 September 2025 |
07:00 WIB
Dewi Motik Pramono, lahir dengan nama lengkap Cri Puspa Dewi Motik pada 10 Mei 1949 di Jakarta, dikenal sebagai tokoh perempuan Indonesia sekaligus pengusaha, aktivis pemberdayaan perempuan, dan pendidik. Dia anak keempat dari sembilan bersaudara dalam keluarga pengusaha asal Palembang, Basyaruddin Rahman Motik.
Dewi menempuh pendidikan formal di Indonesia dan luar negeri, termasuk studi Bahasa Inggris di Kedutaan Perancis, gelar Bachelor of Art di Florida International University, serta pendidikan lanjut di Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta. Sejak usia muda, dia aktif mencari nafkah sendiri, termasuk dengan bermain sulap dan menjual kue brownies.
Tak sampai di sana, Dewi juga pernah berkarier sebagai model profesional yang tampil dalam berbagai ajang fesyen dan pemotretan. Pada 1968, dia terpilih sebagai Pemenang Harapan dalam ajang None Jakarta dan juga dinobatkan sebagai Ratu Jakarta Fair. Karier modeling-nya semakin bersinar pada 1974, saat usia 24 tahun, dia meraih gelar Top Model of the Year.
Baca juga: Memahami Makna Motif Batik di Pameran 80 Kain Indonesia Koleksi Dewi Motik
Dalam dunia bisnis, Dewi Motik dikenal sebagai pendiri dan pimpinan De Mono Group, lembaga yang berfokus pada pendidikan keterampilan dan kewirausahaan, terutama untuk perempuan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, dia juga aktif sebagai Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), organisasi yang berdiri sejak 1975 dan kini memiliki lebih dari 30.000 anggota di seluruh Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, IWAPI berkembang pesat, menjadi wadah bagi perempuan pengusaha untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
Dewi juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) periode 2009-2014, serta aktif di berbagai organisasi internasional seperti International Council of Women (ICW).
Sebagai bagian dari dedikasinya terhadap seni dan budaya, Dewi Motik mendirikan Galeri Demono di Menteng, Jakarta Pusat sejak Mei 2024. Galeri ini tidak hanya menampilkan koleksi seni, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya seni dan mendapatkan wawasan tentang perjalanan hidup Dewi Motik melalui mural dan pameran yang ada di galeri tersebut.
Baru-baru ini Galeri Demono menggelar pameran bertajuk 80 Kain Indonesia: Merayakan Warna-warni Warisan Nusantara, yang berlangsung sepanjang 1-31 Agustus 2025, menampilkan koleksi kain wastra Dewi Motik, termasuk karya eksklusif maestro batik Iwan Tirta yang dikumpulkan selama lebih dari 50 tahun.
Pada Juni 2024, Dewi Motik menerima penghargaan LifeTime Achievement Award dalam acara Indonesia Inspiring Women Award 2024 di Jakarta, sebagai pengakuan atas kontribusinya selama 50 tahun di bidang pemberdayaan perempuan dan UMKM. Genhype, mari menyimak nilai-nilai hidup dan motivasi yang dipegang Dewi Motik sebagai tokoh perempuan inspiratif Indonesia.
Bagaimana Anda melihat perempuan yang sering menghadapi keterbatasan di lingkungan profesional?
Semangat itu tidak boleh luntur meskipun sering dijegal. Saya sendiri sejak awal perjalanan menghadapi banyak keterbatasan, baik dari lingkungan maupun sistem yang ada. Tapi kita tidak boleh menyerah. Kalau kita ingin mendapat kepercayaan dan kuasa, harus siap menjadi perempuan pekerja keras, mampu menjaga rahasia, dan punya integritas.
Apa yang menjadi pegangan Anda ketika menghadapi berbagai tantangan hidup?
Saya selalu mengawali segala hal dengan doa. Apa pun agamamu, awali dengan doa. Dengan doa, segala tantangan bisa dihaluskan, segala rintangan bisa dihadapi. Gelar atau prestasi akademis bukan jaminan kesuksesan. Yang lebih penting adalah doa, kerja keras, dan kerendahan hati.
Bisa ceritakan tentang keterlibatan Anda dalam organisasi perempuan?
Sejak 1975 saya mendirikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Saat itu usia saya masih 25 tahun, pada 2 Februari 1976 saya melahirkan anak pertama dan delapan hari kemudian, 10 Februari, saya sudah bertemu Ibu Negara untuk meresmikan IWAPI. Ini membuat saya menyadari sebagai perempuan kita harus bisa menentukan prioritas. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk masyarakat luas.
Bagaimana Anda menyeimbangkan peran antara rumah tangga dan karier?
Saya selalu mengatur waktu dengan sistem. Kalau saya pulang, asisten, supir, pembantu rumah tangga saya juga pulang. Saya menghormati mereka, karena kami sudah bersama selama puluhan tahun. Prinsip saya sederhana, kalau kita menghormati orang lain, mereka juga akan setia mendukung kita.
