Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memberikan kata sambutan saat pembukaan pameran di sebuah galeri seni di Jakarta. (Sumber gambar: Bisnis/Arief Hermawan P)

Konferensi Musik Indonesia 2025 Siap Digelar, Jadi Ruang Dialog Kebijakan Strategis Kemenbud

21 September 2025   |   15:51 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Sekitar pertengahan November 2024, dalam sebuah acara Ngopi Pagi bersama Insan Musik, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha mengungkap pertama kali kepada publik terkait rencananya membangun konvensi musik nasional. Konvensi musik dinilainya jadi gelaran yang penting untuk memetakan jalan masa depan industri ini secara menyeluruh.

Kala itu, Giring mengatakan ide konvensi musik nasional bukanlah hal baru. Ide ini pernah berjalan pada 2018 yang saat itu dipelopori oleh Glenn Fredly dan digelar di Ambon. Acara tersebut sukses besar dan berdampak penting bagi industri.

Saat acara tersebut digelar, Giring mengaku ikut terlibat di dalamnya. Dengan dampak besar yang terjadi usai konvensi digelar, dirinya pun merasa konsep serupa perlu untuk diadakan lagi sekarang. “Jadi, saya ingin meneruskan itu kembali. Ini sudah saatnya," kata Giring, Kamis (14/11/2025).

Baca juga:  Royalti Musik Terancam Susut Rp20 Miliar akibat Kuasa Penarikan LMK Dicabut

Menurut mantan vokalis Nidji itu, gagasan utama dari Konvensi Musik Nasional adalah menghadirkan ruang yang bisa merangkul semua genre dan warna musik. Dirinya menegaskan tidak ingin forum ini hanya menyoroti satu aliran tertentu, lalu mengabaikan keberagaman musik yang lain.

Untuk itu, dia berencana mengundang seluruh pemangku kepentingan industri musik tanpa terkecuali. Mulai dari asosiasi musisi, asosiasi musik, platform digital, studio rekaman, hingga pelaku musik tradisional yang juga menjadi bagian penting dari ekosistem.

Giring menilai, yang kini paling dibutuhkan adalah semangat kebersamaan agar semua pihak bisa bergerak seirama. Terlebih, Indonesia sudah memiliki Kementerian Kebudayaan, sehingga berbagai persoalan yang menyangkut musik sebagai bagian dari budaya akan lebih terfokus dalam perhatian pemerintah.

Namun, kala itu konsepnya masih belum terdefinisi dengan jelas. Tahun ini, arah penyelenggaraan Konvensi Musik Nasional mulai lebih terbuka.

Belum lama, Giring juga terlihat berdiskusi dengan Kadri Mohamad yang dikenal sebagai ahli hukum musik sekaligus musisi, Kukuh Rizal selaku Co Founder Sun Eater dan penggagas Jakarta Music Con 2024, serta beberapa pemangku kepentingan musik lainnya untuk membahas ini.

"Konferensi Musik Indonesia 2025 akan menjadi ruang kolaborasi strategis para pelaku musik Indonesia, mulai dari musisi, pencipta, industri profesional, industri kreatif, serta regulator untuk duduk bersama merumuskan visi bersama dan solusi konkret bagi masa depan industri musik nasional," bunyi visi awal KMI.

Melalui dialog, kolaborasi, dan formulasi visi kolektif, konferensi ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis, kebijakan yang lebih jelas, serta langkah konkret untuk kemajuan industri musik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memperkuat identitas budaya Indonesia.

Salah satu program yang diusung adalah Gelar Wicara yang membahas berbagai isu dalam industri musik di Indonesia dengan menghadirkan pelaku musik dan regulator berkaitan. Hasil pembahasan konferensi diharapkan menjadi penyatuan visi dan solusi dari setiap permasalahan di dunia musik Indonesia 

Konferensi ini difungsikan menjadi langkah awal dalam memperkuat fondasi industri musik sehingga membuka potensi ekonomi yang lebih besar bagi kesejahteraan jutaan pelaku, serta meneguhkan kedaulatan budaya Indonesia di kancah global.

Konferensi Musik Indonesia 2025 akan mengusung tema utama “Satu Nada Dasar”. Gelaran ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 8 hingga 11 Oktober 2025.

Baca juga: 

SEBELUMNYA

Cek Ini Daftar 29 Negara Eropa yang Bakal Ganti Cap Stempel Paspor ke Biometrik

BERIKUTNYA

Sering Terabaikan, Simak Pentingnya Merawat Kesehatan Gusi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga