Banyak Generasi Muda Berbakat, Regenerasi Musisi Jazz Perlu 2 Hal Ini
20 September 2025 |
20:17 WIB
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, banyak generasi muda pada saat ini lebih mudah mempelajari musik jazz dibandingkan dengan pendahulunya. Jadi, ruang untuk tampil dan membentuk penonton muda menjadi bagian penting bagi musisi jazz agar dapat tetap bertahan dan terus berkembang.
Chairman Forum Jazz Indonesia Chico Hindarto mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam proses regenerasi musik jazz di Indonesia adalah genre ini bukan musik yang sederhana. Akan tetapi, kesulitan ini dapat teratasi dengan teknologi yang memudahkan generasi muda mengakses materi untuk belajar.
“Dari online banyak [orang belajar jazz]. Banyak sekarang musisi muda yang luar biasa, ” katanya di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: Jazz Goes to Campus Digelar 9 November 2025, Usung Tema Serenading Jazz for the Youth
Dia menuturkan, pada saat ini juga tidak sulit untuk mencari pemain jazz upright. Kondisi ini berbeda dari zaman dahulu. Hal ini pun membuatnya tidak terlalu khawatir dengan generasi muda.
Dengan kemampuan yang dimiliki, generasi ini butuh setidaknya dua hal utama. Pertama adalah lebih banyak tempat untuk mereka tampil. Kedua, musisi jazz dari generasi yang lebih muda juga memerlukan penonton agar dapat tetap bertahan dan hidup lebih panjang.
Dia pun menilai bahwa pendapatan dari tiket idealnya sudah dapat membayar musisi, sehingga tidak perlu lagi ada sponsor. “Karena apa? Less circle antara penonton dan penampil, itu adalah hal yang sebenarnya idealnya. Artinya, kita pun juga perlu membentuk penonton muda,” katanya.
Dengan begitu, pemberian ruang terhadap komunitas untuk tampil di festival musik jazz sangat penting. Pada saat ini, ada banyak komunitas jazz yang tersebar di seluruh Indonesia dan jumlahnya lebih banyak dari festival jazz.
Dia menuturkan Forum Jazz Indonesia juga memperluas fungsi event dan tidak sekadar fokus terhadap penampilan di atas panggung. Saat ini, forum juga masuk ke jaringan lainnya, yakni komunitas dan pendidikan guna memperkuat jaringan komunitas, sehingga musisi dapat tetap hidup dan berkembang.
Sebagai contoh, di ajang Jazz Gunung terdapat program Jazz Camp sebagai tempat musisi-musisi muda bisa mendapatkan banyak pelajaran dari nama-nama besar dalam musik jazz, seperti Dewa Budjana.
Tidak hanya itu, Forum Jazz Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah atase kebudayaan seperti Prancis, Italia, dan sebagainya. Langkah ini bertujuan membuat musisi jazz bisa merambah internasional karena kemampuan yang dimilikinya.
Baca juga: Menikmati Keseruan The 48th JGTC Margocity Jazz Night di Depok
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Chairman Forum Jazz Indonesia Chico Hindarto mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam proses regenerasi musik jazz di Indonesia adalah genre ini bukan musik yang sederhana. Akan tetapi, kesulitan ini dapat teratasi dengan teknologi yang memudahkan generasi muda mengakses materi untuk belajar.
“Dari online banyak [orang belajar jazz]. Banyak sekarang musisi muda yang luar biasa, ” katanya di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: Jazz Goes to Campus Digelar 9 November 2025, Usung Tema Serenading Jazz for the Youth
Dia menuturkan, pada saat ini juga tidak sulit untuk mencari pemain jazz upright. Kondisi ini berbeda dari zaman dahulu. Hal ini pun membuatnya tidak terlalu khawatir dengan generasi muda.
Dengan kemampuan yang dimiliki, generasi ini butuh setidaknya dua hal utama. Pertama adalah lebih banyak tempat untuk mereka tampil. Kedua, musisi jazz dari generasi yang lebih muda juga memerlukan penonton agar dapat tetap bertahan dan hidup lebih panjang.
Dia pun menilai bahwa pendapatan dari tiket idealnya sudah dapat membayar musisi, sehingga tidak perlu lagi ada sponsor. “Karena apa? Less circle antara penonton dan penampil, itu adalah hal yang sebenarnya idealnya. Artinya, kita pun juga perlu membentuk penonton muda,” katanya.
Dengan begitu, pemberian ruang terhadap komunitas untuk tampil di festival musik jazz sangat penting. Pada saat ini, ada banyak komunitas jazz yang tersebar di seluruh Indonesia dan jumlahnya lebih banyak dari festival jazz.
Dia menuturkan Forum Jazz Indonesia juga memperluas fungsi event dan tidak sekadar fokus terhadap penampilan di atas panggung. Saat ini, forum juga masuk ke jaringan lainnya, yakni komunitas dan pendidikan guna memperkuat jaringan komunitas, sehingga musisi dapat tetap hidup dan berkembang.
Sebagai contoh, di ajang Jazz Gunung terdapat program Jazz Camp sebagai tempat musisi-musisi muda bisa mendapatkan banyak pelajaran dari nama-nama besar dalam musik jazz, seperti Dewa Budjana.
Tidak hanya itu, Forum Jazz Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah atase kebudayaan seperti Prancis, Italia, dan sebagainya. Langkah ini bertujuan membuat musisi jazz bisa merambah internasional karena kemampuan yang dimilikinya.
Baca juga: Menikmati Keseruan The 48th JGTC Margocity Jazz Night di Depok
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.