Menurut Anda, apa kunci kesuksesan seorang pemimpin perempuan?
Kunci sukses ada pada doa, semangat pantang menyerah, kemampuan membangun jejaring, serta kerendahan hati. Jangan gengsi, jangan cepat putus asa, dan selalu utamakan kebaikan.
Sering kali perempuan dibilang terlalu emosional atau banyak menggunakan perasaan saat menjadi pemimpin, bagaimana tanggapan Anda?
Memimpin bukan berarti menghilangkan perasaan, melainkan menggunakannya dengan cara yang bermanfaat untuk kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memastikan perasaan itu tidak merugikan tim. Banyak orang bekerja keras di sekitar kita, jadi penting agar perasaan diarahkan untuk kebaikan bersama, bukan sekadar memuaskan diri sendiri.
Dalam bisnis pun sama. Perasaan sebaiknya digunakan untuk saling menghormati dan menghargai orang lain, baik laki-laki maupun perempuan. Misalnya, saya menghormati suami saya, tapi dalam konteks kerja dan kepemimpinan, yang terpenting adalah menghormati semua orang yang bekerja sama dengan kita, bukan hanya karena mereka laki-laki atau perempuan. Intinya, perasaan ada untuk memperkuat hubungan dan kerja sama, bukan untuk ego atau dominasi.
Bagaimana kiat Anda membangun relasi dan berjejaring dalam kehidupan sosial?
Jangan berpikir bahwa kemajuan hanya bisa dicapai sendiri, karena tidak ada orang yang bisa berhasil tanpa kerja sama. Selain itu, jangan berharap orang lain selalu mengerti kita. Lebih baik kita berusaha memahami orang lain.
Saya selalu berusaha sebaik mungkin memahami siapa saja, karena dalam hidup kita tidak bisa sempurna. Jika kita melaksanakan semuanya dengan baik, sambil saling menghormati, bersyukur, dan mendukung, maka kita bisa maju bersama. Dengan sikap itu, relasi bisa bertahan lama.
Apa pesan untuk perempuan Indonesia agar bisa memaksimalkan peran mereka dalam masyarakat dan berkontribusi bagi bangsa?
Gunakan talenta untuk membangun, berjejaring, dan percaya diri. Jangan takut bersuara demi kepentingan bangsa. perempuan Indonesia harus bisa memaknai kemerdekaan sejati sebagai kebebasan tanpa batas untuk bermimpi, berkarya, dan meninggalkan warisan bagi bangsa.
Baca juga: Wastra Nusantara Koleksi Dewi Motik di Pameran 80 Kain Indonesia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dewi menempuh pendidikan formal di Indonesia dan luar negeri, termasuk studi Bahasa Inggris di Kedutaan Perancis, gelar Bachelor of Art di Florida International University, serta pendidikan lanjut di Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta. Sejak usia muda, dia aktif mencari nafkah sendiri, termasuk dengan bermain sulap dan menjual kue brownies.
Tak sampai di sana, Dewi juga pernah berkarier sebagai model profesional yang tampil dalam berbagai ajang fesyen dan pemotretan. Pada 1968, dia terpilih sebagai Pemenang Harapan dalam ajang None Jakarta dan juga dinobatkan sebagai Ratu Jakarta Fair. Karier modeling-nya semakin bersinar pada 1974, saat usia 24 tahun, dia meraih gelar Top Model of the Year.
Baca juga: Memahami Makna Motif Batik di Pameran 80 Kain Indonesia Koleksi Dewi Motik

Dewi Motik (Sumber Foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan p)
Dalam dunia bisnis, Dewi Motik dikenal sebagai pendiri dan pimpinan De Mono Group, lembaga yang berfokus pada pendidikan keterampilan dan kewirausahaan, terutama untuk perempuan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, dia juga aktif sebagai Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), organisasi yang berdiri sejak 1975 dan kini memiliki lebih dari 30.000 anggota di seluruh Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, IWAPI berkembang pesat, menjadi wadah bagi perempuan pengusaha untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
Dewi juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) periode 2009-2014, serta aktif di berbagai organisasi internasional seperti International Council of Women (ICW).
Sebagai bagian dari dedikasinya terhadap seni dan budaya, Dewi Motik mendirikan Galeri Demono di Menteng, Jakarta Pusat sejak Mei 2024. Galeri ini tidak hanya menampilkan koleksi seni, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya seni dan mendapatkan wawasan tentang perjalanan hidup Dewi Motik melalui mural dan pameran yang ada di galeri tersebut.

Pameran 80 Kain Indonesia (Sumber Foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan p)
Baru-baru ini Galeri Demono menggelar pameran bertajuk 80 Kain Indonesia: Merayakan Warna-warni Warisan Nusantara, yang berlangsung sepanjang 1-31 Agustus 2025, menampilkan koleksi kain wastra Dewi Motik, termasuk karya eksklusif maestro batik Iwan Tirta yang dikumpulkan selama lebih dari 50 tahun.
