Riset ASTRO Ungkap Belanja Cepat Jadi Kebiasaan Warga Kota
19 September 2025 |
14:03 WIB
Mobilitas masyarakat perkotaan yang kian tinggi membuat kebutuhan akan layanan belanja yang praktis kian meningkat. Kini, belanja cepat atau quick commerce tidak lagi sekadar tren, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.
Jika dulu belanja kebutuhan sehari-hari membutuhkan waktu khusus untuk pergi ke toko atau supermarket, kini semua bisa dilakukan hanya melalui ponsel. Bahkan, belanja di tengah malam pun bukan lagi hal sulit, terutama ketika kebutuhan mendesak harus segera terpenuhi.
Baca juga: Indonesia Peringkat 2 Dunia untuk Belanja Online, Promo Jadi Magnet Utama
CEO ASTRO Vincent Tjendra menilai perubahan ini mencerminkan dinamika baru dalam cara masyarakat berbelanja.
“Sehari-hari, kami lihat konsumen sibuk dan waktunya terbatas. Kalau dulu belanja harus sediakan waktu khusus, sekarang bisa dari handphone. Kalau dulu sulit belanja tengah malam untuk kebutuhan mendesak, sekarang jauh lebih mudah,” ujarnya.
Fenomena ini juga terlihat dari data internal ASTRO yang menunjukkan mayoritas pengguna aktifnya kini telah secara regular melakukan belanja cepat menggunakan aplikasinya setiap minggu. Hal ini menggambarkan bahwa belanja cepat kebutuhan pokok di ASTRO telah menjadi kebiasaan baru masyarakat urban. Pertumbuhan konsumen ini didorong oleh urbanisasi, gaya hidup serba cepat, dan infrastruktur logistik yang berkembang.
Saat ini, ASTRO menjanjikan layanan 24 jam sehari, selama 7 hari seminggu, dan yang paling banyak disukai konsumen adalah komitmen pengiriman cepat 15 menit sampai.
“Untuk bisa mengirim barang dalam hitungan menit, banyak inovasi yang diperlukan. Dari stok barang sampai penempatan tim memerlukan teknologi dengan analisa data pola konsumen setiap harinya,” tambah Vincent.
Dalam satu aplikasi, konsumen bisa membeli lebih dari 15.000 pilihan produk yang dapat dikirim dalam hitungan menit ke lokasi konsumen. Dari bahan makanan, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan mendesak.
Salah satu pengguna ASTRO yang merupakan seorang working mom dari Jakarta Barat mengakui bahwa layanan belanja cepat ini sebagai penyelamat dalam situasi tertentu.
“ASTRO sangat membantu ibu-ibu karier seperti aku, khususnya di waktu-waktu mendesak. Saat bayiku dulu harus opname, aku bisa langsung beli semua kebutuhan rumah tangga lewat aplikasi. Ini benar-benar life saving,” ungkapnya.
Lebih jauh, ekosistem belanja cepat juga melibatkan banyak pihak. Mulai dari pekerja informal, pengemudi, hingga pelaku usaha kecil yang mendapat akses ke pasar lebih luas.
Bagi pelaku UKM, model belanja cepat seperti ini membuka ruang bagi produk-produk inovatif lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, selama memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan.
Kini memasuki tahun keempat hadir di Indonesia, model belanja cepat ini seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat urban. Kebiasaan baru ini menunjukkan bagaimana teknologi, gaya hidup, dan kebutuhan praktis berpadu membentuk cara berbelanja yang lebih efisien.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Jika dulu belanja kebutuhan sehari-hari membutuhkan waktu khusus untuk pergi ke toko atau supermarket, kini semua bisa dilakukan hanya melalui ponsel. Bahkan, belanja di tengah malam pun bukan lagi hal sulit, terutama ketika kebutuhan mendesak harus segera terpenuhi.
Baca juga: Indonesia Peringkat 2 Dunia untuk Belanja Online, Promo Jadi Magnet Utama
CEO ASTRO Vincent Tjendra menilai perubahan ini mencerminkan dinamika baru dalam cara masyarakat berbelanja.
“Sehari-hari, kami lihat konsumen sibuk dan waktunya terbatas. Kalau dulu belanja harus sediakan waktu khusus, sekarang bisa dari handphone. Kalau dulu sulit belanja tengah malam untuk kebutuhan mendesak, sekarang jauh lebih mudah,” ujarnya.
Fenomena ini juga terlihat dari data internal ASTRO yang menunjukkan mayoritas pengguna aktifnya kini telah secara regular melakukan belanja cepat menggunakan aplikasinya setiap minggu. Hal ini menggambarkan bahwa belanja cepat kebutuhan pokok di ASTRO telah menjadi kebiasaan baru masyarakat urban. Pertumbuhan konsumen ini didorong oleh urbanisasi, gaya hidup serba cepat, dan infrastruktur logistik yang berkembang.
Saat ini, ASTRO menjanjikan layanan 24 jam sehari, selama 7 hari seminggu, dan yang paling banyak disukai konsumen adalah komitmen pengiriman cepat 15 menit sampai.
“Untuk bisa mengirim barang dalam hitungan menit, banyak inovasi yang diperlukan. Dari stok barang sampai penempatan tim memerlukan teknologi dengan analisa data pola konsumen setiap harinya,” tambah Vincent.
Dalam satu aplikasi, konsumen bisa membeli lebih dari 15.000 pilihan produk yang dapat dikirim dalam hitungan menit ke lokasi konsumen. Dari bahan makanan, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan mendesak.
Salah satu pengguna ASTRO yang merupakan seorang working mom dari Jakarta Barat mengakui bahwa layanan belanja cepat ini sebagai penyelamat dalam situasi tertentu.
“ASTRO sangat membantu ibu-ibu karier seperti aku, khususnya di waktu-waktu mendesak. Saat bayiku dulu harus opname, aku bisa langsung beli semua kebutuhan rumah tangga lewat aplikasi. Ini benar-benar life saving,” ungkapnya.
Lebih jauh, ekosistem belanja cepat juga melibatkan banyak pihak. Mulai dari pekerja informal, pengemudi, hingga pelaku usaha kecil yang mendapat akses ke pasar lebih luas.
Bagi pelaku UKM, model belanja cepat seperti ini membuka ruang bagi produk-produk inovatif lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, selama memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan.
Kini memasuki tahun keempat hadir di Indonesia, model belanja cepat ini seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat urban. Kebiasaan baru ini menunjukkan bagaimana teknologi, gaya hidup, dan kebutuhan praktis berpadu membentuk cara berbelanja yang lebih efisien.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.