57% Masyarakat Punya Masalah Gigi & Mulut, Ini Penyebab & Cara Mencegahnya
21 September 2025 |
12:26 WIB
Sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Menurut data Survei Kesehatan Indonesia oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per September 2025, sebanyak 57 persen penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi.
Beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak dialami masyarakat yakni karies, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi. Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunikasi Kemenkes, Elvieda Sariwati, mengungkap berdasarkan cek kesehatan gratis (CKG) yang dilakukan kepada 30 juta penduduk Indonesia hingga saat ini, karies menjadi salah satu penyakit yang mendominasi.
Baca juga: Masalah Gigi, Anemia & Kebugaran Dominasi Penyakit Anak
Baca juga: Masalah Gigi, Anemia & Kebugaran Dominasi Penyakit Anak
Dia memaparkan berdasarkan temuan CKG, 52,67 persen anak sekolah punya masalah karies gigi. Selain itu, banyak orang dewasa dan lanjut usia (lansia) yang punya masalah gigi sekaligus hipertensi/diabetes. Dari jumlah kasus yang ada, namun hanya 11,2 persen atau sekitar 3 juta orang dengan masalah gigi yang mencari mendapat perawatan medis.
"Masalah gigi dan mulut ini masalah kesehatan penting yang perlu ditangani bersama. Gigi dan mulut yang sehat tidak hanya memberi kita senyum yang indah, tapi juga berpengaruh pada produktivitas seperti bekerja dan kuliah. Penting untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menangani dan mencegah penyakit gigi dan mulut," katanya dalam acara peluncuran Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Ditemui terpisah, Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Usman Sumantri, mengatakan salah satu penyebab utama masih banyaknya masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut adalah kurangnya kesadaran untuk merawat gigi.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat memang sudah rutin menyikat gigi, namun yang menjadi persoalan ialah proses menyikat gigi yang belum tepat. Di sisi lain, hanya sebagian kecil masyarakat yang rutin memeriksakan diri ke dokter gigi.
Usman memaparkan dari seluruh penduduk yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya sekitar 10 persen yang secara teratur melakukan pemeriksaan. Bahkan, hanya 2,8 persen yang menyikat gigi dengan benar pada waktu yang tepat.
"Karena datanya itu 94 persen orang Indonesia menyikat gigi. Dia nyikat tapi persoalannya, nyikatnya enggak bener, asal-asalan, enggak beraturan, cepet-cepet, selesai. Termasuk juga waktu menyikat giginya," ujarnya.
Menyikat Gigi yang Rutin & Benar
Usman menyampaikan salah satu hal penting yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan gigi dan mulut ialah dengan menyikat gigi secara rutin dan benar. Secara umum, dianjurkan untuk menyikat gigi setelah sarapan pagi dan sebelum tidur.
Namun, untuk hasil yang lebih maksimal, dianjurkan juga untuk menyikat gigi setelah makan siang. Usman menjelaskan menyikat gigi setelah makan siang menjadi penting dilakukan lantaran makanan yang dikunyah akan berubah bentuk dan tekstur menjadi jaringan lunak asam dalam kurun waktu 8 jam.
Jika dibiarkan, jaringan lunak asam tersebut akan melekat di permukaan gigi terutama pada gigi geraham bagian belakang, yang menjadi bagian gigi utama untuk mengunyah. Terlebih, gigi geraham juga memiliki semacam jaringan yang mudah untuk melekatkan makanan.
"Apalagi kalau makanannya jenis manis, gula, permen, segala macam, itu nanti akan berpengaruh perlekatannya jadi asam jadilah dia karies, karena di situ ada bakteri. Sebetulnya itu kalau mau dicegah [masalah gigi dan mulut] ya sikat gigi memang," jelasnya.
Usman juga menjelaskan menyikat gigi yang baik dan benar tidak dilakukan secara terburu-buru. Dimulai dari sisi kanan bawah gigi, terus bergerak ke depan. Lalu dari bagian depan bawah gigi, disikat terus ke kanan, naik lagi ke atas lanjut ke bagian kiri gigi lalu dikatupkan dan disikat melingkar.
"Menyikat gigi dengan cara melingkar itu maksudnya semuanya ya, jadi dia menyikat gusi sekaligus giginya lalu dibalik melingkarnya, kaya gitu," imbuhnya.
Adapun, Usman menuturkan berdasarkan penelitian, sebaiknya menyikat gigi dilakukan minimal selama 3 menit. Hindari menyikat gigi secara terburu-buru yang justru bisa membuat abrasi pada gigi, sehingga gigi dan gusi menjadi terbuka.
"Saat menyikat gigi harus bisa ngontrol tekanannya agar enggak terlalu besar. Ini yang juga seringkali menyebabkan gusinya berdarah saat menyikat gigi, apalagi kalau gusinya sudah ada peradangan dikosok-kosok pasti langsung keluar darahnya saat meludah," tambahnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.