Pada Juni 2024, Dewi Motik menerima penghargaan LifeTime Achievement Award dalam acara Indonesia Inspiring Women Award 2024 di Jakarta, sebagai pengakuan atas kontribusinya selama 50 tahun di bidang pemberdayaan perempuan dan UMKM. Genhype, mari menyimak nilai-nilai hidup dan motivasi yang dipegang Dewi Motik sebagai tokoh perempuan inspiratif Indonesia.
Bagaimana Anda melihat perempuan yang sering menghadapi keterbatasan di lingkungan profesional?
Semangat itu tidak boleh luntur meskipun sering dijegal. Saya sendiri sejak awal perjalanan menghadapi banyak keterbatasan, baik dari lingkungan maupun sistem yang ada. Tapi kita tidak boleh menyerah. Kalau kita ingin mendapat kepercayaan dan kuasa, harus siap menjadi perempuan pekerja keras, mampu menjaga rahasia, dan punya integritas.
Apa yang menjadi pegangan Anda ketika menghadapi berbagai tantangan hidup?
Saya selalu mengawali segala hal dengan doa. Apa pun agamamu, awali dengan doa. Dengan doa, segala tantangan bisa dihaluskan, segala rintangan bisa dihadapi. Gelar atau prestasi akademis bukan jaminan kesuksesan. Yang lebih penting adalah doa, kerja keras, dan kerendahan hati.
Bisa ceritakan tentang keterlibatan Anda dalam organisasi perempuan?
Sejak 1975 saya mendirikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Saat itu usia saya masih 25 tahun, pada 2 Februari 1976 saya melahirkan anak pertama dan delapan hari kemudian, 10 Februari, saya sudah bertemu Ibu Negara untuk meresmikan IWAPI. Ini membuat saya menyadari sebagai perempuan kita harus bisa menentukan prioritas. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk masyarakat luas.
Bagaimana Anda menyeimbangkan peran antara rumah tangga dan karier?
Saya selalu mengatur waktu dengan sistem. Kalau saya pulang, asisten, supir, pembantu rumah tangga saya juga pulang. Saya menghormati mereka, karena kami sudah bersama selama puluhan tahun. Prinsip saya sederhana, kalau kita menghormati orang lain, mereka juga akan setia mendukung kita.
Menurut Anda, apa kunci kesuksesan seorang pemimpin perempuan?
Kunci sukses ada pada doa, semangat pantang menyerah, kemampuan membangun jejaring, serta kerendahan hati. Jangan gengsi, jangan cepat putus asa, dan selalu utamakan kebaikan.
Sering kali perempuan dibilang terlalu emosional atau banyak menggunakan perasaan saat menjadi pemimpin, bagaimana tanggapan Anda?
Memimpin bukan berarti menghilangkan perasaan, melainkan menggunakannya dengan cara yang bermanfaat untuk kepemimpinan. Seorang pemimpin harus memastikan perasaan itu tidak merugikan tim. Banyak orang bekerja keras di sekitar kita, jadi penting agar perasaan diarahkan untuk kebaikan bersama, bukan sekadar memuaskan diri sendiri.
Dalam bisnis pun sama. Perasaan sebaiknya digunakan untuk saling menghormati dan menghargai orang lain, baik laki-laki maupun perempuan. Misalnya, saya menghormati suami saya, tapi dalam konteks kerja dan kepemimpinan, yang terpenting adalah menghormati semua orang yang bekerja sama dengan kita, bukan hanya karena mereka laki-laki atau perempuan. Intinya, perasaan ada untuk memperkuat hubungan dan kerja sama, bukan untuk ego atau dominasi.
Bagaimana kiat Anda membangun relasi dan berjejaring dalam kehidupan sosial?
Jangan berpikir bahwa kemajuan hanya bisa dicapai sendiri, karena tidak ada orang yang bisa berhasil tanpa kerja sama. Selain itu, jangan berharap orang lain selalu mengerti kita. Lebih baik kita berusaha memahami orang lain.
Saya selalu berusaha sebaik mungkin memahami siapa saja, karena dalam hidup kita tidak bisa sempurna. Jika kita melaksanakan semuanya dengan baik, sambil saling menghormati, bersyukur, dan mendukung, maka kita bisa maju bersama. Dengan sikap itu, relasi bisa bertahan lama.
Apa pesan untuk perempuan Indonesia agar bisa memaksimalkan peran mereka dalam masyarakat dan berkontribusi bagi bangsa?
Gunakan talenta untuk membangun, berjejaring, dan percaya diri. Jangan takut bersuara demi kepentingan bangsa. perempuan Indonesia harus bisa memaknai kemerdekaan sejati sebagai kebebasan tanpa batas untuk bermimpi, berkarya, dan meninggalkan warisan bagi bangsa.
Baca juga: Wastra Nusantara Koleksi Dewi Motik di Pameran 80 Kain Indonesia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.