Perjalanan Startup Ringkas Sampai Masuk Daftar Forbes Asia 100 to Watch 2025
20 September 2025 |
16:30 WIB
Bagi banyak anak muda di Indonesia, membeli rumah pertama sering kali terasa seperti mimpi yang jauh. Proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang panjang, syarat dokumen yang rumit, hingga permasalahan suku bunga perbankan yang cukup tinggi sering membuat calon pembeli menyerah sebelum sempat memulai.
Untuk menyederhanakan proses tersebut, Ringkas, startup yang didirikan oleh Lee Roy Pinto (Co-Founder), Ilya Kravtsov (Co-Founder), Yoko Simon (Co-Founder), Puguh Widyoko (Co-Founder) hadir pada 2022 lalu melalui solusi digital.
“Kami ingin membantu meningkatkan rasio mortgage terhadap GDP sekaligus mengurangi backlog perumahan yang masih menjadi masalah besar di Indonesia,” ujar Ilya Kravtsov.
Baca juga: Torch Masuk Daftar Forbes Asian 100 to Watch 2025, Makin Banyak Dilirik Investor
Melalui platform ini, calon pembeli rumah bisa melakukan pra-kualifikasi secara lebih instan mulai dari verifikasi identitas (KYC), pemeriksaan kredit, simulasi otomatis, pemeriksaan kapasitas, hingga rekomendasi program KPR terbaik yang semuanya berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Hanya dengan satu aplikasi, pengguna dapat mengajukan KPR ke 32 bank mitra sekaligus, tanpa perlu bolak-balik mendatangi kantor cabang,” tuturnya.
Untuk itu, mereka memanfaatkan AI yang memungkinkan proses berjalan kapan saja tanpa intervensi manusia. Bahkan dengan adanya AI, Ringkas bisa melayani jutaan nasabah secara bersamaan. “Jika pengguna masih ingin berbicara langsung, opsi konsultasi dengan tim Ringkas tetap tersedia sebagai bagian dari Langkah eskalasi selanjutnya,” jelasnya.
Menariknya, 96 persen pengguna Ringkas adalah pembeli rumah pertama. Menurutnya, segmen ini memang paling membutuhkan edukasi dan bimbingan. Hingga kini, perusahaan sudah membantu ribuan keluarga di 47 kota di Indonesia mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.
Meski demikian, tantangan edukasi pasar masih besar. Banyak masyarakat yang masih menganggap proses KPR hanya bisa dilakukan dengan cara tradisional. Untuk itu, perusahaan menekankan kejelasan legalitas dan kredibilitas dengan terdaftar di OJK, memiliki sertifikasi ISO, serta kontrak resmi dengan bank-bank mitra.
Kerja keras Ringkas tak luput dari perhatian dunia. Startup ini masuk daftar Forbes Asia 100 to Watch 2025, Bersama tujuh startup Indonesia lainnya yang dinilai paling menjanjikan di kawasan Asia-Pasifik.
Ilya mengatakan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mereka membawa dampak nyata bagi masyarakat. Apalagi, baru-baru ini Ringkas mengamankan pendanaan pra-seri A senilai US$5,1 juta dari sejumlah investor untuk memperkuat teknologi dan menyiapkan ekspansi ke Asia Tenggara serta Timur Tengah.
Ringkas optimistis bahwa dalam 5–10 tahun ke depan, seluruh proses KPR di Indonesia akan semakin digital bahkan mungkin bisa selesai dalam satu hari tanpa selembar kertas pun. “Kami ingin menjadi infrastruktur digital utama untuk KPR dan pinjaman berbasis agunan lainnya,” kata Ilya.
Baca juga: Lebih Dekat dengan 8 Startup Indonesia yang Masuk Forbes Asia 100 to Watch 2025
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Untuk menyederhanakan proses tersebut, Ringkas, startup yang didirikan oleh Lee Roy Pinto (Co-Founder), Ilya Kravtsov (Co-Founder), Yoko Simon (Co-Founder), Puguh Widyoko (Co-Founder) hadir pada 2022 lalu melalui solusi digital.
“Kami ingin membantu meningkatkan rasio mortgage terhadap GDP sekaligus mengurangi backlog perumahan yang masih menjadi masalah besar di Indonesia,” ujar Ilya Kravtsov.
Baca juga: Torch Masuk Daftar Forbes Asian 100 to Watch 2025, Makin Banyak Dilirik Investor
Melalui platform ini, calon pembeli rumah bisa melakukan pra-kualifikasi secara lebih instan mulai dari verifikasi identitas (KYC), pemeriksaan kredit, simulasi otomatis, pemeriksaan kapasitas, hingga rekomendasi program KPR terbaik yang semuanya berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Hanya dengan satu aplikasi, pengguna dapat mengajukan KPR ke 32 bank mitra sekaligus, tanpa perlu bolak-balik mendatangi kantor cabang,” tuturnya.
Untuk itu, mereka memanfaatkan AI yang memungkinkan proses berjalan kapan saja tanpa intervensi manusia. Bahkan dengan adanya AI, Ringkas bisa melayani jutaan nasabah secara bersamaan. “Jika pengguna masih ingin berbicara langsung, opsi konsultasi dengan tim Ringkas tetap tersedia sebagai bagian dari Langkah eskalasi selanjutnya,” jelasnya.
Menariknya, 96 persen pengguna Ringkas adalah pembeli rumah pertama. Menurutnya, segmen ini memang paling membutuhkan edukasi dan bimbingan. Hingga kini, perusahaan sudah membantu ribuan keluarga di 47 kota di Indonesia mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.
Meski demikian, tantangan edukasi pasar masih besar. Banyak masyarakat yang masih menganggap proses KPR hanya bisa dilakukan dengan cara tradisional. Untuk itu, perusahaan menekankan kejelasan legalitas dan kredibilitas dengan terdaftar di OJK, memiliki sertifikasi ISO, serta kontrak resmi dengan bank-bank mitra.
Kerja keras Ringkas tak luput dari perhatian dunia. Startup ini masuk daftar Forbes Asia 100 to Watch 2025, Bersama tujuh startup Indonesia lainnya yang dinilai paling menjanjikan di kawasan Asia-Pasifik.
Ilya mengatakan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mereka membawa dampak nyata bagi masyarakat. Apalagi, baru-baru ini Ringkas mengamankan pendanaan pra-seri A senilai US$5,1 juta dari sejumlah investor untuk memperkuat teknologi dan menyiapkan ekspansi ke Asia Tenggara serta Timur Tengah.
Ringkas optimistis bahwa dalam 5–10 tahun ke depan, seluruh proses KPR di Indonesia akan semakin digital bahkan mungkin bisa selesai dalam satu hari tanpa selembar kertas pun. “Kami ingin menjadi infrastruktur digital utama untuk KPR dan pinjaman berbasis agunan lainnya,” kata Ilya.
Baca juga: Lebih Dekat dengan 8 Startup Indonesia yang Masuk Forbes Asia 100 to Watch 2025
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.